Tutup 47 Gerai, KFC Alami Kerugian Besar Hingga PHK 2.274 Karyawan

Diana Margarini
09 November 2024 16:20 WIB

Sendr.co.id - PT Fast Food Indonesia, perusahaan yang menaungi jaringan restoran waralaba KFC Indonesia mengalami kerugian hingga kuartal III tahun 2024. Dampaknya, perusahaan berkode saham FAST itu menutup puluhan gerai dan memutus kerja ribuan karyawannya.

Menurut catatan laporan keuangan Kuartal III KFC tahun 2024 pada Jumat (8/11/2024), FAST mengalami kerugian sebesar Rp557,08 miliar.

Kerugian tersebut makin memburuk dibandingkan periode yang sama setahun lalu, dengan kenaikan menyentuh 266,59 persen year on year (YoY). Pada Q3 tahun sebelumnya, perusahaan ini hanya mencatat kerugian senilai Rp 152,41 miliar.

Kerugian itu terjadi karena dua hal, yaitu pemulihan usaha dari kondisi COVID-19 yang belum maksimal serta panasnya situasi pasar akibat krisis timur tengah. Hal itu terjadi karena KFC menjadi salah satu sasaran gelombang boikot masyarakat.

"Kondisi ini merupakan dampak berkepanjangan dari pemulihan grup dari pandemi COVID-19, di mana penjualan belum mencapai tingkat yang diharapkan oleh manajemen, dan situasi pasar memburuk akibat dampak dari krisis Timur Tengah. Dua masalah ini telah berdampak negatif terhadap hasil grup untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024," tulis manajemen dalam laporan keuangan, dikutip dari detikfinance.

Kerugian yang terbilang besar tersebut membuat KFC terpaksa melakukan efisiensi usaha dengan menutup gerai dan melakukan PHK pada karyawannya. Dalam laporan keuangan disebutkan, per 30 September, perusahaan hanya mengoperasikan sisa 715 gerai restoran yang ada di seluruh Indonesia.

Diketahui pada Desember 2023, perusahaan ini masih  mengoperasikan 762 gerai. Artinya, ada sekitar 47 gerai yang tak lagi beroperasi alias ditutup.

Sementara untuk jumlah karyawan, per 30 September 2024, seluruh grup usaha FAST tercatat memiliki 13.715 karyawan. Jumlah tersebut turun drastis dari data pada 31 Desember 2023 yang mencatat jumlah karyawan sebanyak 15.989 orang. Artinya, ada pengurangan hingga 2.274 karyawan. (DA)

Komentar