Delegasi BEM Universitas Muhammadiyah Kalianda, Widodo dan Ridwan, mengikuti kegiatan SILATNAS BEM PTMA se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah. Foto : Humas Umkal
Sender.co.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kalianda turut berpartisipasi dalam kegiatan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, BEM UM Kalianda mengutus Presiden Mahasiswa, Widodo, bersama anggota BEM, Ridwan, sebagai delegasi untuk mewakili kampus dalam forum silaturahmi dan konsolidasi mahasiswa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
SILATNAS BEM PTMA tahun ini mengusung tema “Menjaga Persyarikatan, Merawat Indonesia: Kontribusi BEM PTMA untuk Indonesia Raya”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah sekaligus berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemilihan Koordinator Pusat (Korpus) BEM PTMA periode 2026–2028. Agenda tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat koordinasi dan menentukan arah gerakan mahasiswa PTMA di tingkat nasional.
Selain itu, SILATNAS menjadi ruang bagi para pimpinan mahasiswa untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring antarkampus, serta membangun kolaborasi dalam mengembangkan gerakan mahasiswa yang kritis, progresif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Presiden Mahasiswa UM Kalianda, Widodo, menyampaikan bahwa keikutsertaan BEM UM Kalianda dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkuat solidaritas antarmahasiswa, serta membawa semangat gerakan mahasiswa ke tingkat nasional.
“Bagi kami, SILATNAS ini bukan sekadar pertemuan antarpimpinan mahasiswa, melainkan ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun komitmen bersama. Mahasiswa harus mampu menjaga nilai-nilai Persyarikatan sekaligus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ungkap Widodo.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam diskusi dan forum formal, tetapi juga perlu menerjemahkan gagasan menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi kampus, masyarakat, dan bangsa.
“Harapannya, keikutsertaan BEM UM Kalianda dapat menjadi bekal untuk memperkuat gerakan mahasiswa di daerah, membangun kolaborasi lintas kampus, serta mendorong lahirnya program-program yang berdampak nyata. Kami ingin semangat dari forum nasional ini dapat diteruskan menjadi kerja konkret di Universitas Muhammadiyah Kalianda dan Lampung Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Pusat BEM PTMA, Yogi Syahputra Alaydrus, menekankan pentingnya SILATNAS sebagai ruang konsolidasi untuk menyatukan arah gerakan mahasiswa PTMA di seluruh Indonesia.
“Silaturahmi Nasional ini harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun kesamaan visi, dan memastikan gerakan BEM PTMA tetap berorientasi pada nilai-nilai Persyarikatan serta kepentingan bangsa. Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan terlibat aktif dalam mendorong perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui SILATNAS ini, kepengurusan nasional BEM PTMA periode 2026–2028 diharapkan dapat memperkuat komunikasi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan tantangan kebangsaan.
Keikutsertaan BEM UM Kalianda dalam SILATNAS BEM PTMA se-Indonesia menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan peran mahasiswa di tingkat nasional. Gagasan, pengalaman, serta semangat kolaborasi yang diperoleh dalam forum tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pengembangan gerakan kemahasiswaan di lingkungan kampus maupun daerah.
Dengan mengusung semangat “Menjaga Persyarikatan, Merawat Indonesia”, BEM UM Kalianda diharapkan terus mendorong gerakan mahasiswa yang berintegritas, kritis, dan kolaboratif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Komentar