Hancurkan Dunia yang Dipimpin Barat, ini 4 Alasan Israel Melakukannya

Tazkiya Fuadah
17 November 2024 02:45 WIB

Sender.co.id - Josep Borrell yang merupakan Kepala Kebijakan Uni Eropa (UE) mengungkapkan diperlukan tindakan tegas terhadap Israel agar menghentikan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza. Jika tidak,  tindakan Zionis tersebut berisiko menghancurkan "tatanan berbasis aturan" yang dibuat oleh Barat dan memicu "efek riak krisis" bagi Eropa.

Ini 4 Alasan Mengapa Israel Hancurkan Tatanan Dunia yang Dipimpin Barat 

1. Pembersihan Etnis Palestina oleh Israel 

Borrell berpendapat bahwa kampanye militer Israel "bukan kebetulan", telah menyebabkan eksodus massal warga Palestina dari bagian utara Gaza, hal ini digambarkan sebagai pembersihan etnis.

Kepala Kebijakan Uni Eropa (UE) itu juga memperingatkan bahwa Israel akan melakukan pengusiran secara paksa di luar batas wilayah kantong Palestina, tepatnya di Lebanon, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan sengaja “melenyapkan” sekitar 30 desa. 

“Pembelaan diri” Israel, yang awalnya didukung oleh banyak negara Barat, semakin tampak “seperti balas dendam,” ungkap Borrell. 

Pasukan Pertahanan Israel pun meluncurkan operasinya di Gaza sebagai tanggapan atas serangan mendadak oleh kelompok militan Palestina Hamas, yang menyerbu Israel pada 7 Oktober tahun lalu. 

Serangan tersebut telah merenggut nyawa sekitar 1.100 orang, dan lebih dari 200 orang disandera. IDF memulai dengan serangan dengan pengeboman besar-besaran, lalu diikuti oleh operasi darat yang masih berlanjut. Dan lebih dari 40.000 orang tewas dan lebih dari 92.401 orang terluka.

2. Tekanan Barat Diabaikan oleh Israel 

Pengepungan Gaza dan Perang Israel terhadap Hamas telah menuai kritik internasional dalam beberapa bulan terakhir, termasuk ancaman sanksi. Israel pun akhirnya mengalami penurunan dukungan Barat yang terus-menerus karena meningkatnya jumlah korban tewas dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam. 

"Daftar permohonan yang tidak digubris di Israel terlalu panjang untuk diceritakan kembali," jelas Borrell dalam pernyataannya. Dia menambahkan bahwa "kita perlu mengakui bahwa pendekatan yang telah kita gunakan selama lebih dari setahun dengan pemerintah Israel telah gagal."

3. Ketegangan Sosial yang Diciptakan Israel

Israel diperingatkan juga oleh Diplomat tertinggi Uni Eropa bahwa blok tersebut dapat menderita "dampak berantai krisis" yang dapat dipicu oleh bencana kemanusiaan di Timur Tengah. 

"Dampaknya dapat datang dengan pembalasan dendam, dan Uni Eropa dapat menghadapi dampak dalam hal migrasi, keamanan internal, dan ketegangan sosial," ujarnya. 

Tindakan Israel di Timur Tengah juga merusak fondasi yang menjadi dasar berdirinya Uni Eropa dan mengancam tatanan dunia berbasis aturan secara keseluruhan. 

4. Perjanjian dengan Barat Tidak Dipatuhi oleh Israel

Menghadapi kenyataan ini, UE tidak bisa tinggal diam, tegasnya. "Sampai saat ini, Israel terhindar dari konsekuensi yang berarti. Ini harus diubah," tegasnya. 

Borrell kemudian mengusulkan larangan impor "produk permukiman ilegal" apa pun, serta menambahkan bahwa ia juga akan meminta negara-negara anggota untuk menangguhkan dialog politik dengan Israel menyusul laporan tentang kepatuhan Israel terhadap perjanjian luas yang ditandatanganinya dengan blok tersebut. 

Langkah-langkah tersebut akan dibahas oleh para menteri luar negeri UE minggu depan. (TF)

Komentar