Presiden Ukraina bersama Presiden AS Joe Biden. Foto: CNNindonesia
Sender.co.id -
Memasuki tahun ketiga perang, Amerika Serikat terus melonggarkan
pembatasan pasokan senjatanya terhadap Ukraina. Presiden AS, Joe Biden
bahkan telah mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh yang dipasok AS
untuk menyerang lebih dalam ke teritori Rusia.
Keputusan AS untuk membiarkan Ukraina menggunakan Sistem Rudal Taktis Angkatan
Darat, atau ATACM dipicu oleh adanya laporan penempatan pasukan Korea Utara
oleh Rusia di perbatasan Kursk.
"Senjata tersebut kemungkinan akan digunakan untuk melawan pasukan Rusia
dan Korea Utara dalam rangka mempertahankan pasukan Ukraina di wilayah Kursk di
Rusia barat," ungkap pejabat AS yang anonim, seperti dimuat New York
Post pada Senin, 18 November 2024.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum mengonfirmasi izin tersebut. Tetapi
dalam sebuah pernyataan hari Minggu, 17 November 2024, dia mendesak agar
pembatasan senjata dicabut sehingga pasukan mereka memiliki kekuatan lebih
menyerang Rusia.
"Pukulan tidak dilakukan dengan kata-kata. Hal-hal seperti itu tidak
diumumkan. Roket akan berbicara sendiri," ujarnya.
Biden mulai melonggarkan pembatasan penggunaan senjata yang dipasok AS di
wilayah Rusia setelah Moskow melancarkan serangan lintas batas pada bulan Mei
ke arah Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina.
Untuk membantu Ukraina mempertahankan Kharkiv, Biden mengizinkan mereka
menggunakan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi, atau HIMARS, yang memiliki
jangkauan sekitar 50 mil, terhadap pasukan Rusia yang berada tepat di seberang
perbatasan.
Namun, Biden tidak mengizinkan Ukraina menggunakan ATACMS jarak jauh, yang memiliki jangkauan sekitar 190 mil, untuk mempertahankan Kharkiv. (VE)
Komentar