995 Senjata Ditemukan di Gedung Yayasan Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Dalami Asal-usul Temuan

Divson
07 August 2026 13:26 WIB

Sender.co.id – Publik dihebohkan dengan penemuan ratusan senjata beserta sejumlah barang lain di sebuah gedung yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan tersebut terungkap saat pengurus yayasan melakukan pembongkaran ruangan yang sebelumnya ditempati mantan ketua yayasan dan telah lama terkunci.

 

Kuasa hukum pihak yayasan, Hermawanto, mengatakan proses pembukaan ruangan dilakukan sekitar pertengahan Juli 2026 dengan pendampingan aparat kepolisian. Dari dalam ruangan itu, ditemukan 995 pucuk senjata, amunisi, serta berbagai perlengkapan yang berkaitan dengan senjata.

 

"Hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesori senjata yang lain," ujar Hermawanto saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

 

Selain senjata dan amunisi, yayasan juga mengaku menemukan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana. Di antaranya narkotika yang diduga berupa sabu dan ganja, puluhan keping VCD bermuatan pornografi, peralatan pembuat peluru, hingga sebuah ruangan terkunci yang diduga menyerupai bunker.

 

Hermawanto mengatakan masih terdapat beberapa ruangan lain yang hingga kini belum berhasil dibuka karena masih terkunci. Pihak yayasan kini berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh area gedung.

 

Penemuan tersebut telah dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Kepolisian saat ini melakukan penyelidikan untuk memastikan status seluruh barang yang ditemukan, termasuk legalitas kepemilikan senjata, asal-usulnya, serta kemungkinan adanya dugaan tindak pidana lain.

 

Penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengurus yayasan lama dan pihak-pihak yang diduga mengetahui aktivitas di ruangan tersebut.

 

Di tengah proses penyelidikan, muncul klaim dari pihak lain yang menyebut sebagian besar barang tersebut merupakan airsoft gun milik sebuah perusahaan yang memiliki izin resmi dan sebelumnya digunakan sebagai perlengkapan kegiatan ekstrakurikuler menembak di lingkungan sekolah.

 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak yang mengaku mewakili pemilik barang.

 

"Airsoft tersebut merupakan stok untuk persiapan ekskul menembak dan panahan dari sekolah yang akan dilaksanakan pada tahun 2021," demikian salah satu keterangan yang disampaikan pihak terkait.

 

Namun, klaim tersebut masih menunggu verifikasi aparat penegak hukum. Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai apakah seluruh barang yang ditemukan merupakan senjata api, airsoft gun, atau kombinasi keduanya. (it/dv)

Komentar