Petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama aparat kepolisian melakukan evakuasi rangkaian KA Putri Deli yang bertabrakan dengan dump truk pengangkut pasir di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (2/8/2026). Kecelakaan tersebut menyebabkan sopir truk meninggal dunia, satu penumpang mengalami luka ringan, dan sekitar 1.180 penumpang terdampak perjalanan. Foto: Dok. X/JTline14
Sender.co.id – Perjalanan Kereta Api (KA) Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai terganggu setelah rangkaian kereta tersebut bertabrakan dengan sebuah dump truk pengangkut pasir di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.50 WIB.
Benturan yang terjadi di jalur antara Stasiun Lubuk Pakam dan Stasiun Perbaungan itu mengakibatkan bagian depan lokomotif mengalami kerusakan cukup parah. Satu as roda lokomotif serta satu as roda kereta bagasi keluar dari rel sehingga perjalanan kereta tidak dapat dilanjutkan.
Insiden tersebut mengakibatkan sopir dump truk bernama Busito (56) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras. Sementara itu, seorang penumpang KA Putri Deli mengalami luka ringan dan langsung mendapat penanganan medis. Tidak ada korban jiwa dari pihak penumpang kereta.
Akibat kecelakaan tersebut, operasional perjalanan KA Putri Deli sempat lumpuh. Sebanyak 630 penumpang yang sedang menuju Tebing Tinggi, Kisaran, hingga Tanjungbalai harus dipindahkan menggunakan armada bus menuju Stasiun Perbaungan agar dapat melanjutkan perjalanan dengan rangkaian kereta lain. Di sisi lain, 550 penumpang dari arah Tanjungbalai menuju Medan juga dialihkan menggunakan bus menuju Stasiun Lubuk Pakam. Total sekitar 1.180 penumpang terdampak akibat kecelakaan tersebut.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kecelakaan terjadi akibat temperan antara KA U98 Putri Deli dengan dump truk yang melintas di perlintasan sebidang tidak terjaga.
"KA U98 Putri Deli mengalami temperan dengan dump truk di perlintasan sebidang tidak terjaga pada KM 36+000 petak jalan antara Stasiun Lubuk Pakam dan Stasiun Perbaungan. Akibat kejadian tersebut lokomotif mengalami kerusakan sehingga perjalanan tidak dapat dilanjutkan," ujar Anwar.
Menurut Anwar, setelah menerima laporan kejadian, PT KAI langsung mengirim lokomotif penolong dari Medan beserta crane, peralatan evakuasi, dan tim teknis menuju lokasi. Prioritas utama saat itu adalah memastikan seluruh penumpang berada dalam kondisi aman sebelum melakukan proses evakuasi rangkaian kereta yang keluar jalur.
Selain mengevakuasi penumpang, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi rel, bantalan rel, wesel, serta jaringan pendukung lainnya untuk memastikan jalur aman sebelum kembali dioperasikan. Setelah proses evakuasi selesai, lokomotif dan kereta bagasi yang keluar rel berhasil dinaikkan kembali menggunakan alat berat.
Di sisi lain, Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Agung Basuni, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan dump truk diduga tetap melintas ketika kereta sudah mendekati perlintasan.
"Berdasarkan hasil olah TKP, pengemudi dump truk diduga tidak memperhatikan datangnya kereta api saat melintasi perlintasan sehingga terjadi benturan dengan bagian samping kendaraan," kata AKP Agung Basuni.
Menurut Agung, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa sejumlah saksi di lokasi, kondisi kendaraan, serta aspek keselamatan pada perlintasan tersebut.
PT KAI kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan perjalanan kereta api ketika melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas, mengurangi kecepatan, berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang.
Anwar menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama antara operator kereta api, pemerintah daerah, dan para pengguna jalan. Menurutnya, masih banyak kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian pengendara saat melintasi rel kereta api.
PT KAI juga memastikan seluruh perjalanan kereta api di lintas Medan–Tanjungbalai kembali beroperasi secara normal setelah proses evakuasi selesai. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi serta memberikan layanan sesuai ketentuan kepada penumpang yang terdampak akibat insiden tersebut. (wg)
Komentar