Dialog Keamanan Ke-8 antara Republik Indonesia dan Uni Eropa

Divya Naila
19 September 2024 16:59 WIB

Sender.co.id - Republik Indonesia (RI) dan Uni Eropa (UE) mengadakan Dialog Kebijakan Keamanan ke-8 di Semarang pada tanggal 18 September. Delegasi RI dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Ibu Nidya Kartikasari, sementara Dr. Alison Weston, Acting Director untuk Kebijakan Keamanan dan Pertahanan serta Koordinator Senior Keamanan Maritim dari European External Action Service, memimpin Delegasi UE. Setelah dialog, Delegasi UE juga mengadakan diskusi dengan para pakar dari Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC).

Pertemuan ini membahas berbagai isu dan kerja sama keamanan di tingkat bilateral, regional, dan multilateral dengan tujuan memperkuat hubungan antara RI dan UE. Topik yang didiskusikan mencakup tren isu keamanan global, kerja sama di bidang keamanan, serta inisiatif pertahanan di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi di Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Selain itu, pertemuan juga meninjau perkembangan kerja sama keamanan sejak Dialog Kebijakan Keamanan sebelumnya. Diskusi mencakup isu-isu seperti penanggulangan terorisme, deradikalisasi, pemeliharaan perdamaian, Kebijakan Keamanan dan Pertahanan Bersama Uni Eropa, keamanan maritim termasuk Maritime Domain Awareness, kejahatan transnasional terorganisir (penanggulangan penyalahgunaan narkoba, kejahatan dan keamanan siber, serta perdagangan manusia), dan manajemen bencana.

Terkait kerja sama di forum regional dan multilateral, pertemuan ini juga membahas isu strategis seperti perlucutan senjata, non-proliferasi, serta keamanan terkait kimia, biologi, radiologi, dan nuklir. Dialog ini menekankan pentingnya mempromosikan pembahasan isu-isu tersebut di forum-forum multilateral.

Pertemuan ini menekankan bahwa Dialog Kebijakan Keamanan adalah forum penting dan strategis yang perlu dilaksanakan secara rutin. Selain menjadi salah satu elemen kunci dalam memperkuat kemitraan RI-UE, dialog ini juga berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan tatanan internasional yang berdasarkan aturan dan hukum. RI dan UE berencana melanjutkan dialog ini pada tahun 2025 di Brussel, Belgia, untuk membahas aspek keamanan dan pertahanan lebih lanjut. (DY)

Komentar