Ilustrasi Garam
Sender.co.id - Setiap makanan memiliki garam untuk menambah rasa, jadi sering disebut sebagai bagian yang sangat penting dari makanan sehari-hari.
Ternyata, tubuh juga dapat menggunakan garam untuk menjaga
keseimbangan cairan, meningkatkan aktivitas saraf, dan mengencangkan otot. Namun,
jika tubuh mengonsumsi terlalu banyak garam, apa yang akan terjadi?
Dilansir dari laman Times of India, berikut sederet efek samping terlalu banyak
makan garam :
1. Tekanan Darah Tinggi
Terlalu banyak garam merupakan faktor tersembunyi yang menyebabkan tekanan
darah tinggi atau hipertensi. Ketika tubuh memiliki kelebihan garam, tubuh akan
menahan air tambahan untuk mengencerkan garam dalam aliran darah.
Peningkatan volume darah ini memberikan tekanan ekstra pada dinding pembuluh
darah, yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Seiring waktu, tekanan darah
tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah, sehingga
meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
2. Memperburuk Fungsi Ginjal
Ginjal bertanggung jawab untuk menyaring kelebihan garam dan cairan dari darah.
Bila asupan garam terlalu banyak, ginjal harus bekerja lebih keras untuk
membuangnya.
Tekanan akibat asupan garam yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak
fungsi ginjal, yang pada akhirnya menyulitkan ginjal untuk menjaga keseimbangan
cairan dan mineral dalam tubuh.
3. Melemahkan Tulang
Saat kadar garam dalam tubuh tinggi, tubuh cenderung kehilangan lebih banyak
kalsium melalui urine. Hilangnya kalsium dapat melemahkan tulang seiring waktu,
membuatnya lebih rentan terhadap patah tulang dan kondisi seperti osteoporosis.
Mengonsumsi makanan dengan kadar garam sedang dapat membantu menjaga kesehatan
tulang dan mengurangi risiko kekurangan kalsium.
4. Meningkatkan Resiko Masalah Jantung
Garam tidak hanya memengaruhi tekanan darah, tetapi juga secara tidak langsung
memengaruhi jantung sebagai akibat nyata dari peningkatan tekanan darah. Asupan
garam yang tinggi telah dikaitkan dengan kondisi seperti serangan jantung dan
gagal jantung.
Ketika jantung harus memompa lebih keras untuk mengedarkan darah, jantung dapat
bekerja terlalu keras. Perubahan keadaan ini berpotensi menyebabkan penebalan
otot jantung. Peningkatan beban kerja ini juga meningkatkan risiko gagal
jantung. (PL)
Komentar