Sender.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring Bupati Pemalang Anom Widiyantoro pada Selasa (28/7/2026). Penangkapan tersebut telah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, namun pada tahap awal KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar operasi tersebut.
Sejumlah pihak turut diamankan dalam operasi senyap tersebut. Seluruh pihak yang dibawa KPK masih menjalani pemeriksaan intensif, sementara lembaga antirasuah memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka sesuai ketentuan KUHAP.
Dalam perkembangan terbaru yang disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, KPK mengungkap telah mengamankan 21 orang dalam OTT yang dilakukan di Pemalang, Purworejo, dan Jakarta. Dari operasi tersebut, penyidik juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar sebagai barang bukti awal.
Menurut Budi Prasetyo, penyelidikan mengarah pada dua dugaan tindak pidana korupsi, yakni:
"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai sejumlah lebih dari Rp2 miliar," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
"Kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan oleh tim KPK ini diduga berkaitan dengan penerimaan-penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan proyek, serta dugaan penerimaan terkait jual beli jabatan," kata Budi Prasetyo.
Selain melakukan penangkapan, penyidik KPK juga melakukan penyegelan terhadap beberapa lokasi di Kabupaten Pemalang yang diduga berkaitan dengan perkara.
Lokasi yang disegel meliputi:
Hingga kini KPK belum menjelaskan hubungan penyegelan lokasi-lokasi tersebut dengan konstruksi perkara yang sedang diselidiki.
Pada Rabu (29/7/2026) dini hari, petugas KPK juga terlihat berada di rumah dinas Bupati Pemalang. Istri Bupati berinisial NFM keluar dari pendopo didampingi petugas dan selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pemalang.
KPK belum menyampaikan status hukum maupun keterlibatan NFM dalam perkara tersebut. Pemeriksaan masih berlangsung.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana membenarkan bahwa KPK meminjam dua ruangan di Mapolres Pemalang sebagai lokasi pemeriksaan.
"Jumlah pastinya yang diperiksa, siapa saja yang diperiksa, termasuk materi pemeriksaan, menunggu dari KPK saja," ujar AKBP Rendy Setia Permana.
Ia menegaskan seluruh proses penyidikan sepenuhnya menjadi kewenangan KPK.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto hanya membenarkan adanya operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pemalang.
Fitroh belum mengungkap identitas seluruh pihak yang diamankan maupun pasal yang akan diterapkan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Dengan operasi tersebut, Anom Widiyantoro menjadi kepala daerah kelima di Jawa Tengah yang terjaring OTT KPK sepanjang 2026.
Anom Widiyantoro belum berstatus tersangka. Ia masih berstatus sebagai pihak yang diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan. Penetapan tersangka maupun konstruksi perkara akan diumumkan KPK setelah proses gelar perkara selesai.
KPK juga belum mengungkap siapa saja pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum dalam kasus tersebut. Masyarakat diminta menunggu penyampaian resmi dari KPK mengenai hasil pemeriksaan dan penetapan status hukum para pihak yang diamankan. (it/dv)
Sender.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Selain itu, fenomena El Niño diperkirakan masih bertahan hingga kuartal pertama 2027 dengan intensitas yang diproyeksikan berada pada kategori kuat.
Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang periode cuaca kering di berbagai wilayah Indonesia serta meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gangguan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
Kepala BMKG melalui keterangan resmi lembaga menjelaskan, puncak musim kemarau pada Agustus diperkirakan mencakup sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia, sedangkan pada September diperkirakan meluas ke 25,41 persen wilayah lainnya yang memasuki fase puncak kemarau.
“Namun, perlu digaris bawahi bahwa dampaknya ke Indonesia terjadi ketika El Niño bertemu langsung dengan musim kemarau. Meskipun El Niño terus berlangsung hingga awal 2027, dampak utamanya terfokus pada periode musim kemarau di wilayah Indonesia,” ungkap Ardhasena.
BMKG mengingatkan bahwa keberlanjutan fenomena El Niño dapat menyebabkan curah hujan berada di bawah normal pada sejumlah daerah, terutama wilayah yang memang memiliki karakteristik kering selama musim kemarau.
“BMKG mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dan memperluas OMC sebagai bentuk komitmen mitigasi bencana hidrometeorologi secara terpadu di Indonesia,” kata Faisal di Gedung MHEWS BMKG Jakarta
Operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sejumlah daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan OMC di antaranya Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, dan Jawa Barat.
BMKG juga telah menyiapkan Posko OMC di Pekanbaru untuk mendukung upaya pengendalian karhutla di Pulau Sumatera, serta Posko OMC di Bandung sebagai langkah mitigasi menghadapi ancaman kekeringan di Jawa Barat.
Sepanjang tahun 2026, BMKG mencatat telah melaksanakan 17 kali Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung mitigasi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelumnya, operasi serupa telah dilakukan di Aceh pada 20–26 Juli 2026 dan Palembang pada 19–30 Juli 2026. Sementara itu, operasi di Palangkaraya berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dan di Pekanbaru hingga 4 Agustus 2026.
BMKG meminta pemerintah daerah, petani, serta pelaku usaha pertanian mulai melakukan penyesuaian menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi cuaca, memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air untuk mengurangi risiko gagal panen.
Selain sektor pertanian, pengelola sumber daya air dan penyedia energi juga diminta mengantisipasi potensi berkurangnya debit air yang dapat memengaruhi pasokan air baku maupun produksi listrik tenaga air (PLTA).
BMKG turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak musim kemarau panjang, seperti penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan, meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga potensi peningkatan kasus penyakit yang dipengaruhi kondisi cuaca panas.
Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak, menghindari aktivitas pembakaran lahan, serta mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG secara berkala.
Pemerintah berharap langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini dapat mengurangi dampak El Niño terhadap masyarakat serta menjaga ketahanan pangan, lingkungan, dan kesehatan publik selama musim kemarau 2026. (it/dv)
Sender.co.id - Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Lampung Selatan melakukan kunjungan kerja ke PT Oasis Wood Industry pada Minggu (6/7/2026) sebagai tindak lanjut atas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Isu yang dibahas meliputi pengelolaan limbah perusahaan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan, hingga pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Lampung Selatan, Taman, didampingi Ketua Komisi III Yuti Ramayanti, Ketua Komisi I Edi Waluyo, Anggota Komisi II Ahmad Al-Akhran, serta Anggota Komisi IV Agus Sartono, Farizal Purba, dan Derri Kusuma.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam kunjungan itu, rombongan DPRD meninjau langsung proses operasional perusahaan sekaligus menggelar dialog bersama manajemen PT Oasis Wood Industry guna memperoleh penjelasan terkait berbagai persoalan yang menjadi perhatian.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah memastikan sistem pengelolaan limbah perusahaan telah dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan.
Di bidang ketenagakerjaan, DPRD juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak-hak pekerja, terutama terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Komisi Gabungan menegaskan bahwa seluruh pekerja berhak memperoleh perlindungan jaminan sosial sebagai bagian dari pemenuhan hak normatif sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) turut menjadi pembahasan. DPRD mendorong agar PT Oasis Wood Industry dapat mengimplementasikan program CSR secara optimal, tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh masukan dan persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan.
DPRD juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap aktivitas perusahaan, guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi di bidang lingkungan hidup, ketenagakerjaan, perizinan, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat, menjamin perlindungan bagi tenaga kerja, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan. (ADV)
Sender.co.id – Gajah, dalam budaya
Majapahit mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam, serta menunjukkan
bagaimana simbolisme hewan ini berperan dalam pembentukan identitas pemiliknya.
Memiliki gajah, terutama yang besar dan kuat, menjadi indikator status sosial
yang tinggi bagi raja-raja dan bangsawan kala itu. Dengan kata lain, gajah
berfungsi sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Rakyat menganggap gajah
sebagai representasi dari kekuatan dan kebijaksanaan raja mereka. (DA)
Sender.co.id - Artis Syifa Hadju rupanya cukup sensitif dengan hal-hal yang tak kasat mata. Ia bisa merasakan jika ada entitas negatif yang mengikutinya, bahkan tak jarang kekasih El Rumi ini bisa melihat sosok makhluk gaib.
Saat berbincang dengan Om Hao sejarawan sekaligus konten kreator yang kerap membahas soal mistis, Syifa Hadju mengaku pernah merasakan dirinya kerap dikirim hal-hal gaib oleh seseorang yang tidak suka dengan dirinya.
"Aku tuh di dunia entertainment sering dikirimi sesuatu sama orang yang enggak suka gitu," kata Syifa Hadju dikutip dari YouTube Obrolan Santai, Selasa (26/11/2024).
Di kutip dari okezone.com, Bahkan ia termasuk orang yang lebih peka dibandingkan keluarga jika memang ada sosok atau hal aneh yang mengikutinya.
"Mungkin aku tuh lebih cepat ngerasa nya dibandingin keluarga aku. Aku ada ngerasain entitas, tapi aku ngerasa ini bukan sesuatu yang iseng ikuti aku atau yang biasa ada sama aku," ungkap Syifa Hadju.
Justru perempuan 24 tahun curiga bahwa bahwa entitas yang mengikuti itu bertujuan untuk mencelakakan dirinya.
"Tapi memang sesuatu yang sengaja dikirimin buat aku untuk mencelakakan aku," terang Syifa Hadju.
Kecurigaan Syifa Hadju itu dibenarkan oleh Om Hao, ia bahkan menyebut jika sosok itu hadir dan masih mengikuti Syifa Hadju.
"Dan posisinya hari ini pun dia ikut gitu, ada," ucap Om Hao.
Om Hao lalu mendekatkan telapak tangannya ke arah dahi Syifa Hadju sambil menunjuk posisi sosok tersebut. (DI)
Sender.co.id - Sebanyak 31 unit Suzuki Jimny yang tergabung dalam komunitas Jimny 74 Indonesia menggelar kegiatan touring bertajuk Explore Lampung: Gerbang Sumatera pada 11-14 Juni 2026. Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut berkumpul di Bandar Lampung sebelum memulai perjalanan menjelajahi sejumlah destinasi wisata dan jalur petualangan di Provinsi Lampung.
Pada hari pertama, Jumat (12/6/2026), rombongan memulai kegiatan offroad di kawasan perkebunan karet Trikora, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Jalur yang dilalui menghadirkan tantangan tersendiri bagi para peserta, mulai dari medan tanah hingga lintasan menyeberangi sungai. Ketua Umum Jimny 74 Indonesia, Alfonsus Richardo Adi Putranto, mengaku terkesan dengan pengalaman menjajal trek offroad di Lampung.
