Siswa, Ibu Hamil hingga Balita Diduga Keracunan MBG di Agam

Wangga Lasmi Damayanti
03 September 2026 14:06 WIB

Sender.co.id – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ratusan penerima manfaat dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.

Keluhan mulai dirasakan sejak Senin (31/8/2026) sore. Gejala yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, muntah, sakit kepala hingga demam. Data sementara terus berubah seiring proses pendataan. Hingga Rabu (2/9) sore, sebanyak 388 orang terindikasi mengalami gejala, terdiri dari 364 peserta didik tingkat TK, SD dan SMP serta 24 guru. Sebanyak 237 orang telah mendapatkan pengobatan di Puskesmas Palupuh dan dua orang dirujuk ke RSUD Ahmad Muchtar Bukittinggi.

Kasus tersebut tidak hanya dilaporkan terjadi pada siswa. Ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang menerima paket MBG melalui Posyandu juga disebut mengalami keluhan. Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, mengatakan istri dan anaknya mengalami sakit perut, mual dan demam setelah mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul 12.00 WIB. Istrinya diketahui sedang dalam kondisi hamil muda.

Menurut Novri, kondisi istri dan anaknya mulai membaik pada Rabu pagi. Meski demikian, ia tetap berencana membawa keduanya untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Ia juga mengatakan sejumlah siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan guru di wilayah tersebut mengalami keluhan serupa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Hendri Rusdian mengatakan mayoritas keluhan yang dialami korban masih tergolong ringan. Namun, terdapat dua korban yang mengalami kondisi sedang hingga berat sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi. Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi, tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Hendri menjelaskan makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut berasal dari distribusi MBG pada Senin (31/8). Gejala kemudian mulai dirasakan penerima manfaat pada Selasa hingga Rabu. Sampel makanan telah diambil untuk diperiksa oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat. Hasil pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal langsung mendatangi Puskesmas Palupuh untuk melihat kondisi para korban. Pemerintah Kabupaten Agam kemudian meminta distribusi MBG dari SPPG Pasia Laweh dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.

“Untuk saat ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami minta kegiatan pendistribusian MBG dihentikan dahulu sampai nantinya hasil laboratorium keluar,” kata Iqbal.

Iqbal menegaskan pengawasan harus dilakukan sejak pemilihan dan penyimpanan bahan baku, proses pengolahan hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat. Menurutnya, penghentian sementara merupakan langkah antisipasi agar tidak muncul korban baru selama proses investigasi berlangsung.

Dari sisi kepolisian, Kapolsek Palupuh IPTU M. Raufuddin Silitonga mengatakan pihaknya telah mengambil sampel makanan dari SPPG Pasia Laweh untuk diperiksa Balai POM Sumatera Barat. Ia meminta masyarakat tidak panik dan tidak membuat kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan keluar.

“Penghentian sementara ini murni langkah kehati-hatian, bukan kesimpulan akhir,” kata Raufuddin. Ia menegaskan hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG dari SPPG Pasia Laweh.

SPPG Pasia Laweh sendiri dikelola oleh Yayasan Affa Adicitta. Pemilik yayasan, Yunika Fernandez, menyatakan pihaknya siap bekerja sama dalam proses investigasi dan memastikan akan bersikap kooperatif. SPPG tersebut dilaporkan melayani ribuan penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan kader Posyandu.

Hingga saat ini, pemerintah dan instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut. Distribusi MBG di wilayah Palupuh dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian sampai hasil pemeriksaan diperoleh. (wg)

Komentar