Abu Vulkanik Anak Krakatau Terus Mengguyur, PMI Lamsel Sebar Belasan Ribu Masker

Veridial
06 September 2026 16:11 WIB


Sender.co.id – Abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Selatan bergerak cepat memberikan perlindungan kepada warga.


Sebanyak 15 ribu masker bantuan dari PMI Kota Cilegon disalurkan kepada masyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu (6/9/2026).


Bantuan tersebut dijemput langsung oleh PMI Lampung Selatan dari Kota Cilegon untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik.


Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons kemanusiaan PMI menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sebaran abu vulkanik. BMKG pada Minggu (6/9/2026) juga mengintensifkan pemantauan terhadap perkembangan erupsi GAK dan dampaknya terhadap atmosfer serta wilayah di sekitar Selat Sunda.


Sekretaris PMI Lampung Selatan, Nizar Adha, mengatakan aksi tersebut dilakukan bersama relawan, Kabid Kebencanaan dan seluruh jajaran pengurus PMI Lampung Selatan.


“Hari ini kita dari PMI Lampung Selatan bersama teman-teman relawan dan juga Pak Kabid Kebencanaan serta seluruh pengurus PMI Lampung Selatan. Izin mewakili Ibu Ketua PMI Lampung Selatan, Ibu Erma Yusneli, kita sedang melakukan aksi cepat untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak debu abu vulkanik,” ujar Yunizar saat menyerahkan bantuan, Minggu (6/9/2026).


Yunizar menjelaskan, distribusi masker diprioritaskan ke wilayah yang terdampak abu vulkanik, khususnya kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa.


Masker tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat sebagai perlindungan dasar, terutama bagi warga yang masih harus melakukan aktivitas di luar ruangan.


“Masker-masker ini agar bisa didistribusikan di wilayah Lampung Selatan yang sekiranya bisa membantu meringankan teman-teman dan warga semua yang terdampak debu abu vulkanik,” katanya.


Gerakan PMI Lampung Selatan tidak hanya dilakukan pada Minggu hari ini. Sehari sebelumnya, relawan PMI telah bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Kalianda. Mereka membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.


Sebelumnya, PMI Lampung Selatan juga telah menyalurkan sekitar 3 ribu masker ke Pulau Sebesi untuk membantu masyarakat di wilayah tersebut.


Dengan tambahan 10 ribu masker dari PMI Kota Cilegon, bantuan yang telah digerakkan PMI Lampung Selatan mencapai belasan ribu masker dalam rangka merespons dampak abu vulkanik GAK.


Yunizar menyampaikan apresiasi kepada PMI Kota Cilegon yang telah memberikan dukungan berupa 15 ribu masker untuk masyarakat Lampung Selatan.


“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Cilegon yang sudah membantu masyarakat Lampung Selatan dengan memberikan bantuan berupa masker sekitar 10 ribu masker,” ucapnya.


Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti karena masker menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat ketika abu vulkanik mulai berdampak terhadap aktivitas warga.Di tengah kondisi tersebut, PMI Lampung Selatan memastikan relawan terus memantau situasi di lapangan.


“Kami bersama relawan juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika situasi kembali meningkat, langkah-langkah kemanusiaan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” pungkasnya.


Aktivitas GAK yang meningkat dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan abu vulkanik terdeteksi di sejumlah wilayah. BMKG melaporkan sebaran abu mencapai wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu, dengan Lampung termasuk wilayah yang terdampak sebaran abu.


Masyarakat Lampung Selatan, khususnya warga di kawasan pesisir, diimbau tetap tenang namun tidak mengabaikan keselamatan. Warga juga diminta menggunakan masker ketika berada di luar ruangan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.


PMI Lampung Selatan memastikan kesiapsiagaan relawan tetap dilakukan untuk membantu masyarakat apabila kondisi di lapangan kembali meningkat. Di tengah kepungan abu vulkanik GAK, gerak cepat PMI menjadi bagian dari upaya memastikan warga tidak menghadapi situasi tersebut sendirian. (*)

Komentar