Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait anggaran program gizi nasional. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Sender.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait isu anggaran sebesar Rp113 miliar yang ramai dibahas di media sosial dan dikaitkan dengan penggunaan jasa event organizer (EO).
Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi yang menyebut anggaran ratusan miliar rupiah digunakan untuk kegiatan yang melibatkan EO. Narasi tersebut kemudian menuai perhatian publik karena dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan program.
Menanggapi hal itu, pihak BGN menegaskan bahwa angka Rp113 miliar bukanlah anggaran khusus untuk satu kegiatan atau penggunaan jasa EO semata. Nilai tersebut merupakan bagian dari total anggaran program yang mencakup berbagai komponen.
“Angka tersebut adalah keseluruhan anggaran program, bukan hanya untuk EO,” demikian klarifikasi yang disampaikan pihak BGN dalam penjelasan resminya.
BGN menjelaskan bahwa alokasi anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan program secara menyeluruh, termasuk operasional, distribusi, serta kebutuhan teknis lainnya di lapangan.
Pihaknya juga menilai bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak disertai konteks utuh, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi ini, BGN berharap masyarakat dapat memahami penggunaan anggaran secara lebih komprehensif dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi secara lengkap.
BGN menegaskan komitmennya untuk menjalankan program secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (wg/dv)
Komentar