“Lampung luar biasa ya, ini di kebun karet, asyik. Medannya juga tadi cukup menantang yang turun ke sungai, jadi patut dikunjungi. Untuk teman-teman di Jawa harus ke sini. Ini adalah gerbang pintu Sumatera. Salam dari kami Jimny 74,” kata Alfonsus.
Memasuki hari kedua, Sabtu (13/6/2026), komunitas Jimny 74 Indonesia memasuki kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Meski perjalanan ditemani rintik hujan, para peserta tetap menikmati suasana yang semakin hangat dan menyenangkan. Momen yang paling dinantikan pun tiba saat rombongan bertemu langsung dengan gajah Sumatera. Seluruh peserta turun dari kendaraan untuk mengabadikan momen dan berfoto bersama mamalia besar yang menjadi ikon Taman Nasional Way Kambas tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi ajang silaturahmi antaranggota Jimny 74 Indonesia dari berbagai daerah. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi cara memperkenalkan pesona wisata dan kekayaan alam Lampung kepada para pecinta otomotif dari seluruh Indonesia. (dv)
Sender.co.id – Sedikitnya 18 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Jumat hingga Sabtu, 1–2 Agustus 2026. Serangan terjadi ketika upaya diplomatik untuk memperkuat gencatan senjata kembali menjadi perhatian internasional setelah Amerika Serikat mengumumkan adanya kemajuan dalam pembahasan perdamaian.
Menurut laporan, serangan menyasar beberapa lokasi di Gaza City, Deir al-Balah, dan Khan Younis. Otoritas kesehatan Palestina menyebut korban berasal dari sejumlah keluarga yang berada di rumah, apartemen, hingga tenda pengungsian. Hari tersebut menjadi salah satu hari paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Gaza.
Di Deir al-Balah, serangan dilaporkan menghantam lokasi yang menurut militer Israel digunakan oleh komandan Hamas. Sementara itu, serangan lain juga mengenai kawasan permukiman dan kamp pengungsian yang menampung warga sipil. Tim penyelamat terus melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan.
Pemerintah Israel menegaskan belum ada kesepakatan yang mengharuskan penghentian operasi militer di Gaza.
Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan pemerintah masih meragukan komitmen Hamas untuk melakukan pelucutan senjata sehingga operasi militer tetap dilakukan.
"Belum ada kesepakatan untuk menghentikan serangan," kata Eli Cohen, seperti dikutip Reuters.
Militer Israel menyatakan sejumlah serangan ditujukan kepada anggota Hamas yang dianggap mengancam pasukan Israel maupun terlibat dalam aktivitas militer.
Di sisi lain, Hamas menilai serangan tersebut menunjukkan Israel masih berupaya mengubah situasi di lapangan melalui kekuatan militer meski pembahasan perdamaian masih berlangsung.
Hamas menyatakan pihaknya telah menunjukkan fleksibilitas dalam pembahasan implementasi gencatan senjata, namun menuduh Israel terus melakukan operasi yang menghambat proses tersebut.
Utusan internasional untuk Gaza, Nickolay Mladenov, menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kembali kekerasan dan menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri agar proses implementasi perdamaian tidak gagal.
Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat merilis peta jalan (roadmap) implementasi gencatan senjata yang mencakup tahapan pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel secara bertahap, serta pembentukan pemerintahan sipil di Gaza. Namun hingga kini implementasi kesepakatan tersebut masih menghadapi berbagai perbedaan pandangan.
Sejak tercapainya gencatan senjata pada Oktober 2025, bentrokan dan serangan masih beberapa kali terjadi. Israel menyatakan operasi militer dilakukan untuk menargetkan kelompok bersenjata, sedangkan pihak Palestina menilai serangan tersebut terus menimbulkan korban sipil dan memperburuk kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Hingga kini, berbagai negara dan organisasi internasional masih mendorong kedua belah pihak agar melanjutkan implementasi kesepakatan damai guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. (it/dv)
Sender.co.id – Provinsi Lampung bersiap mencetak sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan satelit observasi bumi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembangunan daerah. Satelit bernama Lampung-1 dijadwalkan meluncur pada 5 Agustus 2026 dari Oriental Maritime Space Port di lepas pantai Provinsi Shandong, Tiongkok.
Peluncuran tersebut merupakan bagian dari misi OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan perusahaan teknologi antariksa STAR.VISION Aerospace. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan STAR.VISION yang telah dimulai sejak penandatanganan nota kesepahaman pada Mei 2025. Melalui kolaborasi tersebut, Lampung akan memperoleh akses terhadap data satelit berteknologi tinggi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Lampung-1 mengusung teknologi pencitraan hiperspektral, yaitu teknologi yang mampu menangkap ratusan spektrum cahaya sehingga dapat mengidentifikasi kondisi vegetasi, kualitas tanah, pencemaran lingkungan, hingga potensi sumber daya alam dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibanding citra satelit konvensional. Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan kecerdasan buatan (AI) sehingga proses analisis data dapat dilakukan secara otomatis dan lebih cepat.
Pemanfaatan data dari Lampung-1 nantinya diproyeksikan mendukung berbagai sektor strategis, seperti pertanian presisi, pengawasan kawasan hutan, pemantauan pesisir dan laut, mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, hingga pengembangan kebijakan berbasis data di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Selain itu, data satelit juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kalangan akademisi, peneliti, dan dunia industri.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kehadiran Lampung-1 merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan menuju sistem yang lebih modern dan berbasis data.
"Di era sekarang, keputusan yang baik harus lahir dari data yang akurat. Lampung-1 akan membantu kita melihat kondisi daerah secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih presisi, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," kata Rahmat Mirzani Djausal.
Menurut Mirza, kehadiran satelit tersebut bukan hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Dengan dukungan data yang lebih akurat, pemerintah diharapkan mampu menyusun kebijakan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Sementara itu, STAR.VISION Aerospace menjelaskan bahwa Lampung-1 merupakan bagian dari misi satelit kembar hiperspektral OSE yang dirancang untuk mendukung ekonomi kelautan, pengelolaan lingkungan, serta memperkuat kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Tiongkok. Perusahaan tersebut menyebut peluncuran Lampung-1 menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi antariksa untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Selain menjadi tonggak sejarah bagi Lampung, proyek ini juga dinilai membuka peluang bagi pemerintah daerah lain di Indonesia untuk memanfaatkan teknologi satelit dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Dengan semakin berkembangnya pemanfaatan AI dan teknologi antariksa, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai sektor pembangunan. (wg)
Sender.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai melaksanakan program pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Agustus 2026. Program ini akan diawali di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali, sebelum diperluas secara bertahap ke wilayah lain.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, mengatakan pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat pencegahan infeksi HPV dan mendukung upaya eliminasi kanker leher rahim di Indonesia.
"Vaksin HPV untuk anak laki-laki dilakukan sebagai bagian dari eliminasi kanker leher rahim pada perempuan. Anak laki-laki juga dapat menjadi pembawa virus HPV sehingga imunisasi diharapkan dapat menekan penularan di masyarakat," ujar Indri, Selasa (4/8/2026).
Program ini menyasar anak laki-laki kelas 5 SD atau sederajat di tiga provinsi tersebut. Sementara itu, imunisasi HPV bagi anak perempuan tetap dilanjutkan melalui program BIAS seperti tahun-tahun sebelumnya.
Indri menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi bagi anak laki-laki dilakukan secara bertahap. Salah satu syarat perluasan program adalah cakupan vaksinasi HPV pada anak perempuan di suatu wilayah telah mencapai minimal 90 persen.
"Untuk pelaksanaan HPV bagi anak laki-laki memang belum diterapkan di seluruh Indonesia. Program akan diperluas apabila cakupan vaksinasi anak perempuan di wilayah tersebut sudah mencapai 90 persen," jelasnya.
Kemenkes menargetkan program imunisasi HPV bagi anak laki-laki dapat diperluas secara bertahap hingga berlaku secara nasional pada 2029.
Selama ini, vaksin HPV lebih dikenal sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim pada perempuan. Namun, virus HPV juga dapat menyebabkan berbagai penyakit pada laki-laki, seperti kanker penis, kanker anus, kanker orofaring (tenggorokan), serta kutil kelamin. Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendorong perluasan vaksinasi HPV di sejumlah negara sebagai langkah pencegahan penularan virus.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 99 persen kasus kanker leher rahim berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Melalui perluasan imunisasi kepada anak laki-laki, pemerintah berharap rantai penyebaran virus dapat ditekan sehingga perlindungan terhadap masyarakat menjadi lebih optimal.
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat program imunisasi nasional sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan bagi anak-anak Indonesia. (it/dv)
Sender.co.id – Kasus penebangan 10 pohon peneduh di kawasan Jalan LL RE Martadinata atau Jalan Riau, Kota Bandung, menuai sorotan tajam. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan bagaimana penebangan pohon-pohon berukuran besar itu bisa terjadi tanpa diketahui aparat maupun pejabat di wilayah setempat. Menurutnya, peristiwa tersebut mengindikasikan adanya kelalaian hingga dugaan pembiaran dalam sistem pengawasan.
Pohon-pohon yang ditebang berada di trotoar depan kawasan usaha Padel SixNine Coffee & Dining. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Pemerintah Kota Bandung, sebanyak 10 pohon mahoni ditebang tanpa izin. Bekas batang pohon bahkan disebut telah ditutup menggunakan cor dan aspal. Kasus tersebut kini ditangani pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan pelanggaran pidana maupun administratif.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penebangan pohon dalam jumlah besar di kawasan pusat Kota Bandung tidak mungkin terjadi tanpa diketahui aparat di lapangan. Ia menilai pengawasan seharusnya dilakukan oleh berbagai unsur pemerintahan, mulai dari petugas kebersihan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga aparatur kewilayahan.
"Masa orang nebang 10 pohon nggak ketahuan? Ada petugas di situ, ada tukang sapu, ada pengawas, ada Satpol PP lewat tiap hari, ada pegawai Dinas Perhubungan, ada lurah, ada camat, ada RT, ada RW," kata Dedi Mulyadi.
