Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Wangga Lasmi Damayanti
16 June 2026 14:11 WIB
Sender.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026). Guncangan kuat yang berlangsung lebih dari satu menit membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah maupun bangunan untuk menyelamatkan diri.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada sekitar 42 kilometer di tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar di media sosial memperlihatkan kuatnya guncangan saat gempa terjadi. Sejumlah warga terlihat berlarian keluar bangunan, sementara barang-barang di dalam rumah dan pertokoan tampak berguncang hebat akibat getaran yang dirasakan hingga beberapa wilayah di Sulawesi Tengah.

Gempa utama tersebut juga diikuti beberapa gempa susulan. Sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Palu dilaporkan melakukan evakuasi pasien ke area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan guncangan susulan. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG," kata Daryono.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gempa susulan dan memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BMKG.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Tengah serta instansi terkait guna melakukan asesmen cepat terhadap dampak gempa.

"BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak serta mempercepat langkah penanganan darurat," ujar Abdul Muhari.

Menurut Abdul Muhari, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana. Ia mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

Gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah kali ini kembali membangkitkan ingatan masyarakat terhadap bencana gempa dan tsunami Palu pada 2018 silam. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa gempa M6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik dan terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. (wg/dv)


Komentar