perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Arauscorp yang digelar di Halaman Parkir Arauscorp, Selasa (7/7/2026), mengusung tema "Everything is Under Ctrl." Foto: Seandak
Sender.co.id - PERJALANAN sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari usia, tetapi juga dari cerita yang berhasil dilewati bersama. Semangat itulah yang terasa dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Arauscorp yang digelar di Halaman Parkir Arauscorp, Selasa (7/7/2026), mengusung tema "Everything is Under Ctrl."
Agenda tahunan tersebut mempertemukan seluruh karyawan, jajaran direksi, hingga tim yang berada dalam ekosistem Arauscorp. Bukan sekadar seremoni, perayaan ini menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas pekerjaan, menikmati kebersamaan, sekaligus mensyukuri perjalanan perusahaan yang kini memasuki usia tiga tahun.
Founder Arauscorp, Divson Zulfansyah, mengatakan tema "Everything is Under Ctrl." lahir dari pengalaman perusahaan dalam menghadapi berbagai dinamika selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, perjalanan sebuah perusahaan tidak selalu berjalan mulus, namun setiap tantangan dapat dihadapi ketika seluruh tim tetap kompak, saling percaya, dan terus belajar bersama.
"Dalam tiga tahun terakhir kita belajar bahwa akan selalu ada tantangan, perubahan, dan hal-hal yang di luar rencana. Tetapi selama kita tetap kompak, saling percaya, dan terus belajar, saya yakin kita selalu bisa mengambil kendali atas setiap keadaan," ujar Divson dalam sambutannya.
Usai sambutan, suasana berubah menjadi lebih hangat melalui agenda Fish Grill Night. Seluruh peserta menikmati makan malam bersama tanpa sekat, saling berbincang, bertukar cerita, dan mempererat hubungan yang selama ini lebih banyak terjalin dalam kesibukan pekerjaan.
Malam kemudian memasuki momen yang paling mengharukan saat video perjalanan Arauscorp selama tiga tahun diputar. Tayangan tersebut mengajak seluruh peserta menengok kembali perjalanan sejak perusahaan berdiri, berbagai pencapaian yang berhasil diraih, hingga pesan dan ucapan dari klien, partner, serta kolega yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Arauscorp. Tak sedikit peserta yang larut dalam suasana penuh refleksi ketika mengenang proses panjang yang telah dilalui bersama.
Namun suasana haru itu tak berlangsung lama. Gelak tawa kembali memenuhi lokasi acara saat sesi permainan dimulai. Beragam games yang melibatkan seluruh peserta berhasil mencairkan suasana. Direksi, karyawan, hingga seluruh anggota tim larut dalam berbagai tantangan yang telah disiapkan panitia, menciptakan malam yang penuh keakraban dan kebersamaan.
Memasuki penghujung acara, seluruh peserta bersama-sama merayakan ulang tahun Arauscorp melalui prosesi tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan tiga tahun perusahaan. Momen tersebut kemudian diabadikan melalui foto bersama sebelum rangkaian acara resmi ditutup.
Meski acara resmi telah berakhir, kebersamaan masih terus berlanjut. Seluruh peserta menikmati malam dengan camping dan nonton bareng pertandingan sepak bola hingga dini hari. Keesokan paginya, mereka kembali berkumpul untuk menikmati suasana Pemandian WTC sebelum menutup rangkaian perayaan dengan sarapan bersama.
Perayaan HUT ke-3 ini menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian Arauscorp lahir dari kolaborasi banyak orang. Di balik berbagai target, tantangan, dan dinamika yang dihadapi, kebersamaan tetap menjadi fondasi utama yang mengantarkan Arauscorp terus bertumbuh menuju Creative Holding Company yang berdaya saing.
Tetapkan Arah Baru
PT Araus Digital Nusantara (Arauscorp) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025-2026 yang dilanjutkan dengan Town Hall Meeting pada 29 Juni 2026 di Kantor Arauscorp, Lampung Selatan. Agenda tahunan tersebut menjadi momentum perusahaan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban, mengevaluasi kinerja perusahaan selama satu tahun terakhir, sekaligus menetapkan arah strategis dalam memasuki tahun keempat perjalanan Arauscorp.
RUPS dihadiri oleh jajaran pemegang saham, komisaris, direksi, serta manajemen perusahaan. Sementara Town Hall diikuti oleh seluruh karyawan dan tim yang berada dalam ekosistem Arauscorp sebagai bentuk transparansi perusahaan dalam menyampaikan hasil rapat kepada seluruh insan perusahaan.
Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Arauscorp, Divson Zulfansyah, mengatakan bahwa RUPS bukan hanya menjadi agenda formal perusahaan, tetapi juga momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui serta menyusun langkah strategis menghadapi tantangan di masa mendatang.
"RUPS adalah momen kita untuk mengevaluasi apa yang telah kita capai, memperbaiki apa yang perlu dibenahi, dan memastikan seluruh langkah perusahaan ini punya arah yang jelas. Memasuki tahun keempat, kami ingin Arauscorp bertumbuh dengan fondasi yang semakin kuat, baik dari sisi tata kelola, bisnis, maupun sumber daya manusia," ujar Divson.
Dalam forum tersebut, manajemen menyampaikan laporan keuangan, laporan kinerja direksi, evaluasi perusahaan selama Tahun Buku Juli 2025 hingga Juni 2026, serta proyeksi bisnis untuk tahun buku berikutnya. Selain membahas capaian perusahaan, RUPS juga menetapkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi fokus pengembangan Arauscorp sepanjang Tahun Buku 2026-2027.
Salah satu agenda utama dalam RUPS adalah penegasan arah transformasi perusahaan menuju Creative Holding Company. Melalui strategi tersebut, Arauscorp akan memperkuat sinergi antarunit bisnis sekaligus memperluas pengembangan usaha di berbagai sektor melalui anak perusahaan dan unit usaha yang berada dalam satu ekosistem.
Usai RUPS, kegiatan dilanjutkan dengan Town Hall Meeting yang menjadi ruang komunikasi antara manajemen dan seluruh karyawan. Dalam kesempatan tersebut, jajaran direksi menyampaikan hasil RUPS, perkembangan perusahaan selama satu tahun terakhir, serta target yang akan dicapai pada tahun buku yang baru.
Town Hall juga menjadi momentum untuk memperkenalkan arah baru perusahaan kepada seluruh tim, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan profesional.
Menurut Divson, memasuki tahun buku yang baru merupakan awal dari perjalanan baru bagi seluruh insan Arauscorp. Karena itu, ia mengajak seluruh tim untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan bersama-sama membawa perusahaan menuju level yang lebih tinggi.
"Keberhasilan perusahaan bukan hanya diukur dari besarnya omzet atau banyaknya proyek yang kita kerjakan. Keberhasilan juga diukur dari bagaimana kita membangun kepercayaan, menjaga integritas, saling menghargai, dan bertumbuh bersama sebagai satu tim. Tahun buku yang baru telah dimulai. Mari kita melangkah bersama memasuki tahun keempat Arauscorp dengan semangat baru," ujar Divson.
Membangun Ekosistem Kreatif
Tidak semua perusahaan lahir dari kota-kota besar. Sebagian justru tumbuh dari daerah yang selama bertahun-tahun lebih sering menjadi pasar daripada pusat lahirnya gagasan baru.
Hal yang sama pernah terjadi pada industri kreatif. Selama bertahun-tahun, Jakarta, Bandung, dan Surabaya dikenal sebagai pusat pertumbuhan berbagai agensi kreatif, rumah produksi, hingga perusahaan digital. Sementara di banyak daerah, layanan kreatif masih dipandang sebagai pelengkap, bukan sebagai bagian penting dalam pertumbuhan sebuah bisnis.
Padahal, perubahan perilaku masyarakat telah mengubah cara sebuah usaha berkembang. Produk yang baik tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas. Di era digital, sebuah merek membutuhkan identitas, cerita, strategi komunikasi, dan kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka.
Di Lampung, kebutuhan tersebut mulai tumbuh seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga berbagai organisasi terhadap pentingnya branding dan komunikasi. Namun ketika permintaan mulai meningkat, jumlah pelaku industri yang mampu memberikan layanan secara profesional masih relatif terbatas. Di tengah ruang yang belum banyak terisi itulah muncul peluang untuk membangun sesuatu yang berbeda.
Berangkat dari keyakinan bahwa kreativitas dapat menjadi penggerak pertumbuhan bisnis, sekelompok anak muda di Lampung Selatan mulai merintis sebuah perusahaan yang tidak hanya menawarkan jasa kreatif, tetapi juga membangun cara baru dalam mendampingi pelaku usaha. Dari gagasan tersebut kemudian lahir Arauscorp, yang berkembang sebagai creative holding company dengan berbagai lini usaha di bidang industri kreatif, media, dan sektor pendukung lainnya.
