Walikota Metro mendampingi Gubernur Lampung Terpilih, Rahmat Mirzani Djausal meninjau pelaksanaan program MBG, Senin (13/1/2025). Foto : Ricardo
Sender.co.id - Gubernur Lampung terpilih, Rahmad Mirzani Djausal (RMD), meninjau berlangsungnya kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di Kota Pendidikan Bumi Sai Wawai, Kota Metro, Senin, (13/1/2025).
Kegiatan itu didedikasikan sebagai pengejawantahan Program Nawacita Presiden Prabowo Subianto. Pelaksanaan program di Kota Metro dilakukan sebagai percontohan, untuk sekolah-sekolah yang lain.
"Ini adalah ekosistem yang luar biasa. Tidak hanya menyehatkan generasi muda, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini bisa jadi contoh yang baik untuk daerah lain," kata RMD.
Menurut dia, Kota Metro memiliki sejumlah faktor yang akan dapat mendukung kesuksesan program MBG, seperti UMKM yang aktif, pengelolaan bank sampah yang baik, dan penguatan pemberdayaan masyarakat, termasuk juga komunitas disabilitas.
"Sehingga, Program MBG diharap akan mampu meningkatkan kesehatan anak-anak, sekaligus juga memberdayakan potensi-potensi lokal daerah yang ada di Kota Metro," paparnya.
Dengan keunggulan ini, lanjut RMD, Kota Metro berhasil menunjukkan bagaimana sebuah program dapat mengintegrasikan berbagai aspek sosial dan ekonomi, untuk menciptakan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Program MBG diharapkan menjadi langkah awal pembentukan generasi sehat dan mandiri, sekaligus menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin juga mengungkapkan program MBG sejalan dengan program Pemkot Metro, yakni Gemerlang, akronim dari Generasi Emas Metro Cemerlang, yang menurutnya hal itu sesuai dengan Nawacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Hari ini kita bersama Gubernur Lampung terpilih, tadi kita sudah meninjau proses mulai dari dapur, kemudian ke anak-anak kita, saya kira ini apresiasi yang besar untuk sumberdaya manusia," tukas Wahdi.
Kegiatan itu dimulai pada Senin pagi. Makanan dimasak di Dapur Sehat Yosomulyo sejak subuh, dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, serta pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), agar sesuai kebutuhan gizi, hingga kemudian didistribusikan ke TK Pembina, SD Negeri 7, dan SMA Negeri 5 Metro. (VE)
Komentar