Mas Yos Mengubah Peta Industri FnB Lokal

Divson
28 September 2026 17:12 WIB

Sender.co.id - Minat pada dunia bisnis hadir dalam diri Yosef Fauzi sejak kecil. Ketertarikan pebisnis 44 tahun itu tumbuh secara alami dari lingkungan keluarga pedagang kaki lima yang berkutat pada aktivitas niaga di kampungnya, Katibung, Lampung Selatan.

β€œSejak kecil saya diwajibkan membantu kedua orangtua dengan cara berdagang. Dulu waktu SMP saya sudah berdagang mainan di Pantai Pasir Putih dulu pantai itu ikonnya pariwisata di Lampung,” kata Mas Yos begitu Yosef Fauzi biasa disapa kepada Majalah Seandak.

Laku keluarga Mas Yos tak jauh-jauh dari aktivitas bisnis. Mas Yos kecil sudah menangkap pelajaran penting dalam hidupnya, bahkan Ketika keluarganya mulai berpindah dari satu bisnis ke bisnis lainnya, Mas Yos sudah praktik langsung sebelum teori.

Sebagai anak pedangan, pasang surut kehidupan itu hal biasa. Selama dapat membantu kedua orangtuanya, Mas Yos mulai beranjak dewasa juga pernah melakoni jadi supir angkot di Bandar Lampung.

Dari hil yang mustahal itu, Mas Yos mulai memikirkan ide bisnisnya sendiri. Pada tahun 2003 Mas Yos mantap berjalan di bisnisnya sendiri. Dia bahkan menolak untuk membuka bisnis material seperti milik orangtuanya.

β€œWaktu itu saya mengutarakan niat untuk membuka konter dan berjualan vocher. Dan pada saat itu orangtua saya sempat meragukan, karena bisnis konter di desa khawatir tidak laku,” kenang Mas Yos.

Skeptisisme orangtua Mas Yos bukan tanpa alasan, sebab kala itu harga vocher 50 ribu sampai 100 ribu dan provider hanya ada tiga. Dengan dalih tak mendapat restu membuka konter akhirnya Mas Yos bersiasat menerima tawaran membuka toko material.

β€œNah ada untung dari toko material itu saya sisihkan, lalu saya bikin sendiri etalase untuk voucher dan asesoris Handphone dengan modal 1,5 juta,” ucapnya.

Pilihan Mas Yos terbukti tepat. Bisnis vochernya melesat, jejaringnya makin luas dan dia mulai melebarkan sayap di beberapa kecamatan di Lampung Selatan. Salah satunya Kecamatan Kalianda.

Dari sinilah cikal bakal pioneer coffeshop Kalibata Coffe itu hadir. Rutinitas bisnis yang dilakoni Mas Yos mulai menemukan titik Jenuh. Kejenuhan itupun memaksanya mengambil sedikit ruang untuk menepi.

Ruang kosong itu dimanfaatkan Mas Yos untuk mengambil nafas dengan banyak menghabiskan waktu di Coffeshop di bilangan Jakarta. Waktu itu tren coffeshop sedang naik daun dengan Filosofi Kopi yang film dan outletnya digemari kaula muda.

Pulang dari Jakarta, Mas Yos mantap mendirikan Kalibata Coffe, Coffeshop pertama yang dikelola secara professional di Kota Kecil Bernama Kalianda. Dengan trial eror dengan alat alakadarnya.

β€œ Sangking kepingin ngeroasting kopi waktu itu belum punya mesinnya saya pakai blander kecil yang untuk menggiling bumbu, di tahun 2015 kita bertumbuh dan berkembang sehingga punya second brand di tahun 2019,” ujarnya.

Mas Yos terus ekspansi bisnis dengan melebarkan sayap. Dari Kalibata Coffe, lalu muncul Janji Manis, Kopi Satu Kosong, bisnis penginapan dan magnum opus Mas Yos ialah Sanggar Beach. Mengelola Pantai yang dahulu dikenal sebagai tempat para remaja, kini menjadi Pantai Ikonik yang berseliwran di media sosial setiap harinya.

β€œ Sebetulnya belum punya pengalaman sama sekali mengelola bisnis seperti Sanggar Beach hanya modal melihat dan memperhatikan kemudian menganalisa lalu diaplikasikan. Saya tetap gunakan nama Sanggar karena Story nya, kata dia.

Disadari atau tidak, pergerakan Mas Yos perlahan mengubah peta industri FnB lokal. Kini, pantai-pantai di Kalianda dan sekitarnya mulai dikelola secara professional. Lalu coffeshop pun menjamur dengan berbagai konsep kekinian.

Pebisnis lokal yang selalu tampil memakai topi di setiap aktifitasnya itu mengaku selalu fleksibel. Bahkan Ketika berada di puncak karirnya saat ini, ia tak alergi terhadap politik. Menurutnya antara pebisnis, politisi dan pemerintahan Adalah bagian yang tak terpisahkan.

β€œ Intinya orang berniaga itu nggak bisa berdiri sendiri harus berkolaborasi untuk menggapai tujuan yang dapat bermanfaat. Harus balance dan nggak bisa juga kita anti politik,” pungkasnya.

Saat diberi pilihan antara bisnis dan politik? Dengan satu tarikan nafas panjang Mas Yos memilih bisnis. β€œ Untuk saat ini saya tetap berbisnis,” tutup Mas Yos dalam sebuah wawancara eksklusif di ruang kerjanya pada 2 Juli 2026.

Komentar