Mensos Tinjau Program Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Gresik. Foto: Dok. Kemensos
Sender.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi melibatkan lebih dari 1.000 personel Taruna Bakti Nusantara untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Para taruna berasal dari sejumlah akademi kedinasan, seperti Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Kepolisian (Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, serta perguruan tinggi kedinasan lainnya.
Program tersebut merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah. Para taruna tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga menjadi "kakak asuh" yang membimbing siswa dalam membangun disiplin, kepemimpinan, kemandirian, semangat belajar, hingga pembentukan karakter positif melalui aktivitas sehari-hari.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, ia berinteraksi dengan para siswa melalui berbagai kegiatan, mulai dari berdialog, makan bersama, bermain kuis kebangsaan, bernyanyi, hingga berselawat.
Menurut Gus Ipul, kehadiran para taruna di lingkungan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan teladan nyata bagi para peserta didik.
"Mereka bukan hanya mendampingi siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan contoh tentang kedisiplinan, tanggung jawab, semangat belajar, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan. Anak-anak membutuhkan figur yang bisa mereka teladani setiap hari," ujar Saifullah Yusuf.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas saja. Pendampingan langsung dari sosok yang memiliki kedisiplinan tinggi dinilai mampu membentuk kebiasaan positif yang akan menjadi bekal bagi siswa di masa depan.
Program Taruna Bakti Nusantara merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Selain mendampingi aktivitas belajar, para taruna juga akan membimbing siswa dalam kegiatan olahraga, kebersihan lingkungan, kedisiplinan waktu, kerja sama tim, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemensos, Asep Sasa Purnama, mengatakan pendampingan tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
"Melalui program Taruna Bakti Nusantara, kami ingin menghadirkan figur-figur inspiratif bagi siswa Sekolah Rakyat. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, memiliki kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan di masa depan," kata Asep Sasa Purnama.
Menurutnya, lebih dari seribu personel yang diterjunkan akan ditempatkan secara bertahap di berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Para taruna juga telah dibekali pedoman pendampingan agar proses pembinaan karakter berjalan selaras dengan kurikulum yang diterapkan Kemensos.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, etika, dan jiwa kepemimpinan sejak usia sekolah.
Dengan sinergi antara Kemensos dan berbagai institusi pendidikan kedinasan, pemerintah berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, memiliki rasa cinta tanah air, serta siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. (it/dv)
Komentar