Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Selasa (2/6/2026). Penunjukan Nanik sebagai pengganti Dadan Hindayana menjadi sorotan publik dan memicu perbincangan mengenai rekam jejak serta latar belakangnya sebelum memimpin lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: X/@dimarsasongko98)
Sender.co.id - Penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana memicu perhatian publik. Selain karena pergantian terjadi di tengah sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), rekam jejak Nanik juga menjadi perbincangan luas di media sosial.
Keputusan tersebut diumumkan pemerintah pada Selasa (2/6/2026). Nanik dipercaya memimpin BGN, lembaga yang bertanggung jawab mengelola program makan bergizi bagi jutaan pelajar, ibu hamil, dan kelompok penerima manfaat lainnya di seluruh Indonesia.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Nanik diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dalam posisinya itu, ia terlibat dalam pengawasan program, koordinasi pelaksanaan di daerah, serta komunikasi publik terkait berbagai kebijakan BGN.
Nama Nanik bukan sosok asing di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia memiliki pengalaman panjang di dunia media sebelum aktif di bidang politik dan pemerintahan. Karier profesionalnya dimulai sebagai jurnalis dan kemudian berkembang hingga menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai lembaga maupun perusahaan.
Dalam perjalanan politiknya, Nanik pernah terlibat dalam tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019. Setelah itu, ia juga dipercaya mengisi sejumlah jabatan publik, termasuk menjadi Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan sebelum bergabung ke jajaran pimpinan BGN.
Meski demikian, penunjukan Nanik turut memunculkan kritik dari sejumlah kalangan. Sebagian pihak mempertanyakan latar belakangnya yang tidak berasal dari bidang gizi, kesehatan masyarakat, atau ketahanan pangan. Kritik tersebut ramai bermunculan di berbagai platform media sosial sejak pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah menilai pengalaman Nanik selama berada di dalam struktur BGN menjadi salah satu alasan utama penunjukan tersebut. Selama menjabat sebagai wakil kepala lembaga, ia dinilai memahami berbagai persoalan teknis maupun operasional yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut Nanik telah cukup mengenal kondisi lapangan karena aktif melakukan pemantauan program MBG di berbagai daerah. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk melanjutkan dan memperkuat program prioritas pemerintah tersebut.
"Nanik sudah cukup lama berada di BGN dan memahami kondisi lapangan. Beliau sering melakukan monitoring langsung sehingga tahu persoalan yang dihadapi di daerah," ujar Dasco kepada wartawan.
Di sisi lain, rekam jejak Nanik kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warganet mengaitkan namanya dengan kasus hoaks Ratna Sarumpaet pada 2018. Saat itu, Nanik sempat ikut menyebarkan informasi terkait dugaan penganiayaan Ratna sebelum kasus tersebut terungkap sebagai kebohongan. Peristiwa tersebut kembali ramai dibahas setelah dirinya ditunjuk sebagai Kepala BGN.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai polemik mengenai latar belakang maupun rekam jejak pejabat merupakan hal yang lazim dalam negara demokrasi. Namun menurutnya, ukuran utama tetap berada pada kinerja pejabat setelah menjabat.
"Yang terpenting bukan hanya latar belakangnya, tetapi bagaimana yang bersangkutan mampu menunjukkan hasil kerja dan membawa perubahan terhadap lembaga yang dipimpinnya," kata Trubus.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran dengan cakupan penerima manfaat yang sangat besar. Karena itu, publik kini menaruh perhatian terhadap langkah-langkah yang akan diambil Nanik dalam memimpin BGN, terutama dalam memastikan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Dengan berbagai sorotan yang mengiringi pengangkatannya, Nanik S. Deyang kini menghadapi tantangan besar untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pimpinan BGN sekaligus menjawab ekspektasi publik terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang. (wg/dv)
Komentar