Kapal MT Hounour 25 Dibajak di Somalia, Empat WNI Belum Dibebaskan

Divson
18 May 2026 13:35 WIB

Sender.co.id - Empat warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan masih disandera kelompok bajak laut Somalia setelah kapal penangkap ikan MT Hounour 25 dibajak di perairan Hafun, Somalia, sejak 21 April 2026. Informasi tersebut kembali ramai diperbincangkan di media sosial usai sejumlah akun membagikan video dan kondisi para awak kapal yang hingga kini belum dipulangkan.

Berdasarkan laporan yang beredar, kapal MT Hounour 25 dibajak sekitar 30 nautical miles dari pesisir Somalia. Awalnya sekitar enam perompak bersenjata naik ke kapal, namun jumlah mereka disebut terus bertambah hingga belasan orang. Selain WNI, kapal tersebut juga diawaki nelayan asal Pakistan.

Empat WNI yang berada di atas kapal diketahui bernama Ashari Samadikun, Adi Faizal, Wahudinanto, dan Fiki Mutakin. Dalam sejumlah video yang beredar, para awak kapal tampak berada di bawah pengawasan pria bersenjata di dalam kapal selama masa penyanderaan berlangsung.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, membenarkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan koordinasi untuk menangani kasus tersebut. Menurutnya, KBRI Nairobi bersama otoritas terkait masih memantau perkembangan situasi para awak kapal.

“KBRI Nairobi terus melakukan komunikasi dengan otoritas Somalia dan pihak-pihak terkait untuk memastikan keselamatan para WNI,” kata Judha Nugraha dalam keterangannya.

Sementara itu, pengamat maritim dari Indonesia Maritime Security Center (IMSC), Muhamad Arif Nugroho, menilai kawasan perairan Somalia memang masih memiliki tingkat risiko tinggi terhadap pembajakan kapal asing meski aktivitas perompakan sempat menurun beberapa tahun terakhir.

“Wilayah perairan Somalia masih menjadi jalur rawan karena lemahnya pengawasan laut dan faktor ekonomi di wilayah tersebut. Kapal-kapal sipil tetap memiliki potensi menjadi target pembajakan,” ujar Arif.

Menurut informasi terakhir yang diterima pemerintah Indonesia, para WNI dilaporkan masih dalam keadaan hidup dan kondisi kesehatan mereka disebut cukup baik. Namun hingga kini para sandera belum diumumkan bebas dan proses negosiasi masih terus berlangsung.

Kasus ini kembali menyoroti ancaman pembajakan laut di kawasan Somalia sekaligus memicu perhatian publik di media sosial. Banyak warganet mendesak pemerintah mempercepat proses negosiasi dan penyelamatan para awak kapal Indonesia yang masih ditahan kelompok bersenjata tersebut. (wg/dv)


Komentar