RAPBN 2027 Keluar, Ini Daftar 10 Kementerian dan Lembaga dengan Anggaran Terbesar

Divson
24 August 2026 09:57 WIB

Sender.co.id Pemerintah telah menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan kepada DPR RI. Dalam rancangan tersebut, total belanja negara direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, dengan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp1.504,7 triliun.

 

Dari puluhan kementerian dan lembaga yang memperoleh alokasi anggaran, Badan Gizi Nasional (BGN) menempati posisi teratas dengan pagu sebesar Rp240,2 triliun. Angka tersebut bahkan lebih besar dibandingkan anggaran Kementerian Pertahanan dan Polri.

 

Besarnya alokasi BGN terutama berkaitan dengan pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total anggaran BGN, sekitar Rp232,7 triliun dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional, sedangkan sekitar Rp7,4 triliun digunakan untuk dukungan manajemen.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran MBG pada 2027 memang berada di kisaran Rp240 triliun.

 

“Sekitar Rp240 triliun untuk MBG,” kata Purbaya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

 

Dengan alokasi tersebut, BGN menjadi lembaga dengan anggaran terbesar dalam RAPBN 2027. Posisi ini menunjukkan besarnya porsi program pemenuhan gizi dalam prioritas belanja pemerintah tahun depan.

 

Setelah BGN, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berada di posisi kedua dengan alokasi Rp189 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan alokasi APBN 2026 yang sebesar Rp187,1 triliun.

 

Sementara itu, Polri menempati posisi ketiga dengan anggaran sekitar Rp139,2 triliun. Alokasi tersebut justru lebih rendah dibandingkan APBN 2026 yang mencapai sekitar Rp146,1 triliun.

 

Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum mendapatkan sekitar Rp114,6 triliun, disusul Kementerian Kesehatan sebesar Rp102,1 triliun.

 

Kementerian Agama berada di posisi berikutnya dengan Rp87,7 triliun, sedangkan Kementerian Sosial memperoleh Rp84,7 triliun.

 

Untuk sektor pendidikan tinggi dan riset, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendapatkan sekitar Rp65,2 triliun. Sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperoleh Rp61,1 triliun.

 

Posisi kesepuluh ditempati Kementerian Keuangan dengan alokasi sekitar Rp49,8 triliun.

 

Berikut daftar 10 K/L dengan anggaran terbesar dalam RAPBN 2027:

 

Badan Gizi Nasional (BGN) — Rp240,2 triliun

Kementerian Pertahanan — Rp189,0 triliun

Polri — Rp139,2 triliun

Kementerian Pekerjaan Umum — Rp114,6 triliun

Kementerian Kesehatan — Rp102,1 triliun

Kementerian Agama — Rp87,7 triliun

Kementerian Sosial — Rp84,7 triliun

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi — Rp65,2 triliun

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah — Rp61,1 triliun

Kementerian Keuangan — Rp49,8 triliun.

Anggaran BGN Turun, tetapi Tetap Terbesar

 

Menariknya, meskipun berada di posisi pertama, anggaran BGN dalam RAPBN 2027 sebenarnya turun dibandingkan APBN 2026. Tahun ini BGN memperoleh alokasi sekitar Rp268 triliun, sedangkan untuk 2027 direncanakan Rp240,2 triliun.

 

Artinya, terdapat penurunan sekitar Rp27,8 triliun atau lebih dari 10 persen. Meski demikian, BGN tetap menjadi K/L dengan pagu terbesar.

 

Pemerintah juga menargetkan program MBG pada 2027 menjangkau sekitar 72,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sasaran tersebut mencakup kelompok anak usia dini, siswa sekolah, santri, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

Secara keseluruhan, pemerintah merancang belanja negara 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp735 triliun.

 

Pendapatan negara ditargetkan mencapai sekitar Rp3.426 triliun, sehingga RAPBN 2027 dirancang mengalami defisit sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB.

 

Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Nota Keuangan menekankan pentingnya efektivitas penggunaan anggaran negara. Pemerintah tidak hanya mengejar besarnya belanja, tetapi juga memastikan setiap anggaran memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

 

“Setiap rupiah harus memiliki tujuan. Setiap kebijakan harus memiliki ukuran,” kata Prabowo dalam penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027.

 

Dengan nilai belanja mencapai lebih dari Rp4.000 triliun, RAPBN 2027 akan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas, mulai dari pemenuhan gizi, pertahanan dan keamanan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga perlindungan sosial.

 

Meski pemerintah telah menyampaikan RAPBN beserta Nota Keuangan kepada DPR, angka-angka tersebut belum menjadi APBN final. Pagu anggaran masih dapat mengalami perubahan dalam proses pembahasan bersama DPR sebelum nantinya ditetapkan menjadi APBN 2027. (it/dv)

Komentar