Rusun Subsidi di Manggarai Mulai Dibangun, 1.232 Unit Disiapkan

Divson
21 August 2026 15:22 WIB

Sender.co.id –  Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan pembangunan hunian vertikal berbasis Transit-Oriented Development (TOD) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek tersebut memasuki tahap awal pembangunan melalui kawasan Blok F dan Blok G yang berada di sekitar Stasiun Manggarai, dengan total 1.232 unit hunian untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah (MBM).

 

Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memastikan pembangunan siap dimulai setelah seluruh persiapan dan tata kelola diselesaikan.

 

“Kita akan melakukan groundbreaking tanggal 21 Agustus 2026 jam 09.00 WIB dan siap bangun,” ujar Bobby.

 

Tahap awal pembangunan berada di atas lahan aset PT KAI dengan luas sekitar 21.939 meter persegi atau 2,19 hektare. Blok F memiliki luas sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G mencapai sekitar 6.925 meter persegi. Kedua blok tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan TOD Manggarai yang dirancang untuk menggabungkan hunian dengan akses transportasi publik serta aktivitas masyarakat.

 

Secara keseluruhan, pengembangan tahap awal tersebut direncanakan menyediakan 1.232 unit hunian yang tersebar di tiga menara utama. Selain hunian, kawasan ini juga dilengkapi 150 ruang retail yang terdiri atas 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F untuk mendukung kebutuhan dan aktivitas ekonomi penghuni serta masyarakat sekitar.

 

Hunian yang disiapkan memiliki tiga pilihan tipe, yakni Tipe 28, Tipe 36, dan Tipe 45. Tipe 28 memiliki luas sekitar 28 meter persegi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Tipe 36 memiliki luas sekitar 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Sementara itu, Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta ruang keluarga.

 

Dari total 1.232 unit yang disiapkan untuk segmen terjangkau, terdapat 308 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan 924 unit untuk masyarakat berpenghasilan menengah. Sementara itu, pengembangan kawasan Manggarai secara keseluruhan juga mencakup hunian komersial, sehingga jumlah unit hunian dalam rencana pengembangan kawasan tahap awal mencapai 3.740 unit.

 

Untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian, unit yang masuk dalam skema terjangkau akan didukung fasilitas pembiayaan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema tersebut menggunakan suku bunga sebesar 6 persen dengan tenor hingga 40 tahun. Dengan skema tersebut, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap hunian di kawasan perkotaan dapat semakin terbuka.

 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan KAI dalam menjawab kebutuhan hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Kementerian PKP berperan dalam menyiapkan kebijakan dan regulasi, sedangkan KAI berperan sebagai operator yang memanfaatkan aset dan melaksanakan pembangunan.

 

“Fungsi kami yakni sebagai regulator, membuat aturan dan kebijakan dan pihak KAI sebagai operator yakni membangun, inilah bukti saling sinergi antara KAI dengan Kementerian PKP,” ujar Maruarar.

 

Menurut Maruarar, konsep TOD di Manggarai juga diarahkan untuk mendekatkan tempat tinggal masyarakat dengan pusat aktivitas dan transportasi publik. Model tersebut diharapkan dapat membantu penghuni menghemat waktu serta biaya perjalanan sehari-hari, sekaligus menghadirkan lingkungan hunian yang lebih layak dan terintegrasi.

 

Konsep tersebut menjadi penting karena Stasiun Manggarai merupakan salah satu titik mobilitas utama di Jabodetabek. Pengembangan kawasan tidak hanya diarahkan untuk menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menghubungkan hunian dengan berbagai moda transportasi dan aktivitas perkotaan.

 

Bobby mengatakan kedekatan antara hunian dan transportasi publik menjadi salah satu keunggulan utama yang ingin dibangun melalui TOD Manggarai. Menurutnya, integrasi tersebut diharapkan membuat mobilitas penghuni menjadi lebih efisien.

 

“Kedekatan antara hunian dan transportasi publik dapat membuat perjalanan masyarakat lebih efisien. Di Manggarai, konektivitas menjadi bagian penting agar kawasan hunian dapat terhubung dengan stasiun dan berbagai aktivitas sehari-hari,” ujar Bobby.

 

KAI juga tengah menyiapkan Master Plan dan Panduan Rancang Kota (PRK) untuk pengembangan kawasan Manggarai secara bertahap. Penataan tersebut diarahkan agar hunian, transportasi, ruang publik, dan kegiatan ekonomi dapat berkembang dalam satu ekosistem kawasan.

 

Selain itu, pengembangan TOD Manggarai merupakan bagian dari upaya mempercepat Program 3 Juta Rumah. Pemerintah menempatkan pembangunan hunian vertikal sebagai salah satu solusi menghadapi keterbatasan lahan di kota-kota besar, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses tempat tinggal lebih dekat dengan pusat pekerjaan dan transportasi.

 

Dari sisi pelaksanaan, pembangunan Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026, sedangkan pembangunan Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026. Kawasan tersebut juga dirancang dengan memperhatikan ketentuan tata ruang dan keselamatan penerbangan, termasuk batas ketinggian bangunan.

 

Dengan konsep tersebut, Rusun TOD Manggarai tidak hanya diposisikan sebagai proyek penyediaan hunian, tetapi juga sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan. Hunian yang berada dekat dengan Stasiun Manggarai diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk tinggal lebih dekat dengan transportasi umum, sehingga kebutuhan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dapat ditekan.

 

Pengembangan ini sekaligus menjadi salah satu contoh pemanfaatan aset BUMN untuk mendukung penyediaan hunian di pusat kota. Jika berjalan sesuai rencana, kawasan Manggarai akan menggabungkan fungsi tempat tinggal, transportasi, retail, dan aktivitas masyarakat dalam satu kawasan yang saling terhubung. (it/dv)

Komentar