Tugu Keris Siginja, Salah Satu Ikon di Jambi, Provinsi yang Memiliki Cerita Rakyat Puti Kesumba. (DOK: Wikipedia)
Sender.co.id - Suatu ketika, ada sepasang suami istri yang telah lama menikah namun belum dikaruniai anak. Pada suatu malam, mereka bermimpi didatangi seorang kakek yang memberi tahu, "Jika kalian ingin memiliki anak, carilah rebung yang dililit ular sawah. Rebus dan makanlah rebung itu."
Keesokan harinya, sang suami berusaha mencari rebung sesuai petunjuk kakek dalam mimpinya. Beruntung, ia berhasil menemukan rebung yang dimaksud. Saat itu, ia berbicara kepada ular sawah yang melilit rebung tersebut. Ular itu berkata, "Baiklah, aku akan memberikan rebung ini. Namun, jika anakmu laki-laki, ia milikmu. Jika perempuan, ia milikku. Serahkan padaku." Tanpa ragu, suami itu setuju dan membawa pulang rebung tersebut untuk dimasak dan dimakan.
Beberapa hari kemudian, istri sang suami hamil, dan setelah sembilan bulan sepuluh hari, ia melahirkan seorang putri yang dinamakan Puti Kesumba. Meski bahagia, mereka merasa sedih karena harus memenuhi janji kepada ular sawah jika anaknya perempuan. Namun, pasangan ini memutuskan untuk melanggar perjanjian tersebut. Mereka menjaga Puti Kesumba agar tidak keluar rumah, memenuhi semua kebutuhannya di dalam rumah.
Suatu hari, ketika suami akan berlayar selama tiga bulan, ia berpesan kepada istrinya untuk menjaga Puti Kesumba dengan baik. Setelah suami pergi, sang istri membawa Puti Kesumba mandi di sungai. Saat asyik bermain, tiba-tiba ular sawah menangkap Puti Kesumba.
Puti Kesumba berteriak minta tolong kepada ibunya, tetapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Ular sawah membawanya ke tebing di tepi sungai dan bertanya, "Sudah seberapa besarkah hatimu?" Puti Kesumba menjawab, "Masih kecil, baru sebesar pinang." Selama beberapa bulan, ular sawah terus menanyakan seberapa besar hatinya, hingga suatu ketika Puti Kesumba menyatakan hatinya sudah sebesar nyiru.
Mendengar itu, ular sawah memanggil sekitar sepuluh ular lainnya untuk memakan Puti Kesumba. Namun, beruntung, sang ayah melintas di sungai. Puti Kesumba berteriak meminta tolong, dan ayahnya segera mendekat. Ia membawa Puti Kesumba ke perahunya dan mendayung cepat untuk menjauh dari tebing. Akhirnya, Puti Kesumba berhasil diselamatkan dan hidup bahagia bersama kedua orang tuanya.
Sementara itu, ular sawah yang kecewa karena umpan yang diharapkannya dibawa pergi, akhirnya tewas dimakan oleh ular-ular lainnya. (DY)
Komentar