Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Terjadi 8 Kali Letusan dan Semburkan Lava Pijar hingga 300 Meter

Divson
17 August 2026 15:05 WIB

Sender.co.id –  Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat delapan kali letusan disertai semburan lava pijar selama periode pengamatan pada Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

 

Aktivitas tersebut membuat status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Muhammad Dika Nurzaman, menyampaikan bahwa letusan yang terjadi menghasilkan kolom letusan dengan ketinggian mencapai 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

 

“Teramati delapan kali letusan dengan tinggi 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah,” kata Muhammad Dika Nurzaman dalam laporan resmi Badan Geologi.

 

Selain letusan, petugas juga mengamati adanya semburan lava pijar dari Gunung Anak Krakatau. Secara visual, asap kawah terpantau berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal. Asap tersebut membubung dengan ketinggian sekitar 10 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

 

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga terlihat dari rekaman kegempaan. Instrumen PVMBG mencatat delapan gempa letusan dengan amplitudo 43–60 milimeter dan durasi 34–59 detik.

 

Selain itu, tercatat 46 kali gempa hembusan, 10 kali tremor harmonik, serta 11 kali gempa hybrid atau fase banyak. Aktivitas tremor menerus atau microtremor juga terdeteksi dengan amplitudo dominan sekitar 20 milimeter.

 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih cukup tinggi dan terus menjadi perhatian petugas pemantauan.

 

Dengan status aktivitas yang masih berada pada Level III atau Siaga, PVMBG kembali mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat dan wisatawan.

 

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya lontaran material vulkanik.

 

“Jangan mendekat karena aktivitas masih terus kami pantau,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Andi Suwardi.

 

Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan visual dan instrumen kegempaan. Masyarakat di sekitar kawasan juga diimbau mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari PVMBG serta tidak menjadikan kondisi gunung sebagai alasan untuk mendekati kawasan berbahaya.

 

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya juga tercatat meningkat sepanjang pertengahan 2026. Badan Geologi mencatat gunung api tersebut mengalami sejumlah erupsi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga perkembangan aktivitasnya terus dipantau secara intensif. (it/dv)

Komentar