Selain meminta proses hukum terhadap pelaku penebangan tetap berjalan, Dedi juga mendesak agar evaluasi dilakukan terhadap jajaran birokrasi yang bertugas mengawasi kawasan tersebut. Ia meminta Wali Kota Bandung tidak hanya fokus pada pelaku, tetapi juga menjatuhkan sanksi kepada aparatur yang dinilai lalai menjalankan tugasnya.
"Lurahnya kasih sanksi, Camatnya kasih sanksi, Kepala Dinas Lingkungan Hidupnya kasih sanksi. Artinya itu ada kelalaian, ada pembiaran," tegas Dedi.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan penyelidikan terhadap kasus tersebut telah berlangsung sejak akhir Juni 2026. Ia menyebut dugaan pelanggaran kini meningkat dari pelanggaran ringan menjadi pelanggaran berat. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penebangan pohon diduga berkaitan dengan aktivitas operasional tempat usaha yang berada di belakang deretan pohon tersebut. Namun, Farhan belum mengungkap identitas pihak yang telah diperiksa karena proses penegakan hukum masih berjalan.
Farhan juga menegaskan bahwa pelaku penebangan dapat dijerat ketentuan pidana sesuai aturan perlindungan lingkungan hidup. Pemerintah Kota Bandung telah menyegel lokasi dan mengumpulkan berbagai dokumen serta keterangan saksi sebagai bagian dari proses penyidikan.
Kasus ini memicu perhatian luas karena Jalan Riau merupakan salah satu kawasan ikonik di Kota Bandung yang dikenal memiliki deretan pohon peneduh berusia puluhan tahun. Banyak warga menilai hilangnya pohon-pohon tersebut tidak hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga berdampak terhadap kualitas lingkungan dan ruang terbuka hijau. Pemerintah Kota Bandung memastikan proses hukum akan terus berjalan sembari melakukan evaluasi terhadap pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang. (wg)
Sender.co.id - Sorak penonton memenuhi arena Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026). Di antara deru mesin dan kepulan asap ban yang membakar aspal, ada satu nama yang menyita perhatian publik Lampung Selatan: Widyya Turro.
Bukan karena ia datang sebagai unggulan nasional. Justru sebaliknya, Widyya hadir sebagai wajah baru, talenta muda lokal yang untuk pertama kalinya dipercaya tampil di Indonesian Drift Series (IDS) 2026, kompetisi drift bergengsi tingkat nasional.
Bagi perempuan muda asal Kalianda itu, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah panggung pembuktian.
Untuk pertama kalinya, seorang putri daerah Lampung Selatan mendapat dukungan sponsor untuk turun langsung di lintasan resmi, beradu kemampuan dengan para drifter nasional yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.
“Ini pertama kali saya ikut lomba drift. Rasanya sangat menegangkan, tapi sekaligus bangga karena bisa mewakili Lampung Selatan di event nasional,” ujar Widyya.
Sebelum tampil di IDS, Widyya menjalani latihan intensif selama dua bulan. Setiap sesi latihan ia jalani dengan satu tekad, membuktikan bahwa pembalap lokal juga layak berdiri sejajar dengan nama-nama besar di dunia drifting nasional.
Tantangan itu tidak ringan. Drift bukan sekadar memacu kendaraan cepat, tetapi soal keberanian, presisi, dan kendali penuh di tengah tekanan.
Namun justru di sanalah Widyya menemukan gairahnya.
Menariknya, dunia drift bukanlah arena pertama yang ia kenal.
Widyya sebelumnya lebih akrab dengan balap drag, lintasan lurus yang menuntut kecepatan murni. Namun sebuah ajakan untuk mencoba drifting justru mengubah arah perjalanannya.
“Aku awalnya memang suka drag race. Tapi waktu ditawari latihan drift, ternyata rasanya berbeda. Lebih menantang, lebih seru,” katanya.
Meski baru setahun terjun di dunia balap dan baru sekali mengikuti kompetisi drag race, Widyya mengaku langsung jatuh cinta pada atmosfer motorsport.
“Memang seseru itu dunia balap mobil,” ucapnya sambil tersenyum.
Keikutsertaan Widyya di IDS 2026 membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil di lintasan.
Ia menjadi simbol bahwa Kabupaten Lampung Selatan tidak kekurangan talenta muda, termasuk di cabang olahraga otomotif yang selama ini kerap didominasi nama-nama besar dari kota besar.
Di tengah geliat sport tourism yang sedang dibangun melalui ajang IDS di Way Handak Expo, kehadiran Widyya memberi dimensi baru, bahwa event nasional ini bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka ruang lahirnya atlet lokal.
Dan bagi banyak anak muda di Kabupaten Lampung Selatan, kisah Widyya adalah pesan sederhana namun kuat, mimpi besar bisa dimulai dari daerah sendiri.
Di lintasan Way Handak, Widyya mungkin sedang belajar menghadapi lawan-lawan besar. Namun bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, ia sudah memenangkan sesuatu yang jauh lebih penting: kebanggaan.
Seorang dara muda dari Kalianda kini berdiri di lintasan nasional, membuktikan bahwa putri daerah pun mampu melaju kencang, berani, dan percaya diri di panggung Indonesia. (red)
Sender.co.id - Tren staycation dengan konsep private luxury stay kian diminati wisatawan yang menginginkan pengalaman menginap lebih eksklusif dan tenang. Tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga soal lokasi dan panorama yang menjadi nilai utama.
Di Lampung Selatan, pengalaman tersebut dapat ditemukan di Marina by The Cliff, penginapan yang berdiri tepat di atas tebing kawasan Pantai Marina dan menawarkan pemandangan laut lepas tanpa batas.
Marina by The Cliff berada di Desa Merak Belatung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Kawasan Pantai Marina sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di wilayah tersebut. Lokasinya berjarak sekitar 63 hingga 64 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 20 menit, sehingga relatif mudah dijangkau untuk liburan akhir pekan.
Sesuai namanya, penginapan ini mengusung konsep cliff view dengan posisi tepat di atas tebing. Tamu dapat menikmati suasana laut sejak pagi hari yang tenang hingga momen matahari terbenam yang memukau langsung dari area vila.
Pengelola Pantai Marina Lampung, Nike Hermansyah, mengatakan bahwa konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
“Marina by The Cliff kami siapkan sebagai pengalaman menginap dengan view terbaik di kawasan Pantai Marina, sehingga tamu benar benar bisa menikmati suasana laut dari ketinggian,” ujarnya.
Marina by The Cliff dilengkapi dua kamar tidur dengan total empat king bed. Tersedia pula dua kamar mandi lengkap dengan perlengkapan mandi, ruang keluarga yang nyaman, serta dapur dengan fasilitas lengkap untuk menunjang kebutuhan selama menginap.
Fasilitas tersebut membuat penginapan ini cocok untuk liburan keluarga, honeymoon, maupun staycation bersama sahabat.
Salah satu daya tarik utama adalah keberadaan plunge pool privat yang langsung menghadap laut lepas. Tamu dapat berendam santai sambil menikmati angin pantai dan panorama biru yang terbentang luas.
Untuk tarif menginap, harga yang ditawarkan sebesar Rp4,5 juta per malam pada hari biasa dan Rp5 juta per malam saat akhir pekan.
Dengan konsep eksklusif dan panorama alam yang kuat, Marina by The Cliff menjadi salah satu pilihan akomodasi premium di kawasan Pantai Marina, Lampung Selatan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi @marinabythecliff. (dv)
Sender.co.id – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Kalianda resmi melaksanakan hari pertama kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada Senin (20/07/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di dua sekolah mitra, yakni SD Aisyiyah Kalianda dan SD Aisyiyah Candipuro, sebagai langkah awal mahasiswa dalam mengenal lingkungan sekolah sekaligus mengimplementasikan ilmu kependidikan yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Pada pelaksanaan hari pertama, mahasiswa disambut oleh pihak sekolah dan diperkenalkan dengan lingkungan, tenaga pendidik, serta berbagai aktivitas akademik yang berlangsung di masing-masing sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan budaya sekolah, memahami administrasi pembelajaran, serta mengamati proses belajar mengajar sebagai bekal dalam pelaksanaan praktik selanjutnya.
Di SD Aisyiyah Kalianda, kegiatan PLP didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Annisa Yola Safarina, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, di SD Aisyiyah Candipuro, pendampingan dilakukan oleh Maharani Fadhiyah Haifani, S.Pd., M.Pd. Kehadiran dosen pembimbing di hari pertama menjadi bentuk dukungan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan PLP.
Dosen Pembimbing Lapangan SD Aisyiyah Kalianda, Annisa Yola Safarina, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan PLP bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi menjadi proses pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dunia pendidikan secara langsung.
"Hari pertama merupakan tahapan penting bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga sekolah serta menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja sebagai calon pendidik. Saya berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengamati, dan menunjukkan sikap profesional selama menjalankan PLP," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan SD Aisyiyah Candipuro, Maharani Fadhiyah Haifani, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi pedagogik maupun karakter sebagai calon guru.
"PLP menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di sekolah. Selain kemampuan mengajar, mahasiswa juga perlu membangun etika, tanggung jawab, dan kemampuan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah," ungkapnya.
Melalui pelaksanaan hari pertama ini, mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kalianda diharapkan mampu beradaptasi dengan baik serta memperoleh pengalaman yang berharga dalam memahami dinamika kehidupan sekolah. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk calon guru sekolah dasar yang profesional, kompeten, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah. (*)
Sender.co.id - Seorang pria berinisial MA (19) diamankan polisi setelah diduga menusuk dua orang menggunakan senjata tajam dalam peristiwa yang terjadi di kawasan BHC Siger Park, Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu (27/5/2026) malam.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan pengembalian kartu SIM antara korban perempuan berinisial DE (21) dengan seorang perempuan berinisial KL. Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban terus berupaya meminta kartu SIM miliknya dikembalikan meski komunikasi antara keduanya sebelumnya telah terputus.
Kapolsek KSKP Bakauheni Iptu Fransiskus Yepta Terang Ginting menjelaskan, KL bersama MA kemudian mendatangi rumah korban untuk mengembalikan kartu SIM tersebut. Namun saat tiba di lokasi, korban tidak berada di rumah sehingga kartu SIM dititipkan kepada kerabat korban.
Setelah itu, KL dan MA melanjutkan perjalanan menuju arah Kalianda. Dalam perjalanan, keduanya diduga berpapasan dengan korban DE yang saat itu bersama saksi AA. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling kejar yang berujung keributan di kawasan Pos Security BHC Siger Park Bakauheni.
