Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan dalam sebuah forum ekonomi. Purbaya mengungkapkan dirinya pernah berseloroh kepada pejabat IMF dan Bank Dunia sebagai "menteri paling tidak beruntung di dunia" karena menghadapi berbagai tantangan ekonomi sejak awal masa jabatannya. Foto: infobanknews
Sender.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pernah menyampaikan keluhannya kepada pejabat International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) dengan menyebut dirinya sebagai "menteri paling tidak beruntung di dunia". Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri forum internasional pada April 2026 dan kembali diceritakan di hadapan peserta Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Purbaya menjelaskan, sejak resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan pada September 2025, dirinya langsung menghadapi berbagai tekanan yang datang secara beruntun. Mulai dari demonstrasi besar di dalam negeri, gejolak pasar keuangan, sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional, hingga meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik.
"I told them that I'm the most unlucky minister in the world," ujar Purbaya saat menceritakan percakapannya dengan pejabat IMF dan Bank Dunia.
Menurut Purbaya, berbagai tantangan tersebut membuat banyak pihak meragukan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menyebut sejumlah lembaga internasional, seperti MSCI, Fitch Ratings, dan Moody's, sempat memberikan penilaian negatif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk perang Iran, turut menambah tekanan terhadap perekonomian global.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa berbagai prediksi pesimistis tersebut tidak sepenuhnya terbukti. Menurutnya, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter mampu menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.
"Saya akan buktikan kepada mereka bahwa mereka salah. Perekonomian tumbuh pada kuartal pertama dan kedua. Saya akan memastikan bahwa pada paruh kedua tahun ini, ekonomi kita bisa tumbuh mendekati angka 6 persen," kata Purbaya.
Ia mengakui pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 memang sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, pemerintah tetap optimistis kondisi akan membaik pada semester kedua tahun ini melalui berbagai langkah percepatan investasi, penguatan konsumsi domestik, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Purbaya juga menegaskan bahwa kritik dari berbagai kalangan justru menjadi motivasi bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen masih dapat dikejar apabila momentum pemulihan terus terjaga hingga akhir tahun.
Pernyataan Purbaya tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena disampaikan dengan nada santai di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Meski menyebut dirinya sebagai "menteri paling tidak beruntung di dunia", ia menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia mampu melewati berbagai tekanan dan mempertahankan stabilitas ekonomi nasional. (wg)
Komentar