Survei Pilgub: Popularitas Khofifah-Emil Jadi Alasan Raih Elektabilitas Tertinggi di Jatim

Divson
29 September 2024 21:39 WIB

Sender.co.id - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa tingkat popularitas menjadi faktor utama yang membuat pasangan calon (paslon) Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak meraih elektabilitas tertinggi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2024. Paslon Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim mengikuti di belakang mereka.

Dilansir dari Beritasatu.com, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa popularitas adalah elemen penting dalam politik elektoral, karena seseorang tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal.

"Saat ini tingkat popularitas Khofifah Indar Parawansa paling tinggi (92,7%), kemudian Tri Rismaharini (62,8%), dan Luluk Nur Hamidah (6,6%)," kata Burhanuddin saat jumpa pers secara virtual, Minggu (29/9/2024).

“Dari 92,7% itu yang suka juga tinggi. Ini yang menjelaskan mengapa Mbak Khofifah elektabilitasnya berada di peringkat pertama dengan selisih cukup signifikan,” tambah dia.

Selain dari segi popularitas, paslon Khofifah-Emil kembali unggul dari faktor kesukaan. Kemudian disusul Tri Rismaharini. "Tingkat kedisukaan terhadap Khofifah Indar Parawansa paling tinggi 89,4%. Kemudian terhadap Tri Rismaharini 87,6%, dan terhadap Luluk Nur Hamidah 49,5%," lanjutnya.

Selain itu, Burhanuddin menambahkan, hasil dari survei tingkat kepuasan atas kinerja petahana, baik terhadap Khofifah Indar Parawansa sebagai gubernur dan Emil Elestianto Dardak sebagai wakil gubernur, sangat positif.

"Masing-masing sekitar 84,4% dan 72,5% merasa cukup atau sangat puas atas kinerja sebagai gubernur dan wakil gubernur. Hal ini mendorong pada tingkat penerimaan terhadap Khofifah Indar Parawansa untuk kembali menjadi gubernur periode selanjutnya, 67,1%," tutup Burhanuddin.

Survei digelar pada 9-14 September 2024 dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang. Wawancara dilakukan dengan tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dan dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.000 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekira plus minus 3,2% pada tingkat kepercayaan 95%. (DV)

Komentar