Pedagang Sudah Direlokasi, Pembangunan Masjid Al Bakrie di GOR Saburai Lampung Sudah 70 Persen

Veridial
02 December 2024 15:57 WIB

Sender.co.id - Proses pembangunan Masjid Raya Al Bakrie, yang berada di lokasi Taman Gajah dan GOR Saburai, Enggal, Bandar Lampung sudah berjalan 70 persen.

Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin mengatakan bahwa Masjid Raya Al Bakrie ditargetkan rampung Ramadan 2025.

“Prosesnya sudah sekitar 70 persen dan masih berproses. Insyaallah Ramadan 2025 sudah bisa digunakan dan mudah-mudahan bisa diguanakn untuk salat idul fitri,” kata Samsudin saat meninjau pembangunan Masjid Raya Al Bakrie, Senin (2/12)

Samsudin melanjutkan, masjid ini adalah bagian dari perencanaan alih fungsi Gelanggang Olah Raga (GOR) Saburai yang sudah dibongkar dipindahkan ke PKOR Wayhalim, Bandar Lampung.

Diketahui, Masjid Raya Al Bakrie dibangun di atas lahan 2,3 hektar meliputi GOR Saburai dan Taman Gajah. Diperkirakan, Masjid itu bisa menampung 12 ribu jemaah dan akan menjadi pusat kegiatan sosial keagamaan terbesar di Lampung.

Sebelumnya, para pedagang yang ada di area Masjid Raya Al-Bakrie baik di Jl. Jendral Soedirman, Jl. Sriwijaya, dan Jl. Majapahit akan direlokasi sebelum masjid tersebut digunakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Yayasan Bakrie Amanah dan pihak terkait sudah melakukan rapat penataan pedagang UMKM.

Pj. Sekda Provinsi Lampung Fredy mengatakan, dari rapat yang dilakukan disepakati ada penataan pedagang UMKM di seputaran Masjid Raya Al-Bakrie.

"Para pedagang ini akan direlokasi ke suatu tempat yang nanti akan ditentukan bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung. Yang pasti lokasinya nanti masih di sekitar situ," ujar Fredy, belum lama ini

Kata Fredy, di area Masjid Raya Al-Bakrie telah disiapkan 40 tempat untuk pelaku UMKM berdagang.

"Tapi belum kita putuskan pedagangnya siapa yang bisa berdagang di situ. Dalam rapat lanjutan bersama paguyuban pedagang UMKM yang ada di sekitar situ akan kita bahas lagi," ucapannya.

Disampaikan Fredy, pihaknya akan meminta paguyuban pedagang sekitar Masjid Raya Al-Bakrie untuk mengatur dan menentukan siapa saja pedagang yang bisa berdagang di area yang telah disampaikan.

"Jadi kita minta nanti paguyuban itu yang akan mengatur. Karena jumlahnya berapa, mereka yang lebih tahu. Kita punya data, tapi data yang valid mereka yang pegang. Data kita saat pembangunan kemarin. Pasti ada pergeseran dan sebagainya," tuturnya.

"InsyaAllah ini berjalan tidak ada unsur yang merugikan pedagang, solusi yang lebih baik. Jadi pedagang masih bisa dagang, masjid tetap bisa dibangun sesuai rencana. Para pengunjung tetap menikmati kuliner dan mengunjungi masjid," sambungnya.

Lanjut Fredy, pedagang yang direlokasi merupakan pedagang yang berdagang di sekitar Jl. Jenderal Soedirman, Jl. Sriwijaya, dan Jl. Majapahit.

"Batasnya sampai Telkom, kalau di area lapangan Korem sudah tidak masuk area masjid lagi. Jadi yang ditertibkan areanya seperti hurup U saja," terangnya.

Disinggung kapan relokasi dilakukan, Fredy menyebut sesuai dari rencana, pada 28 Februari 2025 mendatang di Masjid Raya Al-Bakrie akan dimulai Sholat Tarawih. (VE)

Komentar