Polda Jateng Lakukan Pembongkaran Makam Pelajar SMK yang Ditembak Polisi

Diana Margarini
29 November 2024 23:55 WIB

Sender.co.id - Tim DVI Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) melakukan ekshumasi jenazah Gamma Rizkynata Oktafansy (17), korban penembakan oleh oknum polisi, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bangunrejo, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (29/11/2024).

Gamma adalah pelajar SMKN 4 Semarang yang tewas ditembak oleh Aipda Robig Zaenudin (38), Anggota Satnarkoba Polrestabes Semarang, Minggu (24/11/2024).

Dikutip dari KumparanNEWS, proses ekshumasi atau pemongkaran makam ini dilakukan untuk mencari bukti-bukti hingga penyebab kematian Gamma. Pelaksanaan ekshumasi dimulai sekitar pukul 13.15 WIB, diawali dengan doa yang dipimpin pemuka agama dusun setempat dan dilakukan pembongkaran makam.

Lokasi prosesi ekshumasi ditutup kain terpal warna biru dan hijau tua juga bergaris polisi. Warga dan awak media hanya bisa melihat proses tersebut dari kejauhan. Ayah korban Andi Prabowo juga tampak menghadir pembongkaran makam anaknya tersebut.

Ditemui awak media, perwakilan keluarga korban, Subambang, mengatakan pembongkaran makam ini dilakukan karena dari keluarga menghendaki dilakukannya autopsi untuk mendapatkan kejelasan penyebab kematian korban.

“Keluarga korban menghendaki dilakukan pembongkaran makam (GRO). Kami meminta kepada penegak hukum untuk mengusut secara tuntas dari awal sampai akhir secara transparan, sehingga semua tahu, masyarakat tahu, siapa salah siapa benar dan yang salah kami minta diberi sanksi hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ujar Subambang.

Sementara itu, kakek korban, Siman mengaku ikhlas jenazah cucunya diangkat lagi untuk kepentingan autopsi.

“Kami dari keluarga menghendaki keadilan atas peristiwa ini. Dan menuntut keadilan. Ini demi memperjuangkan keadilan untuk mencari tahu penyebab kematian,” katanya.

Kakek korban menambahkan, pihak keluarga di Kabupaten Sragen tidak sempat membuka tubuh Gamma secara utuh. Pemakaman korban telah dilakukan pada Minggu (24/11) malam.

“Keluarga hanya bisa menyaksikan wajahnya dari balutan kain kafan. Jenazah itu sudah disucikan dan dimasukkan peti. Waktu itu yang dibuka hanya wajahnya saja,” sambungnya.

Dia menambahkan cucunya adala sosok yang penurut dan pendiam. Ia meragukan jika cucunya itu berbuat onar sehingga membuatnya meregang nyawa.

"Anaknya pendiam, penurut. Pulang ke sini (Sragen) saat Lebaran dan libur sekolah," tuturnya. (DA)

Komentar