Wall Street Ditutup Beragam, Saham Tesla Melonjak dan IBM Anjlok

Divson
25 October 2024 11:28 WIB

Sender.co.id - Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street mencatat hasil yang bervariasi pada perdagangan Kamis (24/10). Dua dari tiga indeks utama, yaitu Nasdaq dan S&P 500, mengalami kenaikan berkat proyeksi laba positif dari Tesla dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Meskipun ada penurunan pada beberapa laporan keuangan perusahaan, sentimen pasar tetap terjaga.

Menurut laporan dari Reuters, rata-rata indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 140,59 poin atau 0,33 persen menjadi 42.374,36. S&P 500 (.SPX) naik 12,44 poin atau 0,21 persen menjadi 5.809,86, sementara Nasdaq Composite (.IXIC) meningkat 138,83 poin atau 0,76 persen menjadi 18.415,49.

Saham Tesla melonjak 21,9 persen setelah perusahaan kendaraan listrik itu melaporkan laba kuartal ketiga yang kuat dan memberikan proyeksi pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen hingga 30 persen untuk tahun depan, yang meningkatkan kapitalisasi pasarnya lebih dari USD 140 miliar. Kenaikan ini juga mengangkat sektor Consumer Discretionary (.SPLRCD) sebesar 3,24 persen.

Meskipun indeks S&P mencatatkan kenaikan harian pertamanya minggu ini, sentimen pasar cenderung goyah. Banyak sektor dalam S&P masih berada di zona merah akibat laporan laba yang beragam dan tekanan dari imbal hasil obligasi yang meskipun turun, tetap tinggi.

Imbal hasil obligasi treasury 10 tahun acuan turun pada hari itu di angka 4,20 persen, setelah mencapai level tertinggi tiga bulan pada hari sebelumnya. Imbal hasil sempat mencapai 4,26 persen pada sesi Rabu (23/10), yang menyebabkan ketiga indeks ekuitas utama melemah.

"Dalam jangka pendek, pengaruh terbesar yang kami lihat pada saham pada bulan Oktober adalah kenaikan suku bunga. Dari Treasury 10 tahun di bawah 4 persen hingga posisi saat ini, kenaikannya relatif cepat," kata Direktur Investasi Senior di US Bank Wealth Management, Bill Northey dikutip dari Reuters.

Pendapatan yang diumumkan sebelum waktunya meliputi IBM (IBM.N), yang turun 6,17 persen setelah gagal mencapai estimasi pendapatan kuartal III 2024. Selain itu, Honeywell (HON.O), juga turun 5,10 persen setelah meramalkan penjualan tahunan di bawah estimasi. Kedua saham ini juga yang menyebabkan kinerja saham Dow tidak menguat seperti Nasdaq dan S&P.

Bahan (.SPLRCM), turun 1,42 prsen terseret oleh Newmont (NEM.N), karena biaya yang lebih tinggi dan produksi Nevada yang lebih lemah menyebabkan laba tidak dapat diperkirakan.

Boeing (BA.N), juga kehilangan 1,18 persen setelah pekerja pabrik berdemo menolak tawaran kontrak dan melanjutkan pemogokan selama lebih dari lima minggu, pada Rabu (23/10).

Saham telah menurun dari level rekor selama beberapa sesi terakhir karena penilaian ulang taruhan pada pemotongan suku bunga Federal Reserve, kenaikan imbal hasil Treasury, laba perusahaan dan ketidakpastian seputar pemilu AS mendatang. Namun, kemunduran itu sudah bisa diduga, kata Dennis Dick, pedagang di Triple D Trading.
Maskapai penerbangan Southwest (LUV.N), kehilangan 5,56 persen setelah laba dan setelah perusahaan mencapai kesepakatan dengan investor aktivis Elliott Investment Management.

UPS (UPS.N) naik 5,28 persen setelah penyedia layanan parsel tersebut melaporkan kenaikan laba pada kuartal III 2024, karena peningkatan volume dan pemangkasan biaya.

Dari 159 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan hasil pada musim pendapatan ini, 78,6 persen telah melampaui ekspektasi analis, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Di sisi ekonomi, data PMI kilat S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada bulan Oktober, di tengah permintaan yang kuat. Klaim pengangguran mingguan juga turun secara tak terduga untuk minggu yang berakhir pada tanggal 19 Oktober.

Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,25 banding 1 di NYSE. Ada 137 harga tertinggi baru dan 49 harga terendah baru di NYSE.

S&P 500 membukukan 41 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan 3 titik terendah baru sementara Nasdaq Composite mencatat 76 titik tertinggi baru dan 89 titik terendah baru.

Volume di bursa AS adalah 11,06 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,59 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (DV)

Komentar