Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Status Naik Jadi Level III Siaga

Wangga Lasmi Damayanti
02 September 2026 14:26 WIB

Sender.co.id – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026). Erupsi terjadi sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu vulkanik berwarna hitam dan berintensitas tebal yang membubung hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Sinabung, Armen Putra, mengatakan aktivitas erupsi masih teramati hingga pukul 11.14 WIB. Kolom abu terlihat condong ke arah timur hingga tenggara. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan durasi sementara sekitar satu jam satu menit 48 detik.

“Erupsi berupa abu yang mengarah ke timur dan tenggara. Sampai saat ini masih kami pantau, dan pada pukul 11.14 WIB masih terlihat abu keluar di sekitar puncak Gunungapi Sinabung,” kata Armen. Ia mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap mengikuti arahan petugas dan mewaspadai hujan abu yang bergerak ke arah timur dan tenggara.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan erupsi tersebut didahului peningkatan aktivitas kegempaan. Sebelum erupsi, tercatat 85 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik. Badan Geologi menyebut erupsi ini merupakan erupsi awal sehingga masih terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas dan erupsi yang lebih besar.

Atas peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi kemudian menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB. Sebelumnya, Sinabung berada pada Level II sejak 17 Mei 2023.

Berdasarkan rekomendasi Badan Geologi, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Sinabung juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar.

Kepala Desa Kuta Gugung, Terkelin Sembiring, membenarkan terjadinya erupsi dan mengatakan pemerintah desa langsung mengambil langkah antisipasi. Masyarakat di sekitar kawasan Danau Lau Kawar diminta meninggalkan lokasi, sementara masker dibagikan sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan aktivitas Gunung Sinabung masih mengalami peningkatan. BNPB mencatat sekitar 211 keluarga atau 615 jiwa warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, telah berada di lokasi pengungsian di Posko Penanganan Darurat Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

“BNPB mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Sinabung tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas gunung api,” kata Berton. Warga Desa Payung, Kecamatan Payung, sementara itu masih berada di rumah masing-masing dengan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan berada dalam pemantauan pemerintah daerah bersama unsur terkait.

BNPB bersama BPBD Kabupaten Karo dan lintas instansi juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Abu diketahui cenderung bergerak ke arah timur-tenggara atau menuju wilayah Berastagi. Masker dibagikan kepada masyarakat di wilayah terdampak, sementara warga yang berada di zona bahaya diarahkan untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman.

Berton menegaskan masyarakat dan wisatawan harus mematuhi batas zona bahaya serta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan. Warga juga diminta menggunakan masker atau pelindung pernapasan ketika berada di wilayah terdampak abu vulkanik dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah serta instansi berwenang.

Aktivitas Gunung Sinabung hingga kini masih dipantau secara intensif oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing informasi yang tidak terverifikasi dan tetap mengikuti perkembangan resmi terkait aktivitas gunung api tersebut. (wg)

Komentar