Di balik perjalanan tersebut adalah Divson Zulfansyah. Baginya, membangun industri kreatif bukan sekadar menghasilkan karya visual yang menarik, melainkan menciptakan ruang agar lebih banyak pelaku usaha daerah mampu berkembang melalui kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang tepat.
Perjalanan itu tidak dimulai dari modal yang besar ataupun peralatan yang lengkap. Semuanya berawal dari sebuah keyakinan sederhana bahwa kemampuan selalu lebih bernilai daripada keterbatasan, dan bahwa sebuah perusahaan yang kuat hanya dapat lahir ketika dibangun di atas gagasan yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
Gagasan mengenai ekosistem kreatif tidak lahir dalam satu malam. Ia tumbuh perlahan, seiring bertambahnya pengalaman Divson mendampingi berbagai pelaku usaha dari beragam sektor.
Ada pelaku usaha yang membutuhkan strategi komunikasi untuk memperkuat mereknya. Ada yang memerlukan pendampingan dalam membangun identitas bisnis. Ada pula yang telah memiliki produk dan layanan yang baik, tetapi belum menemukan ruang yang tepat untuk menyampaikan cerita dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat.
Semakin banyak pengalaman yang dikumpulkan, semakin ia memahami bahwa kreativitas hanyalah satu bagian dari proses yang lebih besar. Sebuah bisnis dapat memiliki strategi yang baik, konten yang menarik, hingga identitas merek yang kuat. Namun tanpa ekosistem yang mendukung, pertumbuhan sering kali berjalan lebih lambat dari yang seharusnya.
Pemahaman tersebut kemudian mengubah cara pandangnya. Bagi Divson, membangun sebuah perusahaan bukanlah tujuan akhir. Perusahaan hanyalah sarana. Yang ingin dibangun sesungguhnya adalah sebuah ekosistem, tempat berbagai kebutuhan dapat saling terhubung dan saling menguatkan.
Dari pemikiran itulah lahir langkah berikutnya. Berbekal pengalaman yang pernah diperolehnya di dunia media, Divson kembali menjalin komunikasi dengan salah seorang mantan atasannya. Keduanya memiliki pandangan yang sama bahwa daerah membutuhkan media yang bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjadi ruang bagi lahirnya gagasan, kolaborasi, dan cerita-cerita yang memberi nilai bagi masyarakat. Kesamaan visi tersebut kemudian melahirkan PT Sender Seandak Publika.
Perusahaan ini hadir bukan sebagai perluasan bisnis semata, melainkan sebagai bagian dari mata rantai yang selama ini dirasakan belum lengkap. Jika Araus berperan membantu pelaku usaha membangun strategi komunikasi dan identitas merek, maka media menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperluas jangkauan informasi, serta membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
Perjalanan itu tidak berhenti di sana. Seiring bertambahnya pengalaman dan semakin beragamnya kebutuhan yang ditemui di lapangan, lahirlah berbagai entitas usaha lain dengan fokus yang berbeda-beda. Ada yang bergerak di sektor industri kreatif, media, transportasi, properti, hingga bidang-bidang lain yang saling melengkapi sesuai perannya.
Bagi Divson, setiap perusahaan memiliki fungsi yang berbeda. Namun seluruhnya dibangun di atas filosofi yang sama, yakni menciptakan nilai melalui kolaborasi. Ketika setiap bidang menjalankan perannya dengan baik, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar dibandingkan jika masing-masing berjalan sendiri.
Perjalanan yang dimulai dari keluarga petambak di Bumi Dipasena, kemudian berlanjut melalui dunia media, pengalaman mengelola usaha, hingga mendirikan perusahaan kreatif, pada akhirnya membentuk satu keyakinan yang terus dipegang hingga sekarang.
Bahwa membangun perusahaan bukanlah garis akhir. Perusahaan dapat menjadi alat. Namun yang benar-benar memberi dampak adalah ekosistem yang mampu membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk tumbuh dan saling menguatkan.
Mungkin karena itulah, bagi Divson, perjalanan ini tidak pernah benar-benar memiliki garis akhir. Sebab ketika tujuan utamanya bukan membangun satu perusahaan, melainkan membangun sebuah ekosistem, selalu akan ada ruang untuk memulai langkah berikutnya.
Komentar