Ini 7 Jajanan Tradisional yang Mulai Jarang Ditemui, Kue Rangi hingga Gulali Tarik

Tazkiya Fuadah
10 November 2024 21:14 WIB

Sender.co.id - Jajanan tradisional selalu jadi favorit dari masa ke masa. Sayangnya, beberapa jajanan ini sudah mulai jarang ditemui penjualnya. Seperti kue rangi hingga gulali tarik.

 

Walau saat ini sudah banyak jajanan yang lebih kekinian, jajanan tradisional masih memiliki tempat tersendiri oleh para penikmatnya, jajanan tradisonal memikat selera karena rasanya unik dan enak. Beberapa jajanan sudah jarang ditemui atau hampir langka.

 

Berikut ini 7 Jajanan tradisional yang sudah mulai langka keberadaannya :

 

1. Kue Rangi

 

Kue rangi merupakan jajanan tradisional khas dari Betawi. Jajanan yang satu ini terbuat dari tepung sagu dan kelapa yang dipanggang menggunakan cetakan di atas arang khusus.

 

Kue tradisional ini memiliki cita rasa gurih yang bertekstur agak renyah dan disajikan menggunakan sirup gula merah kental. Dulu, penjual kue rangi terbilang cukup banyak dan sering keliling kampung ke kampung.

 

Namun kini penjualnya sudah sangat jarang ditemui. Harga kue rangi juga saat ini pun sudah mengalami kenaikan harga mengikuti harga bahan utamanya. Seporsi kue rangi saat ini ditawarkan dengan harga Rp 5.000-an.

 

2. Es Goyang

 

Jajanan yang satu ini adalah es tradisional Indonesia yang merupakan es loli dengan beragam pilihan rasa. Ada rasa stroberi, vanila, alpukat, cokelat, hingga durian.

 

Es ini dinamakan es goyang karena proses pembuatannya harus menggoyangkan gerobaknya. Di era 90-an, penjual es goyang mudah ditemui di depan sekolah atau keliling kampung. Harga per tusuknya sekitar Rp 500 - Rp 1.000.

 

Sayangnya, kini es goyang sudah jarang ditemui. Terkadang es goyang bisa ditemui di area street food terkenal atau salah satu acara. Harga es goyang juga mengalami kenaikan, saat ini dibanderol Rp 3.000 - Rp. 5.000 per tusuknya.

 

3. Wedang Kembang Tahu

 

Penggemar wedang kembang tahu pasti saat ini merindukan rasa dari jajanan tradisional tersebut. Namun,, jajanan tradisional satu ini semakin sulit ditemui, bahkan hampir punah.

 

Penjual wedang kembang tahu hanya ada beberapa yang masih bertahan. Padahal dulu wedang kembang tahu mudah ditemui setiap harinya. Para penjualnya menawarkan wedang kembang tahu ini dengan cara dipikul.

 

Semangkuk wedang kembang tahu yang lembut dengan cita rasa manis dan agak pedas dari kuah jahe ini sangat nikmat disantap saat cuaca dingin. Dulu harganya hanya dibanderol sekitar Rp 5.000-an.

 

4. Grontol Jagung

 

Grontol jagung merupakan makanan jadul yang berbahan dasar jagung. Proses pembuatan makanan ini berawal dari jagung yang dipipil kemudian direndam terlebih dahulu. kemudian jagung dikukus.

 

Jajanan tradisional ini sangat populer di Jawa Tengah dan tentunya sudah tak asing di Jawa, dan dulunya juga banyak ditemui di Jakarta.

 

Grontol jagung ini  disajikan dengan kelapa parut gurih dan taburan gula pasir dan biasanya juga dinikmati dengan sajian cenil.

 

Di era 90-an, grontol jagung ini bisa dinikmati dengan harga sekitar Rp 1.000. Kini penjualnya sulit ditemui dan harganya telah mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 per porsi.

 

 

5. Mipan

 

Kue ini terbuat dari tepung beras. Adonan kuenya kenyal agak mirip puding dan disiram dengan saus gula merah dan minyak bawang. Rasanya terdapat paduan manis dan gurih.

 

Mipan juga terbilang sulit ditemui saat ini. Salah satu penjualnya ada di kawasan Pasar Glodok dan selalu ramai pembeli.

 

6. Es Potong

 

Es potong termasuk dalam jenis es loli khas Indonesia. Sajian es ini biasanya dicetak menggunakan plastik yang memanjang dan

terbuat dari campuran buah-buahan segar yang dihaluskan.

 

Es potong juga sulit sekali ditemui. Bisa menemukannya di beberapa acara kuliner atau di depan rumah makan yang terkenal. .

 

Cara penyajiannya pun unik. Ketika ada pembeli, barulah es loli tersebut dipotong sesuai porsinya. Oleh karena itu, namanya disebut sebagai es potong.

 

7. Gulali Tarik

 

Terdapat banyak jenis gulali yang bisa ditemui di Indonesia. Mulai dari rambut nenek, permen kapas, hingga gulali tarik. Namun, sekarang ini yang sulit ditemui adalah gulali tarik.

 

Penjual gulali tarik ini, dulu menawarkan dagangannya dengan cara dipikul atau menggunakan gerobak sepeda. Gulali tarik terbuat dari gula yang diberikan pewarna makanan, lalu dilelehkan.

 

Dinamakan gulali tarik karena proses membentuk benda, hewan, hingga bunga dengan cara ditarik oleh tangan sang penjual. Jajanan ini dulunya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1.000. (TF)

Komentar