Kemenkes Mulai Berikan Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki, Program Perdana Digelar di Tiga Provinsi

Divson
04 August 2026 17:52 WIB

Sender.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai melaksanakan program pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Agustus 2026. Program ini akan diawali di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali, sebelum diperluas secara bertahap ke wilayah lain.

 

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, mengatakan pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat pencegahan infeksi HPV dan mendukung upaya eliminasi kanker leher rahim di Indonesia.

 

"Vaksin HPV untuk anak laki-laki dilakukan sebagai bagian dari eliminasi kanker leher rahim pada perempuan. Anak laki-laki juga dapat menjadi pembawa virus HPV sehingga imunisasi diharapkan dapat menekan penularan di masyarakat," ujar Indri, Selasa (4/8/2026).

 

Program ini menyasar anak laki-laki kelas 5 SD atau sederajat di tiga provinsi tersebut. Sementara itu, imunisasi HPV bagi anak perempuan tetap dilanjutkan melalui program BIAS seperti tahun-tahun sebelumnya.

 

Indri menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi bagi anak laki-laki dilakukan secara bertahap. Salah satu syarat perluasan program adalah cakupan vaksinasi HPV pada anak perempuan di suatu wilayah telah mencapai minimal 90 persen.

 

"Untuk pelaksanaan HPV bagi anak laki-laki memang belum diterapkan di seluruh Indonesia. Program akan diperluas apabila cakupan vaksinasi anak perempuan di wilayah tersebut sudah mencapai 90 persen," jelasnya.

 

Kemenkes menargetkan program imunisasi HPV bagi anak laki-laki dapat diperluas secara bertahap hingga berlaku secara nasional pada 2029.

 

Selama ini, vaksin HPV lebih dikenal sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim pada perempuan. Namun, virus HPV juga dapat menyebabkan berbagai penyakit pada laki-laki, seperti kanker penis, kanker anus, kanker orofaring (tenggorokan), serta kutil kelamin. Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendorong perluasan vaksinasi HPV di sejumlah negara sebagai langkah pencegahan penularan virus.

 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 99 persen kasus kanker leher rahim berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Melalui perluasan imunisasi kepada anak laki-laki, pemerintah berharap rantai penyebaran virus dapat ditekan sehingga perlindungan terhadap masyarakat menjadi lebih optimal.

 

Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat program imunisasi nasional sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan bagi anak-anak Indonesia. (it/dv)

Komentar