Pelatih Mesir Hossam Hassan dan wasit Francois Letexier. Wasit asal Prancis itu kembali menjadi sorotan setelah mendapat protes dari kubu Mesir pada laga babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 melawan Argentina. (Foto: REUTERS/Paul Childs)
Sender.co.id – Wasit asal Prancis François Letexier kembali menjadi sorotan setelah memimpin pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina melawan Mesir yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026). Sejumlah keputusan yang diambilnya memicu protes keras dari kubu Mesir yang menilai timnya dirugikan dalam laga tersebut.
Pertandingan yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, itu berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir. Tim berjuluk Pharaohs sempat unggul dua gol, namun Argentina mampu membalikkan keadaan pada babak kedua untuk memastikan tiket ke perempat final.
Usai pertandingan, pelatih Mesir Hossam Hassan melontarkan kritik terhadap kepemimpinan François Letexier. Ia menilai sejumlah keputusan wasit, termasuk penggunaan Video Assistant Referee (VAR), merugikan timnya.
Menurut Hassan, salah satu keputusan yang dipersoalkan adalah dianulirnya gol Mesir serta tidak diberikannya hadiah penalti dalam insiden yang melibatkan Mohamed Salah di kotak terlarang.
"Saya merasa kami diperlakukan tidak adil. Ada beberapa keputusan yang sulit kami terima," kata Hossam Hassan usai pertandingan.
Bagi publik Indonesia, François Letexier bukan sosok yang asing. Wasit berusia 37 tahun itu pernah memimpin pertandingan playoff Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia U-23 menghadapi Guinea pada 9 Mei 2024.
Dalam pertandingan tersebut, Letexier memberikan dua hadiah penalti kepada Guinea serta mengeluarkan kartu merah kepada pelatih Shin Tae-yong setelah menerima kartu kuning kedua akibat memprotes keputusan wasit. Indonesia akhirnya kalah 0-1 dan gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Meski beberapa keputusannya kerap memicu perdebatan, Letexier merupakan salah satu wasit elite FIFA dan UEFA. Ia dipercaya memimpin berbagai pertandingan bergengsi, termasuk final UEFA Euro 2024, sejumlah laga Liga Champions UEFA, hingga pertandingan pada Piala Dunia FIFA 2026.
Hingga berita ini ditulis, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait protes yang disampaikan kubu Mesir terhadap kepemimpinan François Letexier dalam laga tersebut. (it/dv)
Komentar