Menurut keterangan polisi, perkelahian terjadi antara para pihak yang terlibat. Dalam laporan awal kepolisian disebutkan MA diduga mengambil pisau yang dibawanya saat berada dalam posisi terdesak.
“Dikarenakan pelaku dalam posisi terdesak lalu pelaku mengambil pisau dari pinggangnya yang kemudian diayunkan sebanyak lima kali hingga korban terluka,” demikian tertulis dalam laporan resmi kepolisian.
Akibat kejadian tersebut, DE mengalami luka tusuk pada bagian dada kiri dengan kedalaman sekitar empat sentimeter. Sementara korban lainnya, MZR (16), mengalami luka robek pada beberapa jari tangan kanan hingga harus mendapatkan 28 jahitan.
Kedua korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Bakauheni sebelum dirujuk ke RSUD Dr H Bob Bazar SKM Kalianda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Polisi yang menerima laporan keributan sekitar pukul 21.00 WIB langsung mendatangi lokasi dan mengamankan MA tidak jauh dari tempat kejadian. Dari tangan pelaku, petugas menyita satu bilah pisau atau badik, kendaraan milik pelaku dan korban, sejumlah telepon genggam, serta barang bukti lainnya.
Kapolsek KSKP Bakauheni menyatakan MA saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membawa dan menggunakan senjata tajam dalam peristiwa tersebut.
Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut setelah ditemukan senjata tajam lain yang disebut milik salah seorang saksi.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun enam bulan. (dv)
Sender.co.id - Elon Musk melalui platform X memperkenalkan aplikasi pesan instan baru bernama XChat yang disiapkan sebagai pesaing WhatsApp dan layanan serupa. Aplikasi ini dijadwalkan meluncur pada Jumat (17/4/2026) dan akan tersedia lebih dulu untuk pengguna iPhone dan iPad.
XChat menjadi bagian dari ambisi Musk untuk mengembangkan X sebagai “super app” yang menggabungkan berbagai layanan dalam satu platform. Ia sebelumnya menegaskan ingin menghadirkan sistem komunikasi yang lebih aman dan privat dalam satu ekosistem terpadu.
XChat hadir sebagai aplikasi terpisah yang fokus pada komunikasi privat dengan sejumlah fitur unggulan. Fitur tersebut antara lain enkripsi end-to-end (E2EE), panggilan suara dan video lintas perangkat, pengiriman file, hingga kemampuan mengedit dan menghapus pesan. Musk juga menekankan bahwa keamanan pengguna menjadi prioritas utama dalam pengembangan aplikasi ini.
Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi fitur keamanan tambahan seperti pesan yang dapat hilang otomatis serta pemblokiran tangkapan layar untuk menjaga privasi pengguna. XChat bahkan disebut tidak menyertakan iklan maupun pelacakan aktivitas pengguna.
Aplikasi ini telah tersedia dalam tahap pra-pemesanan di App Store sebelum resmi dirilis. XChat juga memungkinkan pengguna membuat grup percakapan dengan kapasitas besar, mencapai ratusan anggota.
Pengembangan XChat sendiri telah direncanakan sejak 2025, ketika Musk menyatakan ingin membangun sistem komunikasi baru dengan standar enkripsi yang lebih kuat. Alih-alih hanya memperbarui fitur pesan di dalam aplikasi X, perusahaan akhirnya merilis XChat sebagai aplikasi mandiri.
Kehadiran XChat dinilai menjadi langkah strategis Elon Musk dalam menantang dominasi aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal, sekaligus memperkuat ekosistem digital X sebagai platform terpadu. (wg/dv)
Sender.co.id – Polemik dugaan perekaman tanpa persetujuan terhadap seorang usher di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi perhatian publik setelah video tersebut viral di media sosial. Konten yang menampilkan interaksi antara seorang kreator dengan usher itu memicu perdebatan mengenai batas privasi, etika pembuatan konten di ruang publik, hingga aspek hukum penggunaan wajah seseorang tanpa izin.
Kasus bermula ketika seorang usher mengaku sedang bertugas melayani pengunjung di salah satu stan pameran GIIAS 2026. Menurut pengakuannya, percakapan yang awalnya berkaitan dengan penjelasan produk kemudian berlanjut ke pembicaraan pribadi. Belakangan, ia mengetahui seluruh interaksi tersebut direkam menggunakan kamera tersembunyi dan diunggah ke media sosial dengan narasi bertema "cara mendekati perempuan di pameran".
Korban menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan untuk direkam maupun dijadikan objek utama konten. Ia mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Setelah mengetahui videonya beredar, korban menghubungi kreator konten untuk meminta agar video tersebut diturunkan. Menurut pengakuannya, permintaan tersebut sempat ditolak dengan alasan perekaman dilakukan di ruang publik. Korban juga mengungkap dugaan adanya permintaan biaya apabila video ingin dihapus, meski klaim tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.
Kreator konten yang menjadi sorotan kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Ia mengaku tidak memiliki niat merugikan siapa pun dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat konten di masa mendatang.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa tindakan merekam seseorang secara diam-diam tanpa persetujuan, kemudian menjadikannya objek utama konten untuk kepentingan komersial maupun popularitas, merupakan tindakan yang tidak beretika dan berpotensi melanggar hukum.
"Tindakan merekam seseorang secara diam-diam (candid) tanpa consent (izin), apalagi dijadikan materi konten untuk kepentingan komersial atau popularitas di media sosial, adalah perbuatan yang tidak beretika dan melanggar hukum," ujar Habiburokhman dalam keterangannya.
Menurut Habiburokhman, korban memiliki hak untuk melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum apabila merasa dirugikan. Ia menjelaskan, dugaan pelanggaran dapat dikaji berdasarkan sejumlah ketentuan hukum, termasuk perlindungan hak atas privasi, penggunaan potret seseorang, hingga ketentuan lain yang relevan sesuai hasil penyelidikan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum, mengingatkan bahwa meskipun perekaman dilakukan di ruang publik, penggunaan wajah seseorang sebagai objek utama konten tetap harus memperhatikan hak privasi dan persetujuan dari pihak yang direkam, terlebih jika konten tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan ekonomi atau membangun popularitas. (wg)
Sender.co.id - Merek Aletra resmi diperkenalkan di Indonesia. Merek ini berfokus kepada model mobil listrik dan saat ini hanya ada satu model yang dipasarkan di Indonesia, yakni Aletra L8 EV dan hadir dalam dua varian
Di Indonesia, Aletra bekerja sama dengan PT Sinar Armada Globalindo (SAG) untuk memasarkan produknya. SAG sendiri sudah bekerja sama dengan Livan Auto yang merupakan anak perusahaan Geely sejak tahun 2023
Seperti diketahui sebelumnya, Aletra semacam perpanjangan tangan dari Geely untuk hadir di Indonesia. Dan Aletra L8 EV Mengambil basis dari Geely Jiaji versi EV yaitu Livan Maple 80v.
Lawan tangguh dari BYD M6 ini hadir dalam dua varian, yakin L8 dan juga L8S. Varian L8 merupakan versi Short Range dengan baterai berkapasitas 50,4 kWh dengan range 431 km CLTC. Motor listriknya memiliki tenaga 161 hp serta torsi 240 Nm. Sedangkan L8S memiliki kapasitas baterai 64,74 kWh dengan range 540 km CLTC. Sedangkan motor listriknya memiliki output tenaga yang sama dengan varian L8.
Aletra L8 dijual dengan harga mulai dari Rp 415 juta khusus event GJAW 2024 dan termahalnya dipasarkan dijual dengan harga Rp 458 juta. (AR)
Sender.co.id – Atlet taekwondo Indonesia Andi Sultan sukses mempersembahkan medali emas pada nomor Poomsae Freestyle Individual Men Over 17 dalam ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi kontingen Merah Putih pada hari kedua penyelenggaraan nomor poomsae.
Andi Sultan memastikan gelar juara setelah mencatatkan skor 8,540 poin pada babak final. Raihan tersebut mengantarkannya naik ke podium tertinggi sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih di hadapan peserta dari puluhan negara yang ambil bagian dalam kejuaraan berlevel World Taekwondo (WT) G2 tersebut.
Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 digelar pada 1–5 Agustus 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Ajang ini menjadi salah satu turnamen internasional paling bergengsi di kawasan Asia sekaligus bagian dari perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia Taekwondo.
Kemenangan Andi Sultan melengkapi dominasi Indonesia pada nomor poomsae. Berdasarkan rekapitulasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), tuan rumah menutup pertandingan poomsae dengan total 18 medali, terdiri dari 7 emas, 4 perak, dan 7 perunggu.
Selain emas dari Andi Sultan, enam medali emas lainnya diraih oleh:
Supratino Djoko – Individual Male Over 65
Rhozy Muhammad Harfizh Fachriur – Individual Male Under 30
Harsono Daniel – Individual Male Under 50
A. Md Ridwan – Individual Male Under 65
Rochmah IR. Siti – Individual Female Under 60
A.K. Nathania / A. Hannayaka – Pair Under 30
Pada hari kedua, Indonesia juga menambah satu medali perak melalui nomor Men Team Under 30, serta empat medali perunggu dari nomor Women Team Under 30, Freestyle Individual Female Over 17, dan Freestyle Individual Male Over 17.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, sebelumnya menyatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan kepercayaan besar dari Asian Taekwondo Union (ATU) dan World Taekwondo (WT) kepada Indonesia.
"Kepercayaan dari Asian Taekwondo Union dan World Taekwondo untuk Indonesia merupakan kehormatan yang sangat besar. Ini membuktikan bahwa Indonesia dipercaya menjadi bagian penting dalam perkembangan taekwondo dunia," ujar Richard Tampubolon dalam keterangan resmi PBTI.
Ia juga menambahkan bahwa kejuaraan internasional tersebut tidak hanya menjadi wadah peningkatan prestasi atlet nasional, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui sektor sport tourism, perhotelan, transportasi, hingga UMKM.
Setelah nomor poomsae selesai dipertandingkan pada 2 Agustus, kejuaraan berlanjut ke nomor kyorugi (tarung) yang berlangsung pada 3–5 Agustus 2026. Ratusan atlet dari berbagai negara masih akan bersaing memperebutkan medali pada kategori senior putra dan putri.
Prestasi Andi Sultan menjadi penutup manis bagi perjuangan tim poomsae Indonesia sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan taekwondo di Asia, khususnya pada nomor seni (poomsae). (it/dv)
Sender.co.id - Berjarak delapan tahun dari versi pertama, Moana 2 hadir membawa kisah kelanjutan sang putri suku Polinesia yang tak kenal takut. Kali ini, Moana 2 juga menghadirkan sejumlah karakter baru.
