AS–Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Pekan, Trump Tunda Serangan dan Selat Hormuz Dibuka

Divson
08 April 2026 11:13 WIB

Sender.co.id - Amerika Serikat dan Iran resmi menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026), setelah ketegangan memuncak dan dunia berada di ambang konflik besar di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya beberapa saat sebelum tenggat waktu serangan militer besar terhadap Iran diberlakukan.

Dilansir dari Reuters, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menghentikan sementara operasi militer terhadap Iran selama 14 hari sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai “gencatan senjata dua arah, di mana kedua pihak sepakat menghentikan serangan sementara.”

Sebelum kesepakatan tercapai, situasi sempat berada di titik paling kritis. Pada hari yang sama, Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran dengan menyatakan bahwa “seluruh peradaban bisa hancur malam ini jika tidak ada kesepakatan.” Namun, kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu serangan, ia memutuskan untuk menunda aksi militer dan membuka jalur diplomasi, sebagaimana dilaporkan The Guardian.

Kesepakatan ini bersifat bersyarat, di mana Iran diminta untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dan aman bagi jalur pelayaran internasional. Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga penutupannya sebelumnya sempat mengguncang pasar global. Dilansir dari Business Insider, Iran menyatakan kesediaannya untuk membuka jalur tersebut di bawah pengawasan selama periode gencatan senjata berlangsung.

Peran Pakistan menjadi kunci dalam tercapainya kesepakatan ini. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama pimpinan militer negaranya dilaporkan aktif melakukan mediasi untuk menahan eskalasi konflik. Skema gencatan senjata yang diajukan menjadi dasar kesepakatan sementara antara kedua negara.

Dalam prosesnya, Iran juga mengajukan proposal perdamaian yang disebut terdiri dari 10 poin kepada Amerika Serikat. Trump menyebut proposal tersebut sebagai “dasar yang bisa digunakan untuk negosiasi lebih lanjut,” sebagaimana dilaporkan Business Insider.

Pengumuman gencatan senjata ini langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak akibat blokade Selat Hormuz mulai menunjukkan penurunan setelah jalur tersebut kembali dibuka. Meski demikian, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil, dengan laporan adanya aktivitas militer terbatas di sejumlah wilayah.

Iran menegaskan bahwa gencatan senjata ini bukan akhir dari konflik, melainkan jeda sementara untuk membuka ruang negosiasi lanjutan. Hingga kini, kedua pihak masih berada dalam proses diplomasi intensif untuk menentukan arah penyelesaian konflik ke depan. (wg/dv)

Komentar