Lika-liku Tidur Siang di Sekolah Foto: Dok. sdit_pelitaku
Sender.co.id – Sebuah program pembiasaan di SDIT Pelita Khoirul Ummah, Bandar Lampung, menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan puluhan siswa tidur siang di sela kegiatan belajar viral di media sosial. Program tersebut dikenal dengan nama Qailulah, yakni waktu istirahat siang yang diterapkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Program Qailulah dilaksanakan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6 sebagai bagian dari Kelas Takhasus, salah satu program unggulan sekolah yang berfokus pada penguatan pendidikan Al-Qur'an, pembiasaan ibadah, serta pembentukan karakter Islami.
Dalam pelaksanaannya, para siswa diberikan waktu untuk beristirahat sejenak setelah mengikuti rangkaian pembelajaran pada pagi hingga siang hari. Mereka tidur di ruang kelas menggunakan alas dan bantal yang telah disiapkan, sebelum kembali melanjutkan kegiatan belajar pada sesi berikutnya.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar waktu tidur, melainkan bagian dari proses pendidikan yang bertujuan menjaga kondisi fisik dan mental siswa agar tetap prima selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Kepala SDIT Pelita Khoirul Ummah menjelaskan bahwa program Qailulah telah menjadi salah satu budaya sekolah dan diterapkan secara rutin sebagai upaya membiasakan pola hidup sehat sekaligus meneladani sunnah Rasulullah SAW.
"Qailulah merupakan bagian dari program pembiasaan di sekolah. Anak-anak diberikan kesempatan beristirahat sejenak agar kembali segar dan lebih fokus saat melanjutkan pembelajaran," ujar pihak SDIT Pelita Khoirul Ummah.
Sekolah menilai, aktivitas belajar yang cukup padat, terutama pada program Kelas Takhasus yang memadukan pembelajaran umum dengan pendidikan Al-Qur'an, membutuhkan jeda istirahat agar siswa tidak mengalami kelelahan.
Selain meningkatkan konsentrasi, waktu istirahat tersebut juga diharapkan mampu membantu menjaga kesehatan peserta didik, mengurangi kelelahan, serta membentuk kebiasaan hidup yang seimbang antara belajar dan beristirahat.
Program tersebut mendapat perhatian luas setelah videonya dibagikan melalui akun media sosial sekolah dan diunggah ulang oleh sejumlah akun informasi. Banyak warganet memberikan apresiasi karena menilai kebijakan tersebut memperhatikan kebutuhan fisik anak selama berada di lingkungan sekolah.
Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan bagaimana teknis pelaksanaan kegiatan tersebut di tengah keterbatasan waktu belajar. Menanggapi hal itu, pihak sekolah memastikan bahwa jadwal Qailulah telah disusun tanpa mengurangi jam pelajaran yang telah ditetapkan.
"Waktu istirahat sudah menjadi bagian dari jadwal pembelajaran. Setelah beristirahat, siswa kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa sehingga proses pendidikan tetap berjalan secara optimal," jelas pihak sekolah.
Secara bahasa, qailulah merupakan istilah dalam tradisi Islam yang berarti beristirahat atau tidur sejenak pada siang hari. Kebiasaan ini dikenal sebagai salah satu sunnah yang dipercaya dapat membantu memulihkan energi sehingga seseorang lebih siap menjalankan aktivitas hingga sore hari.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa tidur siang singkat selama sekitar 20–30 menit dapat membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta mengurangi rasa lelah. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan usia anak dan jadwal aktivitas masing-masing.
Hingga kini, program Qailulah di SDIT Pelita Khoirul Ummah masih terus dijalankan sebagai bagian dari budaya sekolah. Pihak sekolah berharap program tersebut dapat mendukung proses belajar yang lebih nyaman sekaligus membentuk karakter siswa melalui pembiasaan hidup sehat dan nilai-nilai keislaman. (it/dv)
Komentar