Tak ketinggalan, sederet lagu-lagu juga jadi pemanis film rilisan Walt Disney Animation Studios ini dengan lagu hits Beyond, menggantikan How Far I'll Go yang ada di film pertama.
Berikut sinopsis Moana 2.
Tiga tahun sejak Moana berhasil melewati batas karang dan mengembalikan jantung dewi alam Te Fiti, Moana didatangi oleh leluhurnya yang bernama Tautai Vasa, dikutip CNN.
Tautai merupakan mereka yang dianggap berjasa berjuang membuka jalan menyatukan pulau-pulau Oseania. Moana yang sering bepergian untuk menemukan penghuni lain pun diberi gelar serupa oleh desanya.
Tautai Vasa berpesan kepada Moana untuk menemukan pulau terkutuk, Motufetu. Motufetu konon punya peran penting, tapi dikutuk dengan ditenggelamkan oleh dewa bernama Nalo.
Sadar bahaya akan Motufetu, Moana tetap ingin berangkat. Namun kali ini, Moana didera rasa takut, tak seperti saat dulu kala. Hal ini karena Moana sudah memiliki seorang adik perempuan.
SISTERS -- In Walt Disney Animation Studios’ all-new feature film “Moana 2,” Moana embarks on an expansive new voyage to the far seas of Oceania—but she’ll surely miss her litter sister, Simea. Featuring the voices Auli‘i Cravalho as Moana and Khaleesi Lambert-Tsuda as Simea, the all-new feature film opens in theaters on Nov. 27, 2024. © 2024 Disney Enterprises, Inc. All Rights Reserved.Sinopsis Moana 2: Moana sudah memiliki seorang adik perempuan. (Disney)
Adiknya itu bernama Simea. Simea terlihat sangat overprotective terhadap Moana yang bepergian terus. Namun itu bentuk cinta Simea yang begitu besar, sama seperti cinta Moana untuk Simea.
Pilihan Redaksi
Josh Brolin Cerita Bikin Marah James Cameron Usai Tolak Main di Avatar
Bioskop Baru Khusus Film Indonesia Bakal Buka di 17 Kabupaten
Joko Anwar Ungkap 4 Film Baru Come and See Pictures, Rilis Mulai 2025
Melalui saran ibunda dan berbekal tanggung jawab yang besar, Moana membentuk sekelompok kru kapal untuk pergi mencari Motufetu. Dirinya mengikuti perkataan Tautai Vasa untuk mengikuti "api di langit."
Perjalanan dengan berbagai macam karakteristik berbeda itu berjalan sangat rumit. Saat tim tersebut sudah rukun, mereka dipertemukan dengan Kakamora yang merupakan kelompok perompak berbentuk kelapa.
Dalam perjalanan, mereka tanpa sengaja juga bertemu Maui yang ternyata adalah tawanan dewi Matangi.
Saat perjalanan hampir mencapai Motufetu, bahaya sesungguhnya semakin terlihat jelas mendekat. Keberanian dan tekad Moana, Maui, serta krunya pun semakin diuji oleh Nalo.
Moana 2 merupakan sekuel langsung dari film animasi Moana yang dirilis pada 2016. Naskah Moana 2 masih ditulis oleh Jared Bush yang kini dibantu oleh Dana Ledoux Miller.
Miller juga ikut duduk di kursi sutradara bersama David Derrick Jr. dan Jason Hand. Moana 2 sekaligus jadi karya debut Miller sebagai sutradara.
Moana 2 kembali dibintangi oleh para bintang sebelumnya, yakni Auliʻi Cravalho, Dwayne Johnson, Temuera Morrison, Nicole Scherzinger, Rachel House, dan Alan Tudyk.
Namun kali ini, Moana 2 membawa pemeran baru, yakni Khaleesi Lambert-Tsuda, Rose Matafeo, David Fane, Hualālai Chung, Awhimai Fraser, dan Gerald Ramsey.
Moana 2 semula digarap untuk menjadi serial panjang dan tayang di Disney+. Namun kemudian rencana itu diubah untuk menjadi film bioskop pada Februari 2024.
Mark Mancina yang menggarap lagu dan lirik untuk film pertama kembali digandeng. Namun posisi Lin-Manuel Miranda diganti oleh Abigail Barlow dan Emily Bear.
Moana 2 dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 November 2024. (AF)
Sender.co.id - Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pola konsumsi yang lebih memperhatikan kandungan gizi, kesegaran bahan, hingga cara penyajian kini mulai menjadi perhatian, termasuk di daerah seperti Kalianda.
Namun di tengah tren tersebut, pilihan jajanan sehat yang mudah dijangkau masih tergolong terbatas. Kondisi ini yang kemudian mendorong lahirnya berbagai inovasi kuliner berbasis healthy food, salah satunya melalui kehadiran FruitLpg di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.
Brand kuliner ini resmi dibuka pada 18 Agustus 2024 dan menjadi pelopor sekaligus satu satunya yang fokus menghadirkan jajanan sehat di wilayah tersebut. Kehadirannya membawa alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan enak tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Di balik FruitLpg, ada sosok Tasya Aurel yang membawa misi edukasi kepada masyarakat. Ia ingin menunjukkan bahwa makanan sehat tidak harus mahal dan tetap bisa dinikmati oleh semua kalangan.
“Tujuan utamanya adalah mengedukasi bahwa hidup sehat bisa dimulai dari hal sederhana, termasuk dari apa yang kita konsumsi setiap hari,” ujarnya.
Mengusung branding sebagai Healthy Food Center No.1 di Kalianda, FruitLpg hadir dengan konsep store bernuansa pink yang estetik dan kekinian, menyasar generasi muda yang kini mulai peduli dengan gaya hidup sehat. Store ini berlokasi di Jl. Kusuma Bangsa No.18, Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung dan beroperasi setiap hari pukul 08.00 hingga 19.00 WIB.
Dari segi menu, FruitLpg menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman sehat. Mulai dari smoothies seperti Ban Berry dan Berry Bliss, hingga makanan seperti salad sayur dan fruit salad dengan buah segar.
Selain itu tersedia juga dessert sehat seperti choco fruit dengan cokelat premium, serta menu andalan mango sticky rice atau mantan yang menjadi favorit pelanggan. Menu creamy lychee juga hadir sebagai pilihan signature dengan cita rasa khas dan stok terbatas.
Seluruh menu dibanderol dengan harga terjangkau mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000 sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.
Melalui konsep yang diusung, FruitLpg tidak hanya menjadi tempat jajan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat Kalianda. (tf/dv)
Sender.co.id – Tidak semua perusahaan lahir dari
kota-kota besar. Sebagian justru tumbuh dari daerah yang selama bertahun-tahun
lebih sering menjadi pasar daripada pusat lahirnya gagasan baru.
Hal yang sama pernah terjadi pada industri kreatif. Selama bertahun-tahun,
Jakarta, Bandung, dan Surabaya dikenal sebagai pusat pertumbuhan berbagai
agensi kreatif, rumah produksi, hingga perusahaan digital. Sementara di banyak
daerah, layanan kreatif masih dipandang sebagai pelengkap, bukan sebagai bagian
penting dalam pertumbuhan sebuah bisnis.
Padahal, perubahan perilaku masyarakat telah mengubah cara sebuah usaha
berkembang. Produk yang baik tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas. Di
era digital, sebuah merek membutuhkan identitas, cerita, strategi komunikasi,
dan kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka.
Di Lampung, kebutuhan tersebut mulai tumbuh seiring meningkatnya kesadaran pelaku
usaha, instansi pemerintah, hingga berbagai organisasi terhadap pentingnya
branding dan komunikasi. Namun ketika permintaan mulai meningkat, jumlah pelaku
industri yang mampu memberikan layanan secara profesional masih relatif
terbatas. Di tengah ruang yang belum banyak terisi itulah muncul peluang untuk
membangun sesuatu yang berbeda.
Berangkat dari keyakinan bahwa kreativitas dapat menjadi penggerak pertumbuhan
bisnis, sekelompok anak muda di Lampung Selatan mulai merintis sebuah perusahaan
yang tidak hanya menawarkan jasa kreatif, tetapi juga membangun cara baru dalam
mendampingi pelaku usaha. Dari gagasan tersebut kemudian lahir Arauscorp, yang
berkembang sebagai creative holding company dengan berbagai lini usaha di
bidang industri kreatif, media, dan sektor pendukung lainnya.
Di balik perjalanan tersebut adalah Divson Zulfansyah. Baginya, membangun
industri kreatif bukan sekadar menghasilkan karya visual yang menarik,
melainkan menciptakan ruang agar lebih banyak pelaku usaha daerah mampu
berkembang melalui kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang tepat.
Perjalanan itu tidak dimulai dari modal yang besar ataupun peralatan yang
lengkap. Semuanya berawal dari sebuah keyakinan sederhana bahwa kemampuan
selalu lebih bernilai daripada keterbatasan, dan bahwa sebuah perusahaan yang
kuat hanya dapat lahir ketika dibangun di atas gagasan yang lebih besar
daripada dirinya sendiri.
Hal yang sama pernah terjadi pada industri kreatif. Selama bertahun-tahun, Jakarta, Bandung, dan Surabaya dikenal sebagai pusat pertumbuhan berbagai agensi kreatif, rumah produksi, hingga perusahaan digital. Sementara di banyak daerah, layanan kreatif masih dipandang sebagai pelengkap, bukan sebagai bagian penting dalam pertumbuhan sebuah bisnis.
Padahal, perubahan perilaku masyarakat telah mengubah cara sebuah usaha berkembang. Produk yang baik tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas. Di era digital, sebuah merek membutuhkan identitas, cerita, strategi komunikasi, dan kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka.
Di Lampung, kebutuhan tersebut mulai tumbuh seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga berbagai organisasi terhadap pentingnya branding dan komunikasi. Namun ketika permintaan mulai meningkat, jumlah pelaku industri yang mampu memberikan layanan secara profesional masih relatif terbatas. Di tengah ruang yang belum banyak terisi itulah muncul peluang untuk membangun sesuatu yang berbeda.
