Kepulan asap tebal terlihat dari Apartemen Mediterania Garden Residences 2 di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026) pagi saat kebakaran terjadi dan proses evakuasi berlangsung. (Foto: X/@andreqve)
Sender.co.id - Kebakaran melanda Apartemen Mediterania Garden Residences 2 di kawasan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026) pagi. Insiden ini sempat memicu kepanikan penghuni setelah asap tebal terlihat membumbung dari salah satu bagian gedung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari area panel listrik di basement atau bagian bawah tower sekitar pukul 07.15 WIB. Laporan kebakaran kemudian diterima petugas pemadam kebakaran beberapa menit setelahnya, dan tim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menyebutkan pihaknya mengerahkan puluhan unit mobil pemadam untuk mengendalikan api. “Kami mengerahkan sekitar 25 unit mobil pemadam dengan lebih dari 100 personel untuk melakukan pemadaman dan evakuasi,” ujarnya.
Api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif cepat. Namun, tantangan utama dalam penanganan adalah asap tebal yang memenuhi area dalam gedung, sehingga menyulitkan proses evakuasi penghuni.
Petugas gabungan kemudian melakukan evakuasi terhadap penghuni, termasuk lansia dan anak-anak. Beberapa proses evakuasi bahkan dilakukan melalui jendela menggunakan tangga dan peralatan penyelamatan karena kondisi di dalam gedung tidak memungkinkan untuk dilalui.
“Total sekitar 82 penghuni berhasil kami evakuasi. Sebagian besar mengalami sesak napas akibat menghirup asap, dan beberapa lainnya mengalami trauma,” tambahnya.
Para korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit terdekat, seperti RS Royal Taruma dan RSUD Tarakan. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Salah satu penghuni apartemen mengaku sempat panik saat mengetahui adanya kebakaran. “Asapnya cepat sekali masuk ke dalam unit. Kami langsung keluar menyelamatkan diri karena sudah sulit bernapas,” ujarnya.
Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem kelistrikan. Area terdampak juga terus dipantau guna memastikan tidak ada potensi api kembali muncul.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan dan mitigasi kebakaran di hunian vertikal, terutama terkait kesiapan jalur evakuasi dan sistem deteksi dini untuk meminimalkan risiko korban dalam kejadian serupa. (wg/dv)
Komentar