Terbit Perdana Agustus 2026, SEANDAK Hadir sebagai Majalah Berita, Feature dan Perspektif

Veridial
16 August 2026 16:28 WIB


Sender.co.id - Ekosistem media dan publishing di Lampung kembali bertambah dengan hadirnya SEANDAK, majalah berita, feature, dan perspektif bentukan PT. Sender Seandak Publika. 


Membawa semangat untuk merekam perubahan, dinamika, serta berbagai cerita yang membentuk arah daerah, edisi perdana SEANDAK terbit pada 10 Agustus 2026. SEANDAK hadir dalam format majalah dengan pendekatan jurnalistik yang lebih mendalam, visual, dan beragam. 


Berbeda dari karakter media digital yang bergerak cepat mengikuti arus informasi harian, SEANDAK dirancang sebagai ruang untuk membaca sebuah peristiwa dengan tempo yang lebih panjang.


Edisi perdana mengangkat laporan utama bertajuk “Selalu Memikat Para Penguasa Jawa”, yang melihat posisi Lampung dalam peta politik nasional. Dari Prabowo hingga Jokowi, Lampung terus menjadi salah satu ruang strategis dalam dinamika politik dan kekuasaan nasional.


Tidak hanya laporan utama, edisi perdana SEANDAK menghadirkan sejumlah rubrik yang membawa pembaca melihat berbagai sisi kehidupan daerah. Mulai dari Wawancara, Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Humaniora, Film, Intermezo, hingga Parlementaria.


Rubrik wawancara menghadirkan Bella Jayanti, Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Lampung Selatan. Ia berbicara mengenai kepemimpinan, regenerasi politik, pembangunan partai, serta pandangannya mengenai politik yang harus mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.


Pada rubrik hukum, SEANDAK mengangkat laporan “Habis Kuasa, Jadilah Tersangka”, yang membahas perjalanan hukum mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana participating interest 10 persen.


Sementara rubrik Intermezo membawa cerita perjalanan Jimny 74 Indonesia dalam touring Explore Lampung: Gerbang Sumatera. Perjalanan empat hari tersebut tidak hanya menyajikan cerita mengenai jalur off-road dan kemampuan kendaraan, tetapi juga momen perjumpaan dengan gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas.


SEANDAK juga menghadirkan sisi lain Lampung melalui Sanggar Beach, destinasi pesisir yang memperlihatkan bagaimana potensi alam dapat dikembangkan menjadi ruang wisata sekaligus bagian dari penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.


Dengan format 32 halaman, edisi perdana SEANDAK menjadi langkah awal pengembangan ekosistem media dan publishing PT Sender Seandak Publika. Majalah ini tidak hanya ditujukan sebagai produk bacaan, tetapi juga sebagai dokumentasi yang merekam tokoh, peristiwa, gagasan, dan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.


Peluncuran edisi perdana pada 10 Agustus 2026 menjadi penanda dimulainya perjalanan SEANDAK sebagai majalah yang ingin melihat daerah dengan perspektif yang lebih luas tidak hanya apa yang terjadi hari ini, tetapi juga apa yang sedang berubah dan ke mana arah perubahan tersebut.


Majalah ini ukurannya tak seperti koran. Pengerjaannya dikeroyok sekumpulan anak muda. Jika anda mendapatkan kertasnya dihiasi desain yang baik dan tulisan yang menggelitik, musababnya adalah ketumpahan isi kepala.


Bentuknya semi mini. Memang begitulah gayanya. Bisa pula representasi diri yang mengedepankan keminian. Mini itu terbatas, tapi lincah. Selincah Ari Surya dan Erwe menggarap tata letaknya, yang saat dilihat-lihat, tampilannya kok bagus. 


Majalah Seandak lahir dari sebuah rencana panjang dan berliku dari kombatan yang pernah ditempa di Graha Pena. Tujuan mendirikan Majalah bukan hanya untuk bisnis. Sebab jika hanya untuk tujuan bisnis, majalah akan cepat mati. Karena pemiliknya tidak memiliki idiologi jurnalistik dan akan cepat mengambil keputusan gulung tikar jika secara bisnis kurang menguntungkan.


Sejak lama media cetak diramalkan akan mati karena gempuran media online. Tapi kenyataannya, majalah masih tetap ada sampai sekarang. Justru media online yang kini sedang dibunuh oleh media sosial. Sedangkan media cetak masih tetap hidup, karena mau mempertahankan kedalaman berita.


Edisi perdana Majalah Seandak ini hadir di hadapan anda bukan sekadar sebagai tumpukan laporan utama atau deretan infografis. Kami mencoba mengurai percaturan politik nasional hingga lokal, kemajuan daerah, hingga menyediakan ruang inspiratif. 


Kami mengajak anda untuk sejenak menepi dari kebisingan. 

Mari kita berpikir dengan jernih, melihat apa yang tersirat di balik yang tersurat. 


Sebab pada akhirnya, demokrasi yang sehat tidak dirawat oleh masyarakat yang penurut, melainkan oleh warga negara yang terus merawat literasi. SEANDAK  “Membaca Zaman. Menulis Perubahan.” (*)

Komentar