Berangkat dari keyakinan bahwa kreativitas dapat menjadi penggerak pertumbuhan bisnis, sekelompok anak muda di Lampung Selatan mulai merintis sebuah perusahaan yang tidak hanya menawarkan jasa kreatif, tetapi juga membangun cara baru dalam mendampingi pelaku usaha. Dari gagasan tersebut kemudian lahir Arauscorp, yang berkembang sebagai creative holding company dengan berbagai lini usaha di bidang industri kreatif, media, dan sektor pendukung lainnya.
Di balik perjalanan tersebut adalah Divson Zulfansyah. Baginya, membangun industri kreatif bukan sekadar menghasilkan karya visual yang menarik, melainkan menciptakan ruang agar lebih banyak pelaku usaha daerah mampu berkembang melalui kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang tepat.
Perjalanan itu tidak dimulai dari modal yang besar ataupun peralatan yang lengkap. Semuanya berawal dari sebuah keyakinan sederhana bahwa kemampuan selalu lebih bernilai daripada keterbatasan, dan bahwa sebuah perusahaan yang kuat hanya dapat lahir ketika dibangun di atas gagasan yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
Setiap perjalanan memiliki titik awal. Namun, tidak semua titik awal hadir dalam bentuk keputusan besar. Ada kalanya sebuah perjalanan dimulai dari langkah sederhana yang kemudian mengubah arah kehidupan seseorang.
Bagi Divson Zulfansyah, titik awal itu terjadi pada 2006. Saat usianya masih delapan tahun, keluarganya memutuskan meninggalkan Bumi Dipasena, Kabupaten Tulang Bawang, dan kembali menetap di Lampung Selatan, kampung halaman kedua orang tuanya.
Sebelumnya, kedua orang tuanya menggantungkan kehidupan sebagai petambak plasma di kawasan tambak milik PT Dipasena Citra Darmaja. Seperti banyak keluarga petambak pada masa itu, perubahan kondisi kehidupan membuat mereka memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran dan memulai babak baru bersama keluarga.
Bagi Divson, perpindahan tersebut menjadi pengalaman yang membentuk banyak hal. Lampung Selatan bukan sekadar tempat tinggal baru, tetapi ruang tempat ia tumbuh, belajar, membangun pertemanan, hingga mengenal lingkungan yang kelak menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri Kekiling, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kalianda. Ketika memasuki jenjang sekolah menengah kejuruan, ia memilih Jurusan Teknik Audio Video di SMK Negeri 2 Kalianda dan lulus pada 2016.
Pilihan tersebut lahir dari ketertarikannya terhadap dunia elektronik, audio, dan visual. Namun seiring waktu, ketertarikan itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas. Ia mulai melihat bahwa teknologi bukan hanya tentang perangkat, tetapi juga tentang bagaimana sebuah gagasan dapat disampaikan melalui gambar, suara, dan cerita yang mampu menjangkau banyak orang.
Minat tersebut terus tumbuh selama masa sekolah. Tanpa disadari, pengalaman-pengalaman sederhana yang ia jalani di Lampung Selatan menjadi bekal awal untuk memahami dunia yang kelak menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Dari sana, sebuah kesempatan baru kemudian datang melalui dunia penyiaran, membuka jalan yang mempertemukannya dengan industri kreatif untuk pertama kalinya.
Selepas menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 2 Kalianda pada 2016, Divson Zulfansyah tidak langsung memiliki gambaran akan menjadi seorang entrepreneur. Saat itu, fokus utamanya sederhana: terus belajar dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.
Kesempatan pertama hadir melalui dunia penyiaran. Sebelumnya, ketika masih duduk di bangku SMK, Divson mengikuti program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Radar Lampung TV. Pengalaman tersebut menjadi pertemuan pertamanya dengan industri media, tempat ia melihat bagaimana sebuah informasi diproduksi, dikemas, dan disampaikan kepada masyarakat melalui kerja sama banyak orang di balik layar.
Tidak lama setelah lulus, ia direkrut sebagai staf produksi Saburai TV, televisi lokal di bawah naungan Radar Lampung Group. Bersamaan dengan itu, Radar Lampung Group juga memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa di Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Kalianda, yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Kalianda.
Bagi Divson, kesempatan tersebut bukan sekadar jalan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga ruang untuk memahami bagaimana sebuah organisasi bekerja. Rutinitas bekerja sambil menempuh pendidikan manajemen membuatnya melihat bahwa teori dan praktik tidak berjalan sendiri-sendiri. Apa yang dipelajari di ruang kuliah perlahan menemukan bentuknya dalam dinamika pekerjaan sehari-hari, sementara pengalaman di lapangan membuat setiap konsep yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami.
Di luar aktivitas akademik dan pekerjaan, tahun 2017 menjadi pengalaman lain yang turut membentuk kepercayaan dirinya. Saat itu, Divson mengikuti ajang Muli Mekhanai Kabupaten Lampung Selatan dan berhasil meraih Juara II, kemudian mewakili Kabupaten Lampung Selatan pada ajang Muli Mekhanai tingkat Provinsi Lampung.
Pengalaman tersebut membuka ruang baru baginya. Ia belajar berbicara di depan publik, menyampaikan gagasan dengan percaya diri, membangun komunikasi dengan berbagai kalangan, sekaligus memahami pentingnya representasi dan etika dalam berinteraksi. Kemampuan-kemampuan yang diperoleh dari pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal yang sangat berguna ketika harus mempresentasikan ide, berdiskusi dengan klien, maupun memimpin sebuah tim di kemudian hari.
Namun, titik penting dalam perjalanan kariernya justru datang ketika ia memperoleh kesempatan untuk ikut membangun sebuah usaha di sektor makanan dan minuman.
Pada Desember 2019, Divson dipercaya ikut mengelola Kopi Janji Manis di Kalianda. Dunia yang dihadapinya kini berbeda. Jika sebelumnya ia terbiasa dengan proses produksi media, kali ini ia berhadapan langsung dengan operasional sebuah bisnis, pelanggan, strategi pemasaran, hingga persaingan pasar.
Tidak lama setelah itu, salah satu jaringan kedai kopi nasional mulai hadir di Kalianda. Kehadiran merek besar tersebut menjadi penanda bahwa persaingan bisnis di daerah mulai berubah. Bagi sebagian pelaku usaha, kondisi itu mungkin dianggap sebagai ancaman. Namun bagi Divson, justru menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa bisnis lokal juga mampu berkembang apabila memiliki strategi yang tepat.
Di sinilah ketertarikannya terhadap digital marketing mulai tumbuh dengan serius.
Ia mulai mempelajari bagaimana media sosial membangun hubungan dengan pelanggan, membentuk identitas merek, sekaligus memengaruhi keputusan pembelian. Hampir setiap strategi yang dipelajarinya langsung diuji melalui akun media sosial Kopi Janji Manis.
Dari sana ia memahami bahwa media sosial bukan sekadar tempat mengunggah konten, melainkan ruang untuk membangun kepercayaan. Setiap materi komunikasi harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan sebuah usaha.
Perlahan, hasilnya mulai terlihat. Kehadiran digital marketing memberikan pengaruh terhadap perkembangan bisnis yang dikelolanya. Pengalaman tersebut membuka cara pandangnya bahwa kreativitas tidak hanya menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga mampu menjadi alat untuk mengembangkan sebuah bisnis.
Dari sanalah lahir pemahaman baru yang kemudian menjadi fondasi perjalanan berikutnya.
Ia menyadari bahwa banyak pelaku usaha, khususnya UMKM di daerah, sebenarnya memiliki produk yang baik. Namun, tidak semuanya memahami bagaimana membangun merek, berkomunikasi dengan pelanggan, atau memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Pengalaman mengelola bisnis membuatnya mampu melihat persoalan dari sudut pandang pemilik usaha. Ketika nantinya bertemu dengan klien, ia tidak hanya berbicara mengenai desain, foto, video, atau media sosial. Ia memahami bagaimana rasanya menghadapi penjualan yang menurun, persaingan yang semakin ketat, hingga tantangan mengembangkan sebuah usaha di tengah perubahan perilaku konsumen.
Baginya, layanan kreatif seharusnya tidak berhenti pada menghasilkan konten yang menarik. Layanan kreatif harus mampu membantu sebuah bisnis bertumbuh.
Pemikiran itulah yang kemudian terus berkembang. Sedikit demi sedikit, muncul keyakinan bahwa pengalaman yang telah dikumpulkannya selama bertahun-tahun dapat menjadi bekal untuk membantu lebih banyak pelaku usaha. Dari keyakinan tersebut, sebuah gagasan mulai menemukan bentuknya, membangun perusahaan kreatif yang tidak hanya menawarkan jasa, tetapi juga menjadi mitra bagi bisnis-bisnis yang ingin berkembang di era digital.
Setelah bertahun-tahun belajar dari dunia media, organisasi, hingga operasional bisnis, Divson mulai melihat sebuah pola yang sama hampir di setiap tempat yang pernah ia jalani.
Banyak usaha memiliki produk yang baik. Banyak pelaku usaha bekerja dengan penuh dedikasi. Namun tidak sedikit di antaranya yang masih kesulitan membangun identitas merek, menjangkau pelanggan baru, ataupun memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai bagian dari strategi bisnis mereka.
Di sisi lain, industri kreatif di Lampung perlahan mulai tumbuh. Akan tetapi, saat itu jumlah pelaku yang mampu menghadirkan layanan kreatif secara profesional masih relatif terbatas. Branding masih sering dipahami sebatas membuat logo. Media sosial hanya dianggap sebagai tempat mengunggah foto. Padahal, menurut Divson, keduanya memiliki peran yang jauh lebih besar dalam menentukan bagaimana sebuah bisnis dikenal dan berkembang.
Dari kegelisahan itulah muncul sebuah pertanyaan yang terus mengganggunya.
"Kalau pengalaman ini bisa membantu satu bisnis berkembang, mengapa tidak membantu lebih banyak bisnis lainnya?"
Pertanyaan sederhana itu kemudian berkembang menjadi sebuah gagasan.
Ia tidak ingin membangun perusahaan yang hanya menjual desain grafis, fotografi, video, atau layanan media sosial. Yang ingin dibangun adalah sebuah perusahaan yang mampu memahami kebutuhan bisnis klien secara menyeluruh, kemudian menerjemahkannya ke dalam strategi komunikasi yang tepat.
Baginya, kreativitas bukanlah produk utama.
Kreativitas adalah solusi.
Pemikiran tersebut akhirnya mendorong Divson mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Ia mengajak dua sahabat yang telah lama dikenalnya, Ary Surya Pratama dan Lucky Ferdianto, untuk bersama-sama membangun sebuah perusahaan kreatif.
