Ilustrasi - Warga Kota Bandarlampung tengah memperlihatkan uang Rupiah
pecahan 50 ribu. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Sender.co.id - Kantor Perwakilan
Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung terus melakukan edukasi cinta, bangga, dan
paham rupiah sebagai salah satu upaya mencegah perluasan peredaran uang palsu
di tengah masyarakat.
"Kami mengajak dan selalu mengingatkan
masyarakat untuk mengenali lebih cermat tentang uang yang kita gunakan dalam
aktivitas jual beli sehari-hari," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Lampung Junanto Herdiawan Kepada Antara Lampung.
Ia mengatakan untuk meningkatkan pemahaman serta
mencegah perluasan peredaran uang palsu di tengah masyarakat, maka pihaknya
terus melakukan kegiatan edukasi cinta, bangga dan paham rupiah secara berkala
ke berbagai lokasi.
"Mengenai edukasi rupiah dalam rangka mengurangi
peredaran uang palsu, disertai juga dengan literasi keuangan. Sekaligus memberi
tahu langkah preventif mengenali uang palsu dengan cara diraba, dilihat dan
diterawang. Sehingga masyarakat bisa mengenali ciri keaslian uang dan
mengurangi peredaran uang palsu," lanjutnya.
Dia menjelaskan peredaran uang palsu di daerahnya
semakin berkurang, akibat kesadaran dan pemahaman masyarakat akan keaslian uang
semakin meningkat.
"Uang palsu tahun ini terus berkurang dari
tahun-tahun sebelumnya, karena kesadaran masyarakat semakin baik. Dan saat ada
kejadian langsung dilaporkan ke pihak berwajib karena kami juga bersinergi
dengan pihak kepolisian dalam upaya mengurangi peredaran uang palsu yang
merugikan masyarakat ini," ucap dia.
Menurut dia, uang palsu yang sering beredar adalah
uang dalam nominal pecahan besar yaitu Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
"Biasanya pelaku pemalsuan uang ini memalsukan
uang dalam pecahan besar, jadi masyarakat harus terus waspada saat mempunyai
uang pecahan itu. Tapi kami yakin masyarakat sudah makin paham, maka akan mudah
diketahui mana uang asli dan palsu," tambahnya. (LF)
Komentar