Jimny, Persaudaraan, dan Pertemuan yang Tak Terlupakan di Way Kambas

Divson
30 September 2026 12:20 WIB

Sender.co.id - Bukan suara mesin yang paling diingat para peserta Jimny 74 Indonesia setelah menuntaskan touring bertajuk Explore Lampung: Gerbang Sumatera. Bukan pula lintasan tanah berlumpur di Trikora atau aliran sungai yang memaksa setiap kendaraan bekerja lebih keras. Justru momen paling membekas terjadi ketika rombongan menghentikan perjalanan mereka di Taman Nasional Way Kambas.

Di tengah hijaunya kawasan konservasi itu, langkah perjalanan seolah melambat. Satu per satu anggota komunitas turun dari Suzuki Jimny mereka. Kamera mulai diangkat, namun tak banyak suara terdengar. Di hadapan mereka berdiri gajah Sumatera—tenang, anggun, dan seolah tak terusik oleh kehadiran puluhan kendaraan yang baru saja memasuki kawasan tersebut.

Perjalanan yang semula identik dengan tantangan lintasan off-road mendadak berubah menjadi pengalaman yang lebih personal. Tidak ada gas yang diinjak dalam-dalam. Tidak ada adu kemampuan kendaraan. Yang tersisa hanyalah rasa kagum ketika manusia bertemu satwa liar di habitat yang masih terjaga.

Touring selama empat hari yang diikuti 31 unit Suzuki Jimny dari berbagai daerah di Indonesia memang dirancang untuk memperkenalkan keindahan Lampung. Hari pertama diisi dengan eksplorasi jalur off-road di kawasan perkebunan karet Trikora, Jati Agung. Turunan licin, sungai kecil, hingga jalan tanah menjadi arena bermain yang memperlihatkan kemampuan Jimny sebagai kendaraan petualang sejati.

Namun bagi banyak peserta, Way Kambas menghadirkan pengalaman yang sama sekali berbeda. Alam mengajarkan bahwa petualangan bukan hanya tentang menaklukkan medan, tetapi juga tentang menghargai kehidupan yang ada di dalamnya.

Ketua Umum Jimny 74 Indonesia, Alfonsus Richardo Adi Putranto, mengaku terkesan dengan pengalaman menjelajahi Lampung. Menurutnya, provinsi di gerbang Pulau Sumatera itu menawarkan kombinasi lengkap antara jalur petualangan dan destinasi wisata yang masih alami. Ia bahkan mengajak para pecinta Jimny di Pulau Jawa untuk mencoba langsung pengalaman serupa di Lampung.

Di balik setiap perjalanan komunitas otomotif selalu ada cerita tentang persaudaraan. Mereka datang dari kota yang berbeda, profesi yang berbeda, bahkan usia yang berbeda. Namun ketika mesin dinyalakan dan perjalanan dimulai, seluruh perbedaan itu melebur menjadi satu irama.

Way Kambas menjadi penutup yang sempurna. Sebuah pengingat bahwa perjalanan terbaik bukan hanya diukur dari seberapa jauh roda berputar, melainkan dari kenangan yang dibawa pulang setelah perjalanan berakhir.

Komentar