Pertemanan yang sebelumnya terjalin dalam kehidupan sehari-hari perlahan berubah menjadi hubungan profesional. Ketiganya membawa kemampuan yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama untuk menciptakan sesuatu yang memiliki manfaat lebih luas.
Tidak ada kantor besar.
Tidak ada modal yang berlimpah.
Tidak ada daftar panjang klien yang sudah menunggu.
Yang mereka miliki hanyalah pengalaman, kemampuan, dan keyakinan bahwa industri kreatif di Lampung memiliki masa depan.
Dari keyakinan itulah Araus mulai dirintis.
Pada masa-masa awal, mereka tidak membangun perusahaan dengan target menjadi yang terbesar. Fokusnya justru sederhana, membantu satu klien demi satu klien memperoleh hasil terbaik. Setiap proyek diperlakukan sebagai ruang pembelajaran, sekaligus pembuktian bahwa strategi kreatif mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan sebuah bisnis.
Klien pertama yang memberikan kepercayaan berasal dari sektor kecantikan, sebuah brand skincare lokal. Bagi sebagian perusahaan, satu klien mungkin hanyalah awal perjalanan bisnis. Namun bagi Araus, proyek pertama tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar. Di sanalah seluruh pengalaman yang selama ini dikumpulkan mulai diuji dalam dunia profesional.
Alih-alih menawarkan layanan secara terpisah, Divson bersama tim mencoba memahami persoalan yang dihadapi klien terlebih dahulu. Mereka tidak hanya membahas desain atau konten media sosial, tetapi juga mendiskusikan bagaimana sebuah merek dapat tumbuh, membangun kepercayaan pelanggan, dan berkomunikasi secara lebih efektif di era digital.
Pendekatan tersebut menjadi pembeda Araus sejak awal berdiri.
Pengalaman mengelola bisnis membuat Divson memahami bahwa setiap klien datang bukan karena membutuhkan desain yang lebih menarik. Mereka datang karena memiliki persoalan yang ingin diselesaikan. Ada yang ingin meningkatkan penjualan, memperkuat identitas merek, menjangkau pasar baru, atau membangun kepercayaan pelanggan.
Karena itu, setiap proyek di Araus selalu dimulai dengan satu pertanyaan sederhana.
"Apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh bisnis ini?"
Dari jawaban itulah strategi kreatif kemudian disusun.
Bagi Divson, desain, fotografi, videografi, media sosial, hingga digital marketing hanyalah alat. Nilai sesungguhnya terletak pada kemampuan memahami bisnis di balik setiap merek yang ditangani.
Cara berpikir tersebut kemudian menjadi budaya yang terus dipertahankan di Araus hingga hari ini.
Perusahaan ini tidak dibangun untuk menjadi sekadar vendor kreatif. Araus ingin tumbuh sebagai mitra yang berjalan bersama para pelaku usaha, membantu mereka beradaptasi dengan perubahan, memanfaatkan teknologi digital, dan membangun fondasi bisnis yang lebih kuat melalui kreativitas.
Membangun sebuah perusahaan kreatif sering kali identik dengan peralatan yang mahal. Kamera beresolusi tinggi, komputer dengan spesifikasi terbaik, drone, hingga berbagai perlengkapan produksi dianggap sebagai syarat utama untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Namun, cara pandang tersebut tidak sepenuhnya diyakini oleh Divson.
Sejak awal merintis Araus, ia justru memiliki prinsip yang berbeda. Menurutnya, kualitas sebuah karya tidak pertama-tama ditentukan oleh alat yang digunakan, melainkan oleh kemampuan orang yang mengoperasikannya.
Hingga hari ini, ia bahkan mengaku belum pernah membeli kamera untuk dirinya sendiri.
Baginya, hal itu bukanlah sebuah kekurangan. Justru dari keterbatasan tersebut ia belajar bahwa kreativitas selalu menemukan jalannya ketika seseorang memiliki kemampuan dan kemauan untuk terus berkembang.
"Yang saya miliki bukan alat, tetapi skill."
Kalimat sederhana itu kemudian menjadi salah satu filosofi yang melekat dalam perjalanan Araus.
Prinsip tersebut turut memengaruhi budaya kerja yang dibangun di dalam perusahaan. Ketika merekrut anggota tim, Divson tidak hanya melihat seberapa lengkap peralatan yang dimiliki seseorang atau seberapa banyak pengalaman yang pernah dicantumkan dalam portofolionya. Yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar, kemampuan menyelesaikan persoalan, dan kesediaan untuk terus berkembang bersama.
Menurutnya, teknologi akan terus berubah. Kamera akan berganti, perangkat lunak akan diperbarui, bahkan tren media sosial akan datang dan pergi. Namun kemampuan berpikir, memahami kebutuhan klien, serta menghasilkan solusi kreatif akan selalu menjadi aset yang jauh lebih bernilai dibandingkan sekadar kepemilikan peralatan.
Cara berpikir tersebut juga memengaruhi bagaimana Araus melayani setiap klien.
Alih-alih langsung menawarkan paket layanan, tim Araus lebih dahulu berusaha memahami persoalan yang sedang dihadapi. Bagi Divson, sebuah bisnis tidak selalu membutuhkan video yang paling sinematik atau desain yang paling rumit. Terkadang, yang dibutuhkan justru strategi komunikasi yang sederhana, tetapi tepat sasaran.
Karena pernah berada di posisi sebagai pengelola usaha, ia memahami bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan klien merupakan sebuah investasi. Oleh sebab itu, setiap rekomendasi yang diberikan harus memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat bagi perkembangan bisnis mereka.
Pendekatan tersebut membuat hubungan Araus dengan banyak klien berkembang melampaui hubungan antara penyedia jasa dan pelanggan.
Tidak sedikit pelaku usaha yang datang untuk mendiskusikan tantangan bisnis mereka, mulai dari membangun identitas merek, meningkatkan penjualan, hingga menyusun strategi pemasaran digital. Dalam berbagai kesempatan, Divson tidak hanya hadir sebagai pelaku industri kreatif, tetapi juga sebagai rekan berdiskusi yang memahami dinamika menjalankan sebuah usaha.
Pengalaman mengelola Kopi Janji Manis menjadi bekal yang sangat berharga dalam proses tersebut. Ia mengetahui bahwa persoalan bisnis sering kali tidak berhenti pada konten media sosial. Di balik permintaan membuat desain atau video, sering kali terdapat tantangan yang lebih mendasar, seperti membangun kepercayaan pelanggan, menentukan arah merek, atau menemukan cara berkomunikasi yang sesuai dengan target pasar.
Dari sanalah lahir cara kerja yang kemudian menjadi ciri khas Araus. Kreativitas bukan sekadar menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi menjadi alat untuk membantu bisnis bertumbuh.
Seiring waktu, pendekatan tersebut mulai membangun kepercayaan pasar. Satu demi satu pelaku usaha datang, bukan hanya untuk menggunakan layanan kreatif, tetapi mencari mitra yang mampu memahami perjalanan bisnis mereka.
Kepercayaan tersebut tidak berhenti pada satu proyek. Hingga hari ini, sejumlah klien masih mempercayakan kebutuhan branding, digital marketing, produksi konten, hingga pengelolaan media sosial kepada Araus melalui kerja sama jangka panjang. Beberapa di antaranya telah menjalin kemitraan selama lebih dari dua tahun dan memasuki tahun ketiga, bahkan ada yang mempercayakan Araus melalui kontrak kerja sama hingga empat tahun.
Bagi Divson, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang lamanya kontrak. Yang lebih penting adalah kepercayaan yang terus dipertahankan. Menurutnya, mendapatkan klien mungkin bisa dilakukan melalui portofolio yang baik, tetapi mempertahankan klien hanya dapat dicapai melalui komitmen, konsistensi, dan hasil kerja yang benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan bisnis mereka.
Prinsip itulah yang terus dipegang Araus hingga sekarang. Setiap proyek dipandang bukan sebagai pekerjaan yang selesai ketika sebuah desain dipublikasikan atau video ditayangkan, melainkan sebagai awal dari hubungan jangka panjang untuk bertumbuh bersama klien.
Seiring bertambahnya pengalaman mendampingi berbagai pelaku usaha, Divson menyadari bahwa tantangan terbesar dalam industri kreatif bukanlah menghasilkan desain yang menarik atau video yang berkualitas. Tantangan sesungguhnya adalah memahami bahwa setiap bisnis memiliki persoalan yang berbeda.
Strategi yang berhasil diterapkan pada sebuah hotel belum tentu efektif bagi perusahaan properti. Pendekatan yang mampu meningkatkan kunjungan di sektor pariwisata belum tentu relevan untuk UMKM, layanan kesehatan, maupun perusahaan transportasi. Tidak ada satu formula yang dapat diterapkan kepada semua klien.
Kesadaran tersebut perlahan mengubah posisi Araus.
Apabila pada awalnya perusahaan ini dikenal sebagai penyedia layanan kreatif, seiring waktu perannya berkembang menjadi mitra yang ikut berdiskusi mengenai arah sebuah bisnis. Pembicaraan dengan klien tidak lagi berhenti pada kebutuhan membuat desain, memproduksi video, atau mengelola media sosial, tetapi mulai menyentuh identitas merek, strategi komunikasi, pengalaman pelanggan, hingga peluang-peluang pengembangan usaha.
Menurut Divson, sebuah konten yang menarik belum tentu memberikan hasil apabila tidak dibangun di atas strategi yang tepat. Sebaliknya, strategi yang baik akan lebih mudah diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk komunikasi, baik melalui desain, fotografi, videografi, media sosial, maupun kampanye digital.
Pendekatan tersebut lahir dari keyakinan bahwa kreativitas bukan tujuan akhir. Kreativitas adalah alat untuk membantu bisnis mencapai tujuannya.
Cara berpikir itu kemudian membentuk hubungan yang berbeda dengan para klien. Dalam banyak kesempatan, diskusi yang dilakukan tidak lagi terbatas pada kebutuhan produksi konten. Pembicaraan sering berkembang ke arah yang lebih luas, mulai dari penguatan identitas merek, arah komunikasi, pengalaman pelanggan, hingga peluang-peluang baru yang dapat dikembangkan.
