Hujan Deras Picu Galodo di Arosuka, Lumpur dan Batu Tutup Jalan Solok-Padang

Wangga Lasmi Damayanti
22 September 2026 20:50 WIB

Sender.co.id - Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore. Aliran air membawa material lumpur, batu, kayu, pasir, dan material longsoran hingga masuk ke permukiman warga serta kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan sejumlah fasilitas pemerintahan terdampak cukup parah akibat derasnya aliran banjir. Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok dilaporkan terdampak. Sejumlah peralatan kantor bahkan terbawa arus air keluar dari ruangan.

“Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang termasuk DPRD terdampak parah,” ujar Jon Firman Pandu.

Menurut Jon, pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan BPBD langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terdampak. Pemerintah juga menyiapkan posko pengungsian sementara serta mengerahkan tim untuk membersihkan material yang masuk ke kawasan perkantoran.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul menyampaikan data sementara menunjukkan empat warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke Semen Padang Hospital di Padang. BPBD juga mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang,” kata Khairul.

Selain korban luka dan warga yang mengungsi, Wakil Bupati Solok Candra menyebut tim gabungan masih melakukan penyisiran karena terdapat laporan dua orang masih hilang. Tiga tim dikerahkan untuk melakukan penelusuran di wilayah terdampak, sementara pembersihan material dilakukan menggunakan alat berat.

Candra juga membuka rumah dinas Wakil Bupati Solok sebagai tempat penampungan sementara bagi warga yang membutuhkan lokasi aman. Ia meminta masyarakat tidak menunggu kondisi menjadi semakin berbahaya sebelum melakukan evakuasi.

“Jika kondisi di lingkungan tempat tinggal tidak aman, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Candra.

Banjir bandang juga berdampak pada akses transportasi di kawasan Arosuka. Material lumpur, batu dan kayu sempat menutup jalur utama yang menghubungkan Solok dan Padang. Sejumlah kendaraan dilaporkan tertimbun material, di antaranya empat truk, satu mobil boks ekspedisi dan sebuah minibus.

Pemerintah Kabupaten Solok masih melakukan pendataan terhadap rumah warga, fasilitas pemerintahan maupun fasilitas lainnya yang terdampak. Tim gabungan juga terus melakukan pembersihan material dan penanganan warga yang terdampak bencana.

Jon Firman Pandu mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor dan sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Warga diminta segera berpindah ke tempat yang lebih aman apabila kondisi lingkungan mulai membahayakan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Hingga Selasa (22/9/2026), proses evakuasi, pencarian, pembersihan material dan pendataan dampak masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BPBD dan tim terkait terus melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. (ra/wg)

Komentar