Bagi Divson, kondisi tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Pengalaman bekerja di dunia media, menempuh pendidikan manajemen, hingga pernah mengelola sebuah usaha memberinya sudut pandang yang lebih luas terhadap dinamika sebuah bisnis. Ketika seorang klien menyampaikan keluhannya, ia tidak hanya melihatnya sebagai kebutuhan akan materi promosi, tetapi mencoba memahami akar persoalan yang sedang dihadapi.
Di sinilah peran Araus perlahan berubah.
Perusahaan ini tidak lagi hanya menjadi penyedia layanan kreatif, tetapi berkembang menjadi mitra diskusi bagi banyak pelaku usaha. Dalam setiap kolaborasi, yang dibangun bukan hanya materi komunikasi, melainkan juga cara berpikir mengenai bagaimana sebuah merek dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Perjalanan tersebut juga mengajarkan satu hal penting kepada Divson. Industri kreatif tidak bisa berdiri sendiri. Sebagus apa pun sebuah strategi komunikasi, tetap dibutuhkan ruang yang mampu menyebarkan cerita, membangun persepsi, dan mempertemukan sebuah merek dengan masyarakat yang lebih luas.
Kesadaran itulah yang kemudian melahirkan gagasan berikutnya.
Setelah membantu banyak bisnis membangun identitas dan strategi komunikasi, Divson mulai melihat bahwa ekosistem kreatif membutuhkan satu unsur lain yang tidak kalah penting, yaitu media.
Bukan sekadar media sebagai saluran informasi, melainkan media yang mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Dari pemikiran tersebut, langkah berikutnya mulai dirancang. Bukan lagi sekadar membangun sebuah perusahaan kreatif, tetapi mulai membangun sebuah ekosistem yang saling terhubung.
Gagasan mengenai ekosistem kreatif tidak lahir dalam satu malam. Ia tumbuh perlahan, seiring bertambahnya pengalaman Divson mendampingi berbagai pelaku usaha dari beragam sektor.
Ada pelaku usaha yang membutuhkan strategi komunikasi untuk memperkuat mereknya. Ada yang memerlukan pendampingan dalam membangun identitas bisnis. Ada pula yang telah memiliki produk dan layanan yang baik, tetapi belum menemukan ruang yang tepat untuk menyampaikan cerita dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat.
Semakin banyak pengalaman yang dikumpulkan, semakin ia memahami bahwa kreativitas hanyalah satu bagian dari proses yang lebih besar. Sebuah bisnis dapat memiliki strategi yang baik, konten yang menarik, hingga identitas merek yang kuat. Namun tanpa ekosistem yang mendukung, pertumbuhan sering kali berjalan lebih lambat dari yang seharusnya.
Pemahaman tersebut kemudian mengubah cara pandangnya.
Bagi Divson, membangun sebuah perusahaan bukanlah tujuan akhir. Perusahaan hanyalah sarana. Yang ingin dibangun sesungguhnya adalah sebuah ekosistem, tempat berbagai kebutuhan dapat saling terhubung dan saling menguatkan.
Dari pemikiran itulah lahir langkah berikutnya.
Berbekal pengalaman yang pernah diperolehnya di dunia media, Divson kembali menjalin komunikasi dengan salah seorang mantan atasannya. Keduanya memiliki pandangan yang sama bahwa daerah membutuhkan media yang bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjadi ruang bagi lahirnya gagasan, kolaborasi, dan cerita-cerita yang memberi nilai bagi masyarakat.
Kesamaan visi tersebut kemudian melahirkan PT Sender Seandak Publika.
Perusahaan ini hadir bukan sebagai perluasan bisnis semata, melainkan sebagai bagian dari mata rantai yang selama ini dirasakan belum lengkap. Jika Araus berperan membantu pelaku usaha membangun strategi komunikasi dan identitas merek, maka media menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperluas jangkauan informasi, serta membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
Perjalanan itu tidak berhenti di sana.
Seiring bertambahnya pengalaman dan semakin beragamnya kebutuhan yang ditemui di lapangan, lahirlah berbagai entitas usaha lain dengan fokus yang berbeda-beda. Masing-masing dibangun untuk menjawab kebutuhan yang nyata, bukan sekadar memperluas portofolio perusahaan. Ada yang bergerak di sektor industri kreatif, media, transportasi, properti, hingga bidang-bidang lain yang saling melengkapi sesuai perannya.
Bagi Divson, setiap perusahaan memiliki fungsi yang berbeda. Namun seluruhnya dibangun di atas filosofi yang sama, yakni menciptakan nilai melalui kolaborasi. Ketika setiap bidang menjalankan perannya dengan baik, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar dibandingkan jika masing-masing berjalan sendiri.
Cara berpikir tersebut menjadi fondasi dari setiap langkah yang diambil hingga hari ini.
Ia percaya bahwa daerah tidak pernah kekurangan orang-orang yang memiliki kemampuan maupun gagasan. Yang sering kali belum tersedia adalah ruang untuk bertemu, berkolaborasi, dan berkembang bersama. Karena itulah, setiap perusahaan yang dibangun selalu diarahkan untuk menjadi bagian dari ekosistem yang lebih besar, bukan sekadar berdiri sebagai sebuah entitas bisnis.
Perjalanan yang dimulai dari keluarga petambak di Bumi Dipasena, kemudian berlanjut melalui dunia media, pengalaman mengelola usaha, hingga mendirikan perusahaan kreatif, pada akhirnya membentuk satu keyakinan yang terus dipegang hingga sekarang.
Bahwa membangun perusahaan bukanlah garis akhir.
Perusahaan dapat menjadi alat. Namun yang benar-benar memberi dampak adalah ekosistem yang mampu membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk tumbuh dan saling menguatkan.
Mungkin karena itulah, bagi Divson, perjalanan ini tidak pernah benar-benar memiliki garis akhir. Sebab ketika tujuan utamanya bukan membangun satu perusahaan, melainkan membangun sebuah ekosistem, selalu akan ada ruang untuk memulai langkah berikutnya. (bf/dv/red)
Sender.co.id - Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat ke-44, memiliki ikatan kuat dengan Indonesia, khususnya dengan sebuah wilayah di Jakarta yang dikenal sebagai Menteng. Sebagai seorang anak yang tumbuh di berbagai tempat, salah satu fase penting dalam kehidupannya terjadi saat ia tinggal di Indonesia selama beberapa tahun pada akhir 1960-an. Dalam periode ini, Obama kecil dikenal sebagai "Barry" dan tinggal di kawasan Menteng, Jakarta, yang meninggalkan jejak mendalam dalam dirinya.
Obama lahir di Honolulu, Hawaii, pada 4 Agustus 1961 dari pasangan Ann Dunham, seorang antropolog asal Kansas, dan Barack Hussein Obama Sr., seorang ekonom asal Kenya. Namun, saat orang tuanya bercerai, Ann Dunham menikah dengan Lolo Soetoro, seorang warga Indonesia yang sedang belajar di Amerika. Pada tahun 1967, Obama kecil bersama ibunya pindah ke Jakarta, mengikuti ayah tirinya yang bekerja di Indonesia.
Obama tinggal di kawasan Menteng Dalam, sebuah daerah yang saat itu masih relatif asri dan sepi jika dibandingkan dengan Jakarta yang ramai saat ini. Di sana, ia bersekolah di SDN 01 Menteng (dulu bernama SD Besuki), sebuah sekolah negeri yang terkenal di Jakarta. Pengalamannya di sekolah ini mengenalkan Obama pada bahasa Indonesia dan budaya lokal.
Selama di Jakarta, Obama mengalami kehidupan yang sangat berbeda dari kehidupannya di Amerika Serikat. Di Jakarta, ia belajar bahasa Indonesia dan terbiasa dengan suasana yang sangat heterogen. Obama kecil juga mengenal berbagai macam teman, dari yang berasal dari keluarga sederhana hingga yang memiliki latar belakang kaya. Interaksi dengan teman-teman sekolahnya dan kehidupan sehari-hari di lingkungan Menteng memperkaya cara pandangnya terhadap perbedaan, pluralitas, dan kehidupan sederhana.
Dalam beberapa wawancara, Obama mengingat kenangan masa kecilnya di Jakarta dengan penuh nostalgia. Ia berbagi tentang pengalaman bermain layang-layang, berjalan-jalan di gang-gang kecil, hingga memelihara monyet sebagai hewan peliharaan. Meskipun kehidupan di Jakarta penuh tantangan dan sangat berbeda dari Hawaii, masa-masa ini dianggapnya sebagai salah satu yang paling membentuk dirinya menjadi pemimpin yang berpikiran terbuka.
Setelah masa tinggalnya di Jakarta berakhir pada tahun 1971, Obama kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya. Namun, ingatannya tentang Indonesia tidak pernah pudar. Ketika Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2008, hubungan historisnya dengan Indonesia menjadi topik menarik bagi dunia, khususnya masyarakat Indonesia.
Pada tahun 2010, Obama melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dalam pidatonya di Universitas Indonesia, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia atas pengalaman masa kecilnya. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia adalah tempat di mana ia pertama kali belajar tentang keragaman dan arti penting dari toleransi. Obama juga menyebutkan bahwa masa-masa kecilnya di Indonesia memberinya perspektif unik yang membantunya dalam memimpin Amerika sebagai bangsa yang beragam.
Meskipun hanya menghabiskan beberapa tahun di Indonesia, pengaruh Menteng pada karakter Obama sangatlah besar. Pengalaman hidup di lingkungan yang multikultural, berinteraksi dengan berbagai macam individu dari latar belakang yang berbeda, serta menghadapi kenyataan kehidupan di negara berkembang membuat Obama lebih siap menghadapi tantangan global. Dalam banyak kesempatan, Obama sering berbicara tentang pentingnya dialog lintas budaya dan kerjasama internasional, nilai-nilai yang mungkin sebagian besar berakar dari masa kecilnya di Menteng.
Obama "Anak Menteng" bukan hanya sebuah cerita tentang seorang pemimpin dunia yang pernah tinggal di Indonesia, melainkan juga kisah tentang bagaimana sebuah tempat dan pengalaman hidup dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang toleran, berpikiran terbuka, dan siap menghadapi dunia dengan cara yang berbeda.
Masa kecil Barack Obama di Menteng adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Dari gang-gang sempit di Menteng hingga Gedung Putih di Washington DC, Obama telah menempuh perjalanan panjang yang tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasannya, tetapi juga oleh pengalaman masa kecilnya di Indonesia. Kisah ini menjadi pengingat bahwa pengalaman di masa kecil bisa sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan pola pikir seseorang di kemudian hari. (DY)